Journalist Independent.com, MAKASSAR – Prakiraan cuaca di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu, 21 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan udara panas yang diperkirakan melanda sejumlah daerah.
Berdasarkan prakiraan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV yang dirilis pada pukul 06.30 WITA, suhu udara di Sulsel diperkirakan berkisar 18 hingga 38 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 42 hingga 100 persen.
Kondisi cuaca cerah berawan diprakirakan terjadi pada pagi hingga siang dan sore hari. Namun, hujan ringan berpotensi turun di sebagian wilayah Luwu Timur dan Luwu Utara pada siang hingga sore hari.
Memasuki malam hingga dini hari, cuaca diprakirakan berawan. Potensi hujan ringan masih perlu diwaspadai, khususnya di sebagian wilayah Luwu Utara.
Selain perubahan cuaca tersebut, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan udara panas di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
10 Daerah Diwaspadai Angin Kencang
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di 10 wilayah Sulawesi Selatan.
Daerah yang masuk dalam peringatan dini tersebut meliputi Kabupaten Bantaeng, Bone, Gowa, Kepulauan Selayar, Pinrang, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, Takalar, Wajo, serta Kota Parepare.
Potensi angin kencang perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan darat dan laut.
Masyarakat di wilayah pesisir juga perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut. Informasi cuaca terbaru dari BMKG dapat menjadi acuan dalam mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.
Makassar dan 15 Daerah Berpotensi Mengalami Udara Panas
Selain angin kencang, BMKG turut mengingatkan potensi udara panas di 16 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Wilayah tersebut meliputi Barru, Bulukumba, Bone, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Parepare, Sinjai, Takalar, dan Wajo.
Dengan suhu udara yang diprakirakan mencapai 38 derajat Celsius, masyarakat di wilayah tersebut perlu memperhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari.
Paparan panas dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat panas. Karena itu, masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan air minum, menggunakan pelindung dari sinar matahari, serta mengurangi aktivitas fisik berat ketika kondisi terasa sangat panas.
Pekerja lapangan dan masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan juga perlu mengatur waktu istirahat untuk mengurangi paparan panas berlebihan.
Luwu Utara dan Luwu Timur Berpotensi Hujan Ringan
Di tengah dominasi cuaca cerah berawan, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Luwu Timur dan Luwu Utara pada siang hingga sore hari.
Pada malam hingga dini hari, potensi hujan ringan masih berlanjut di sebagian wilayah Luwu Utara.
Masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut diimbau menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca. Pengendara juga perlu berhati-hati apabila hujan menyebabkan jalan menjadi licin atau jarak pandang berkurang.
Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan lainnya secara umum diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan pada pagi hingga sore hari, kemudian berawan pada malam dan dini hari.
Konsentrasi PM2.5 Berada pada Kategori Sedang
Dalam informasi yang dirilis BBMKG Wilayah IV, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat berada pada rentang 15,6 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³), dengan kategori sedang sebagaimana dilaporkan dalam prakiraan tersebut.
PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Konsentrasinya di udara dapat berubah sesuai kondisi lingkungan dan sumber pencemaran.
Masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap kualitas udara, disarankan memperhatikan informasi kualitas udara terbaru dan mengurangi paparan apabila kondisi di lingkungan sekitar memburuk.
Rincian Prakiraan Cuaca Sulsel 21 Oktober 2026
Berikut rangkuman prakiraan cuaca Sulawesi Selatan berdasarkan informasi BBMKG Wilayah IV:
– Pagi hari: Cerah berawan.
– Siang hingga sore hari: Cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Luwu Timur dan Luwu Utara.
– Malam hari: Berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Luwu Utara.
– Dini hari: Berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Luwu Utara.
– Suhu udara: 18–38 derajat Celsius.
– Kelembapan udara: 42–100 persen.
– Angin: Dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 13–38 km/jam.
– Konsentrasi PM2.5: 15,6–55,4 µg/m³, kategori sedang sebagaimana dilaporkan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca, khususnya bagi warga yang berada di daerah dengan peringatan dini angin kencang dan potensi udara panas.
Informasi prakiraan cuaca tersebut diterbitkan oleh Prakirawan BBMKG Wilayah IV pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 06.30 WITA.
Masyarakat dapat mengakses pembaruan informasi cuaca melalui situs resmi BMKG.
Kualitas Udara Makassar Sempat Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) makin memburuk. Berdasarkan laporan BMKG Wilayah IV Makassar Rabu (14/10/2029) pada pagi hari mencapai 156,5 µg/m3, masuk kategori sangat tidak sehat.
Angka itu terus meningkat. Sejak dini hari tadi, Rabu (14/10/2026), mencapai 127,7 µg/m3, meningkat pada pagi hari 158,7 µg/m3.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, membenarkan bahwa kualitas udara di Makassar masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
“Pada jam 9 WITA naik menjadi kategori sangat tidak sehat,” ucapnya, Rabu (14/10/2026).






