News  

Dudung Minta Aparatur Negara Perkuat Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meminta seluruh aparatur negara memperkuat pemahaman sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas, terutama bagi aparat yang memiliki kewenangan langsung terhadap masyarakat.

Menurut Dudung, penguatan nilai-nilai Pancasila penting karena semakin besar kewenangan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral yang harus dijalankan.

“Seluruh aparatur negara juga harus terus mendapatkan penguatan nilai-nilai Pancasila, terutama mereka yang mempunyai kewenangan langsung terhadap masyarakat. Termasuk aparat pemerintahan, aparat penegak hukum, serta aparat yang memiliki kewenangan penindakan,” kata Dudung dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dudung menilai pemahaman terhadap Pancasila tidak cukup hanya sebatas pengetahuan. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan cara aparatur menjalankan kewenangan yang diberikan negara.

Menurut dia, aparat pemerintahan, penegak hukum, maupun aparat yang memiliki kewenangan penindakan harus mampu menjalankan tugas secara tegas dengan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dan keadilan.

“Bagi aparat, Pancasila harus terlihat dalam cara menggunakan kewenangan, tegas tetapi tetap manusiawi, berani tetapi tidak sewenang-wenang, menegakkan hukum tetapi tetap menjunjung keadilan dan martabat manusia,” ujarnya.

Dudung mengatakan prinsip tersebut sejalan dengan sila kedua Pancasila, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab, serta sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karena itu, kata dia, nilai-nilai Pancasila harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan negara yang baik serta penegakan hukum yang adil.

Dudung juga menegaskan pembinaan ideologi Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI-Polri, media, hingga masyarakat memiliki peran dalam memastikan Pancasila benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila bukan milik satu lembaga. Pancasila adalah milik seluruh rakyat Indonesia,” kata Dudung.

Dia menilai pengamalan Pancasila semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi, media sosial, serta keterbukaan terhadap berbagai budaya, pemikiran, dan ideologi dari luar.

Menurut Dudung, keterbukaan tersebut tidak perlu ditakuti. Namun, harus diimbangi dengan identitas kebangsaan yang kuat agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengambil hal-hal positif dari perkembangan dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Pancasila, kata dia, tidak seharusnya hanya berada di ruang kelas, buku, podium, atau upacara. Nilai-nilai tersebut harus hadir dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

“Kalau pejabat melayani rakyat dengan baik, itu Pancasila. Kalau aparat menegakkan hukum secara adil, itu Pancasila,” pungkasnya.(*)

Sponsored ยท Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis

Wartawan: Andi, Editor: Andi