BONE, — Kasus kecelakaan Lalulintas yang tewaskan Balita di Kabupaten Bone dan sempat menghebohkan media sosial, dan memunculkan banyak spekulasi, akhirnya Satlantas Polres Bone mengeluarkan statement sesuai data dan fakta hasil olah TKP, murni karena Rem Blong bukan Human Error,
“Kronologinya yakni, Perwira Polisi yang di maksud berangkat dari rumahnya untuk mengikuti kegiatan perlombaan gerak jalan jelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang diadakan di Lapangan Merdeka, pada saat tiba di di perempatan jalan, dimana Lampu lalu lintas menunjukkan warna merah, Ipda MA tidak bisa menguasai laju kendaraannya akibat rem mobil tersebut dalam keadaan Blong, “tegas AKP. Riyanda Putra S. Ik, Kasatlantas Polres Bone kepada Journalist Independent. Com.
Sesaat setelah kejadian, Ipda MA kemudian melaporkan peristiwa tersebut sembari menyerahkan kunci kendaraannya ke Anggota Satlantas Polres Bone yang bertugas di Pos Lantas Lapangan Merdeka.
”Ipda. MA, kemudian melaporkan peristiwa tersebut dan menyerahkan kunci kendaraan miliknya ke Anggota Satlantas yang bertugas pada saat itu di Lapangan Merdeka, “lanjut Riyanda.
Sebagai bentuk tanggung jawab Ipda. MA lalu menyerahkan diri ke Mapolres Bone sebagai bentuk kepatuhan untuk mengikuti prosedur yang berlaku.
”Setelah itu Ipda. MA, lalu menyerahkan diri ke Mapolres Bone sebagai bentuk tanggung jawab, kepatuhan pada prosedur yang berlaku, “tambahnya.
Serangkaian pemeriksan dilakulan terhadap Ipda. MA, oleh Propam Polres Bone, sementara korban yakni seorang Balita dilarikan ke Rumah Sakit Tenriawaru, setelah itu Satlantas Polres Bone memfasilitasi keluarga korban dengan Ipda. MA.
”Ipda. MA, telah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Bone, korban yakni seorang Balita dilarikan ke RS. Tenriawaru, setelah semuanya itu, Satlantas Polres Bone lalu memfasilitasi keluarga korban dengan Ipda. MA, “lanjut Riyanda.
Polres Bone melalui Kasatlantas Polres Bone. AKP. Riyanda Putra S, ik, menyampaikan belangsungkawa terhadap keluarga korban dan memastikan bahwa proses hukum akan berlangsung objektif, transparan, dan tak lupa dirinya mengingatkan untuk tidak percaya Hoax terkait Lakalantas yagn telah terjadi.
”Kami turut berbelasungkawa, berduka cita atas kejadian yang telah merenggut nyawa ananda kita, dan kami pastikan bahwa proses hukum akan berlangsung objektif juga transparan, sekali lagi kami menghimbau agar masyarakat tidak termakan isu Hoax akibat kejadian ini, “tutup Riyanda.
Wartawan: Ukhieamir, Editor: Ukhieamir





