Journalist Independent.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Rabu (4/11/2026). Perwira tinggi TNI Angkatan Darat itu mendapat mandat setelah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dari jabatan tersebut.
Penunjukan Ariyo diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Sebelum mendapat tugas baru, Ariyo menjabat Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres).
Nama Ariyo bukan orang baru di lingkaran pemerintahan Prabowo. Perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 1996 ini memiliki rekam jejak panjang di lingkungan TNI, Kementerian Pertahanan (Kemhan), hingga lembaga pendidikan pertahanan.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Letjen TNI Ariyo Windutomo yang kini dipercaya memimpin sementara Kantor Staf Presiden?
Lulusan Akmil 1996, Berpengalaman di Bidang Pertahanan
Ariyo Windutomo merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer tahun 1996. Latar belakang pendidikannya banyak berkaitan dengan bidang militer dan pertahanan.
Ia menempuh pendidikan militer di lingkungan TNI serta pendidikan di Universitas Pertahanan (Unhan). Ariyo juga disebut memiliki gelar magister di bidang pertahanan.
Bekal pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya, terutama dalam bidang administrasi, manajemen organisasi, dan tata kelola pertahanan.
Meniti Karier dari Kodim hingga Kementerian Pertahanan
Sebelum menduduki jabatan strategis di lingkungan pemerintahan pusat, Ariyo pernah bertugas sebagai Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok pada 2012.
Kariernya kemudian berlanjut ke lingkungan Kementerian Pertahanan. Di instansi tersebut, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting, mulai dari bidang kepegawaian hingga pengelolaan organisasi.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain:
- Kepala Bagian Kepegawaian Kementerian Pertahanan.
- Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan.
- Kepala Satuan Pengawas Universitas Pertahanan.
- Kepala Sekretariat Presiden sejak November 2024.
Rangkaian jabatan itu memberinya pengalaman dalam mengelola administrasi, sumber daya manusia, serta tata kelola lembaga pemerintahan.
Pernah Pimpin Persiapan Parade Senja dan Gala Dinner HUT TNI
Pengalaman Ariyo di lingkungan Kementerian Pertahanan juga mencakup penyelenggaraan kegiatan kenegaraan berskala besar.
Pada 2023, ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Parade Senja dan Gala Dinner dalam rangka peringatan HUT ke-78 TNI.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Presiden Joko Widodo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta Prabowo Subianto yang kala itu masih menjabat Menteri Pertahanan.
Penugasan tersebut menjadi salah satu catatan pengalaman Ariyo dalam mengoordinasikan kegiatan yang melibatkan unsur pemerintahan dan jajaran TNI.
Dipercaya Mengelola Kesekretariatan Presiden
Ariyo mulai mendapat penugasan di lingkungan Istana Kepresidenan setelah dilantik sebagai Kepala Sekretariat Presiden pada 29 November 2024.
Sebagai Kasetpres, ia bertanggung jawab mendukung penyelenggaraan kegiatan Presiden, termasuk agenda kenegaraan dan operasional kesekretariatan di lingkungan Istana.
Pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari bekalnya setelah Prabowo memberikan mandat tambahan untuk memimpin sementara Kantor Staf Presiden.
Gantikan Listyo Sigit, Ini Penjelasan Mensesneg
Penunjukan Ariyo sebagai Plt Kepala KSP menyusul keputusan Presiden Prabowo memberhentikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan pemberhentian Listyo telah dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani Prabowo pada Rabu pagi.
“Untuk sementara beliau menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas Kepala Staf Kepresidenan,” kata Prasetyo.
Dengan penunjukan tersebut, Ariyo kini mengemban dua tanggung jawab di lingkungan Istana, yakni sebagai Kepala Sekretariat Presiden sekaligus Plt Kepala Staf Kepresidenan.
Pengalamannya di lingkungan pertahanan dan kesekretariatan negara menjadi bekal dalam menjalankan tugas sementara tersebut, seiring perubahan susunan pejabat di lingkaran Istana Kepresidenan. (bu)





