PSM Makassar Bikin Aji Santoso Akui Perbedaan Kualitas, De Red FC Tak Berkutik di Surabaya

Journalist Independent
PSM Makassar vs De Red FC
PSM Makassar vs De Red FC

Journalist Independent, MAKASSAR — Kemenangan PSM Makassar atas De Red FC bukan sekadar soal dua gol tanpa balas. Hasil tersebut juga membuat pelatih lawan, Aji Santoso, mengakui bahwa timnya masih tertinggal dari Juku Eja dalam hal kualitas permainan.

PSM membawa pulang kemenangan 2-0 saat menghadapi De Red FC pada laga perdana Grup K Zona Timur 2 ILeague Cup 2026/2027 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Selasa, 3 November 2026.

Aji tidak menutupi alasan timnya kesulitan menghadapi permainan PSM. Selain menilai kualitas kedua tim berbeda, De Red FC juga tampil dengan komposisi pemain yang banyak berubah dibandingkan pertandingan sebelumnya melawan Deltras.

Dari seluruh pemain yang diturunkan saat menghadapi Deltras, hanya Fava Sheva yang kembali dipercaya tampil sejak awal melawan PSM. Rotasi besar itu sengaja dilakukan untuk menjaga kondisi pemain menghadapi pertandingan berikutnya melawan PSBS Biak.

“Saya banyak merotasi pemain. Hanya Sheva yang sebelumnya melawan Deltras kembali saya mainkan,” kata Aji seusai pertandingan.

Namun, keputusan tersebut membuat De Red FC kesulitan menemukan ritme permainan. Aji mengakui para pemainnya tidak mampu mengembangkan permainan seperti yang diharapkan karena PSM tampil lebih baik.

“Dari segi kualitas, kami kalah dengan PSM Makassar. Anak-anak agak sulit berkembang,” ujarnya.

Catatan pertandingan memperlihatkan De Red FC sebenarnya mampu melepaskan delapan tembakan. Akan tetapi, tidak satu pun mengarah tepat ke gawang PSM. Aji menilai peluang yang tercipta belum cukup berbahaya untuk disebut sebagai kesempatan emas.

Kekalahan tersebut juga membuat jalan De Red FC menuju semifinal semakin berat. Aji menyadari peluang timnya bergantung pada hasil pertandingan berikutnya, termasuk kemungkinan PSBS Biak kembali meraih kemenangan.

Baca Juga  PSM Makassar Vs Persebaya: Adu Strategi Dua Mantan Pelatih Juara Juku Eja di Parepare

Meski demikian, ia meminta pemain tetap memberikan penampilan terbaik. Bagi De Red FC yang masih berkompetisi di Liga 2, turnamen ini menjadi kesempatan mengukur kemampuan ketika berhadapan dengan tim dari level kompetisi lebih tinggi.

Pemain De Red FC, Fava Sheva, mengakui pertandingan berlangsung sengit. Ia menyebut timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum menghadapi laga berikutnya.

Darije Puas PSM Mengontrol Pertandingan

Di kubu PSM, kemenangan di Surabaya menjadi hasil positif yang disambut pelatih Darije Kalezic. Ia menilai anak asuhnya menjalankan pertandingan dengan baik dan mampu menjaga kendali permainan sepanjang 90 menit.

“Kemenangan pertama ini memberikan kepercayaan diri kepada kami untuk lolos dari fase grup,” kata Darije.

Pelatih asal Belanda itu mengapresiasi kemampuan pemain menjaga keseimbangan meskipun PSM melakukan rotasi di sejumlah posisi. Menurutnya, Juku Eja mampu membatasi ancaman lawan dan menunggu kesempatan yang tepat untuk mencetak gol.

“Kami mengontrol permainan selama 90 menit dan tidak memberikan banyak peluang kepada lawan,” ujarnya.

Dua gol yang tercipta menjadi bukti efektivitas permainan PSM dalam pertandingan tersebut. Namun, Darije belum mau membicarakan target menjadi juara ILeague Cup 2026/2027.

Ia memilih mengarahkan perhatian tim ke pertandingan berikutnya melawan Borneo FC di kompetisi Super League. Darije menilai PSM masih membutuhkan banyak pembenahan untuk kembali ke posisi yang diharapkan.

“Kami belum memikirkan gelar juara. Fokus kami sekarang pertandingan melawan Borneo,” tegasnya.

Pemain PSM, Akbar Tanjung, menyebut kemenangan tersebut lahir dari kerja sama seluruh anggota tim dalam menjalankan instruksi pelatih, baik ketika menyerang maupun bertahan.

Akbar juga menyampaikan harapan agar Yance Sayuri segera pulih dari cedera. Ia berharap kondisi rekannya tidak mengalami masalah serius sehingga bisa kembali memperkuat Juku Eja. (*)

Baca Juga  Cristiano Ronaldo Terancam Absen 6 Bulan dari Timnas Portugal