SULSEL, — SPBU Pattallassang diduga menjalin kolaborasi jahat dengan mafia BBM Illegal, di mana masyarakat yang hendak melakukan pengisian BBM jenis Solar, tidak diberi kesempatan untuk hal tersebut, 17 November 2025.
“Setiap mau melakukan pengisian solar pasti petugas Nosel bilang “HABIS”, padahal di mesin Nosel masih ada tertera nominal telah mengisi sebesar Rp.120.000,(Seratus Dua Puluh Ribu Rupiah), “kata R, salah seorang warga kepada Journalist Independent. Com.
Diketahui bahwa aktivitas di SPBU tersebut terlihat oleh warga melakukan pengisian BBM jenis Solar pada tengah malam, di mana truck bermuatan besar berjejer sementara lampu dimatikan dan akses keluar masuk SPBU telah ditutup.
”Biasa itu sekitaran jam 02.00 WITA, banyak truck jejer didalam isi solar, lampu sengaja dimatikan, akses keluar/masuk ditutup terali pagar, “ucap A, yang juga warga Patttallassang.
Diduga SPBU Pattallassang memiliki market sendiri untuk penyaluran BBM jenis solar, di mana beberapa aktivitas tambang galian golongan C banyak diwilayah tersebut. Sementara untuk masyarakat tidak disalurkan oleh SPBU tersebut.
”Ada market sendirinya itu SPBU, sementara untuk masyarakat tidak disalurkan, “tambah A.
Hingga saat ini Polda Sulsel khususnya SubdIt Ditreskrimsus belum melakukan penindakan terkait adanya informasi dan keluhan dari masyarakat.
”Seharusnya Ditreskrimsu Polda Sulsel responsif menanggapi adanya laporan masyarakat terkait langkanya BBM jenis Solar khususnya di wilayah Pattallassang, “ujar Andi Idham Jaya Gaffar, Ketum LMR-RI saat dimintai tanggapannya.
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





