Berani Tak Berpihak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Hilangkan Tilang Manual, Masyarakat Dinilai Makin Bandel Berkendara

SULSEL, — Atensi Kapolri Jenderal Listyo Sigit kepada jajaran Lantas seluruh Indonesia nampaknya menjadi buah Simalakama, pasalnya masyarakat justru pesta pora dengan adanya kebijakan tersebut dan tidak mengindahkan aturan dalam berlalulintas.

“Saya minta rekan-rekan untuk tidak melakukan tilang manual, hindari Pungli dan kembalikan kepercayaan publik, “tegas Jenderal Listyo Sigit,

Hal ini pula yang membuat masyarakat dalam berkendara terkesan membandel dengan tidak melengkapi surat-surat kendaraan, memeriksa kelengkapan sebelum berkendara. Dan tidak mengindahkan aturan ataupun rambu-rambu Lalulintas.

“Biasa lupa pak bawa surat-surat karena kita sudah tidak ada was-was lagi diperiksa, kalo pun diperiksa pasti cuman ditegur sama Polisinya, “ungkap Fadly, salah seorang pengendara di Makassar.

Program Kapolri Jenderl Listyo Sigit untuk menjadikan jajaran Satlantas menuju era digitalisasi sangatlah bagus. Akan tetapi fasilitas sarana dan prasarana pendukung belum maksimal.

“Sebenarnya program Kapolri sangat bagus, akan tetapi ini harus ditunjang dengan SDM manusia yang bagus yakni masyarakat, dan juga fasilitas sarana dan prasarana pendukung seperti kamera CCTV, rambu-rambu serta Lampu jalan, karena tidak semua wilayah di Indonesia sama permasalahannya, pasti beda-beda, “terang Prof. Rahman, Alumni Universitas Unhas saat diminta keterangannya.

Sama halnya di Sulawesi-Selatan, masyarakat dengan adanya Tilang Elektronik malah mengganti plat kendaraan mereka. Memodifikasi kendaraan mereka sehingga pada saat tertangkap kamera pengawas, masyarakat lain yang akan mendapatkan apesnya.

“Sama halnya disini, masyarakat nda mau pusing. Ganti saja Plat motor atau mobilnya, buat plat gantung, jadi walaupun tertangkap kamera pasti bukan mereka yang kena apesnya, tapi orang lain, “tambah Prof. Rahman.

Belum lagi permasalahan pengendara anak dibawah umur, mereka notabene jarang yang mengindahkan aturan ataupun rambu-rambu. Ditilang pun mereka membandel apalagi seperti sekarang ini, para pengendara akan semakin cuek karena tidak ada tilang ataupun tindakan dari Personil Lalulintas.

“Itu kalo anak-anak SMP-SMU bawa motor, ugal-ugalan, langgar rambu-rambu atau lampu merah. Mereka sudah cuek lagi, sedangkan ditilang saja mereka bandel apalagi sekarang tidak ada tindakan dari Satuan Lalulintas, mereka tambah jadi, “lanjut Prof. Rahman.

Dirinya pun meminta agar Kapolri mengkaji ulang dulu penerapan tilang elektronik dan memadukannya dengan tilang manual dikarenakan kondisi dan struktur wilayah serta karakteristik masyarakatnya.

“Ada bagusnya klo bapak Kapolri mengkaji ulang dulu karena tiap wilayah beda-beda kondisi dan strukturnya, karakteristik masyarakatnya pun beragam, harusnya dipadukan dulu antara elektronik dan manual, “tutup Prof. Rahman.

 



error: Jangan Asal Comot Bro!!!