MUI Minta Pemerintah Azerbaijan Cabut Kebijakan Pelarangan Penggunaan Jilbab bagi Pelajar

Journalist Independent
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Pro Sudarnoto Abdul Hakim. (dok. MUI Digital)
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Pro Sudarnoto Abdul Hakim. (dok. MUI Digital)

Penerapan aturan seragam sekolah di Azerbaijan memicu gelombang protes setelah sejumlah siswi dan guru perempuan berhijab dilaporkan dilarang memasuki sekolah negeri. Meski ketentuan baru tidak secara eksplisit melarang hijab, penerapannya di lapangan menimbulkan persoalan bagi perempuan Muslim yang ingin tetap mengenakan penutup kepala saat belajar maupun mengajar.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah siswi berhijab ditolak masuk sekolah. Rekaman lainnya menunjukkan siswi dan guru perempuan menangis atau meninggalkan lingkungan sekolah.

Situasi ini memicu tuntutan agar mereka dapat melanjutkan pendidikan dan menjalankan pekerjaan tanpa harus melepaskan hijab.

Persoalan tersebut kemudian meluas menjadi perdebatan publik. Di satu sisi, pemerintah mendasarkan kebijakan seragam pada prinsip sekularisme dalam pendidikan.

Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai penerapan aturan itu terhadap perempuan berhijab berpotensi membatasi kebebasan beragama.

Bermula Disahkannya Aturan Seragam Sekolah

Dilansir Aljazeera, Rabu (14/10/2026), polemik bermula setelah Kabinet Menteri Azerbaijan mengesahkan perubahan aturan seragam sekolah pada 21 September lalu. Pemerintah menyatakan kebijakan tersebut bertujuan memperkuat karakter sekuler dalam pendidikan umum.

Aturan itu melarang penggunaan aksesori atau pakaian yang dinilai tidak sesuai dengan seragam sekolah dan dianggap bertentangan dengan prinsip sekularisme.

Kebijakan tersebut menyusul dekret Presiden Ilham Aliyev pada Juli lalu mengenai penerapan seragam standar di lembaga pendidikan negeri.

Namun, meskipun tidak secara tegas menyebut hijab sebagai pakaian yang dilarang, penerapan aturan baru itu memunculkan persoalan ketika siswi dan guru berhijab tidak diperbolehkan memasuki sekolah. Perdebatan pun bergeser dari soal keseragaman pakaian menjadi persoalan kebebasan mengenakan hijab di negara yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut.

Penolakan terhadap kebijakan itu tidak hanya disuarakan melalui media sosial, tetapi juga muncul di lingkungan sekolah. Platform media Azerbaijan, Meydan TV, mendokumentasikan aksi protes siswa di Sekolah Nomor 69 di Baku.

Siswa Tolak Ikuti Pelajaran