Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Mencapai 1.000 Meter

Gunung Sumeru Erupsi.
Gunung Semeru mengalami tiga kali erupsi pada Senin pagi dengan kolom abu tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak.

LUMAJANG โ€” Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Senin pagi. Gunung api yang berdiri di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu meletus tiga kali dalam rentang waktu sekitar dua jam, dengan kolom abu tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 04.20 WIB. Kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu berwarna putih hingga kelabu bergerak ke arah barat laut dengan intensitas tebal.

โ€œKolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 128 detik,โ€ kata Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin.

Tiga erupsi dalam dua jam

Aktivitas erupsi berlanjut pada pukul 05.53 WIB. Letusan kedua menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu bergerak ke arah utara dan barat laut dengan intensitas tebal. Seismograf merekam amplitudo maksimum 23 mm selama 133 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 06.28 WIB. Letusan ketiga menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl. Abu berwarna kelabu bergerak ke arah timur dengan intensitas tebal.

โ€œKolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 140 detik,โ€ ujar Sigit.

Warga diminta menjauhi kawasan rawan

Sigit menyampaikan aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Status tersebut menuntut masyarakat mematuhi batas aman yang telah ditetapkan untuk mengantisipasi ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar.

Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, warga juga harus menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai 17 kilometer dari puncak.

โ€œDi luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,โ€ kata Sigit.

Selain itu, masyarakat harus menghindari radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar. Petugas juga mengingatkan warga untuk mewaspadai ancaman lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

โ€œTerutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,โ€ ujarnya.

Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana selama Gunung Semeru masih berstatus Siaga. (*)