JAKARTA โ Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di New York untuk menghadiri rangkaian Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kehadiran Araghchi menjadi bagian dari agenda diplomasi Teheran untuk menyampaikan posisi Iran sekaligus melakukan konsultasi dengan sejumlah pejabat negara lain di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.
Araghchi tiba di New York pada Senin (21/9/2026) waktu setempat dengan memimpin delegasi tingkat tinggi Iran. Ia disambut Perwakilan Tetap sekaligus Kuasa Usaha Iran untuk PBB, Gholamhossein Darzi, di Bandara Internasional John F. Kennedy.
Sebelum menuju New York, Araghchi sempat transit di Doha, Qatar. Di sana, ia melakukan pembicaraan dengan pejabat Qatar mengenai perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah.
Selama berada di New York, Araghchi dijadwalkan mengikuti berbagai agenda Sidang Majelis Umum PBB sekaligus melakukan pertemuan dan konsultasi dengan sejumlah menteri luar negeri serta pejabat dari negara-negara peserta.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Iran menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan kawasan dan isu internasional yang berkaitan dengan keamanan serta hubungan luar negeri Iran. Araghchi juga telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antรณnio Guterres mengenai agenda Majelis Umum serta isu perdamaian dan keamanan internasional.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 sendiri memasuki rangkaian debat umum tingkat tinggi mulai 22 September hingga 26 September 2026. Tema sidang tahun ini adalah โRestoring Trust, Managing Transformation: A United Nations That Delivers for All.โ
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga berangkat menuju New York pada Selasa (22/9/2026) untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum pada Rabu (23/9). Selain menyampaikan posisi Iran dalam forum internasional tersebut, ia juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan dengan kepala negara dan pejabat senior negara lain di sela-sela agenda PBB.
Agenda Pezeshkian juga mencakup pertemuan dengan warga Iran yang tinggal di Amerika Serikat serta diskusi dengan sejumlah pakar dan perwakilan lembaga pemikir Amerika.
Kehadiran dua pejabat tinggi Iran tersebut berlangsung ketika hubungan Teheran dengan Washington dan dinamika keamanan Timur Tengah menjadi perhatian dalam pembahasan internasional.
Iran akan menggunakan forum PBB untuk menyampaikan posisi pemerintahnya mengenai perkembangan kawasan dan kepentingan nasionalnya. Di sisi lain, sejumlah negara juga mendorong jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan yang berpotensi berdampak pada keamanan regional dan ekonomi global.
Reuters melaporkan bahwa menjelang pertemuan tingkat tinggi PBB, Iran dan Amerika Serikat sama-sama memberikan sinyal mengenai kemungkinan kembali membuka ruang diplomasi, meskipun belum ada rencana pertemuan langsung antara Presiden AS Donald Trump dan Pezeshkian yang diumumkan.
Dengan kehadiran Araghchi lebih dahulu dan rencana pidato Pezeshkian pada 23 September, agenda diplomasi Iran menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81. (bun)





