Journalist Independent, JAKARTA – Sebuah unggahan yang mengatasnamakan Presiden Prabowo Subianto mendadak menjadi perbincangan di media sosial.
Presiden disebut meminta masyarakat Indonesia memboikot sejumlah platform milik Meta, termasuk Facebook, Instagram, dan Threads, dengan alasan menjaga keamanan serta nama baik negara.
Informasi tersebut beredar melalui unggahan di Facebook yang menyertakan foto Presiden Prabowo. Narasi yang dibangun seolah-olah pemerintah menginginkan masyarakat berhenti menggunakan berbagai platform media sosial tersebut demi melindungi kepentingan nasional.
Kabar ini pun berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama karena menyangkut kebijakan pemerintah dan sikap kepala negara terhadap perusahaan teknologi global.
Namun, setelah ditelusuri, klaim bahwa Prabowo meminta rakyat Indonesia memboikot platform Meta ternyata tidak benar. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut merupakan hoaks.
Dalam penjelasannya, Komdigi menyebut tidak menemukan bukti valid maupun pernyataan resmi Presiden Prabowo yang mendukung narasi boikot tersebut.
“Faktanya, klaim tersebut tidak benar,” demikian penegasan dalam hasil pemeriksaan informasi yang dipublikasikan Komdigi.
Foto Berasal dari Dokumentasi Rapat Karhutla
Penelusuran terhadap foto yang digunakan dalam unggahan tersebut justru mengungkap fakta berbeda. Gambar Presiden Prabowo yang dicatut ternyata memiliki sumber asli yang tidak berkaitan dengan ajakan memboikot media sosial.
Melalui pemeriksaan menggunakan metode reverse image search Google, ditemukan bahwa foto tersebut identik dengan unggahan akun Instagram @pojok_jabar pada 14 Oktober 2026.
Akan tetapi, unggahan asli akun tersebut tidak memuat informasi mengenai permintaan Prabowo agar masyarakat meninggalkan Facebook, Instagram, maupun Threads.
Penelusuran lebih lanjut juga menemukan bahwa foto tersebut berasal dari dokumentasi video di kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Video itu berjudul ‘Presiden Prabowo Pimpin Ratas Perkembangan Penanganan Karhutla, Istana Merdeka, 12 Oktober 2026’.
Dokumentasi tersebut memperlihatkan aktivitas Prabowo ketika memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka. Agenda pertemuan itu membahas perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Dalam rapat tersebut, Prabowo menyampaikan perkembangan positif penanganan karhutla. Luas wilayah yang mengalami kebakaran disebut mengalami penurunan drastis dibandingkan periode sebelumnya.
Dari yang semula mencapai ratusan ribu hektare, luas area kebakaran diklaim kini hanya tersisa ratusan hektare.
Dengan demikian, foto yang digunakan dalam unggahan viral tersebut merupakan dokumentasi kegiatan resmi presiden, bukan bukti adanya ajakan memboikot perusahaan teknologi Meta.
Hingga penelusuran tersebut dilakukan, tidak ditemukan pernyataan resmi Prabowo Subianto yang meminta masyarakat Indonesia memboikot Facebook, Instagram, ataupun Threads.
Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai informasi yang beredar hanya berdasarkan foto dan narasi di media sosial. Memeriksa sumber asli gambar serta memastikan adanya pernyataan resmi menjadi langkah penting agar tidak ikut menyebarkan informasi menyesatkan.
Kesimpulannya, klaim Presiden Prabowo meminta rakyat Indonesia memboikot media sosial milik Meta demi menjaga keamanan dan nama baik negara adalah hoaks. (*)





