JAKARTA โ Pemerintah masih memutakhirkan data calon penerima bantuan sosial (bansos) tunai yang nilainya diperkirakan mencapai Rp5,4 juta per keluarga. Pemerintah belum menetapkan syarat dan kriteria penerima secara final karena sistem penyalurannya masih dalam tahap pengembangan.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah ingin memastikan data penerima lebih akurat. Langkah tersebut bertujuan agar bantuan hanya diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
โKami merencanakan akhir tahun ini mesti selesai semua itu. Awal tahun depan, kuartal 1-2 kita akan uji coba,โ kata Luhut.
BLT Rp5,4 Juta Mulai Kapan?
Pemerintah menargetkan pemutakhiran dan pengolahan data selesai pada akhir 2026. Setelah itu, pemerintah akan melakukan uji coba penyaluran pada kuartal I-II 2027.
Artinya, bansos tunai hingga Rp5,4 juta per keluarga tersebut belum masuk tahap pencairan pada 2026. Pemerintah masih harus menyelesaikan proses verifikasi data dan uji coba sebelum menentukan mekanisme penyaluran secara lebih rinci.
Data Penerima Terintegrasi dengan Dukcapil
Pemerintah tengah mengembangkan sistem digital untuk memeriksa data calon penerima bansos. Sistem tersebut akan terintegrasi dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
Selain menggunakan data kependudukan, pemerintah juga menyiapkan teknologi pengenalan wajah atau face recognition dalam proses verifikasi.
Melalui integrasi tersebut, pemerintah akan menyaring masyarakat yang memenuhi kriteria berdasarkan data yang tersedia.
Luhut mengatakan pemerintah juga menyiapkan mekanisme sanggah. Warga yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum memperoleh bantuan nantinya dapat mengajukan keberatan.
โJadi akan targeted dan akan membuat keadilan. Sekarang kan banyak yang tidak berhak menerima. Tetapi yang berhak, banyak juga yang tidak menerima,โ kata Luhut.
Bansos Tunai Akan Disalurkan secara Terarah
Luhut menyebut pemerintah mengarahkan program tersebut menggunakan mekanisme transfer tunai. Namun, pemerintah masih menyusun sistem agar bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang menjadi tujuan program.
โBansos itu nanti pada ujungnya akan kita berikan cash. Mungkin pakai kupon, supaya penggunaannya benar. Tidak boleh untuk judol, minuman keras, tapi mungkin telur, ayam, dan sebagainya,โ ujarnya.
Terkait nominal bantuan, Luhut menyebut pemerintah menghitung besaran sekitar Rp5,4 juta untuk setiap keluarga. Namun, angka tersebut masih dalam tahap perhitungan dan keputusan akhirnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Syarat Penerima Belum Final
Pemerintah hingga kini belum merilis persyaratan final bagi masyarakat yang berhak menerima bansos tunai tersebut.
Penetapan penerima masih menunggu proses pemutakhiran, pengolahan, dan verifikasi data. Pemerintah berharap sistem berbasis data kependudukan dan teknologi digital dapat mengurangi kesalahan sasaran dalam penyaluran bansos.
Dengan skema tersebut, masyarakat yang memenuhi kriteria nantinya akan menerima bantuan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah. Sementara warga yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum menerima bantuan akan mendapat ruang untuk mengajukan sanggahan.





