Redam Tawuran, Kapolrestabes Makassar Mau Buka Usaha Cuci Motor

Journalist Independent
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana saat berdialog dengan warga dalam kegiatan Polisi Kumpul Masyarakat di Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (4/11/2026).
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana saat berdialog dengan warga dalam kegiatan Polisi Kumpul Masyarakat di Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (4/11/2026).

Journalist Independent, MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana berencana menyiapkan tempat usaha cuci motor bagi anak-anak muda yang belum memiliki pekerjaan. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi tawuran sekaligus membuka peluang mendapatkan penghasilan.

Rencana itu disampaikan Arya saat menggelar kegiatan Polisi Kumpul Masyarakat di salah satu warung kopi (warkop), Jalan Kompleks Perumahan Unhas, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Rabu (4/11/2026).

Menurut Arya, penyediaan lapangan usaha merupakan bagian dari pendekatan pembinaan terhadap generasi muda. Ia berharap anak-anak yang selama ini berpotensi terlibat tawuran dapat memiliki aktivitas positif dan kesempatan memperbaiki masa depan.

“Kami ingin anak-anak muda memiliki kegiatan yang positif dan masa depan yang lebih baik. Saya berencana membuat tempat cuci motor bagi adik-adik yang belum memiliki pekerjaan, sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan dan tidak terlibat dalam tawuran maupun kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.

Program tersebut menjadi salah satu langkah yang disiapkan Polrestabes Makassar untuk menangani persoalan tawuran yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Arya menilai, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pembinaan dan pemberdayaan.

Dalam pertemuan itu, Arya turut menyoroti aktivitas kelompok tawuran yang menjadi perhatian kepolisian, khususnya di kawasan Lembo dan Kecamatan Tallo.

Ia menjelaskan, Kapolda Sulawesi Selatan juga memiliki program pelatihan bagi pelaku tawuran yang ditemukan. Mereka akan ditempatkan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua untuk mengikuti pelatihan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui program pembinaan tersebut, kepolisian berupaya memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk mengubah perilaku dan mengembangkan kemampuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Baca Juga  Bawa Samurai Sambil Konvoi, Tiga Pemuda Kawanan Geng Motor di Gowa Ditangkap Polisi

Arya menegaskan, pencegahan tawuran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat dan masyarakat. Karena itu, ia meminta para ketua RT dan RW meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas anak-anak serta remaja di lingkungan masing-masing.

Para pengurus lingkungan diharapkan lebih aktif mendatangi warga, memberikan imbauan, dan membangun komunikasi dengan keluarga yang anak-anaknya berpotensi terlibat dalam tindakan yang mengganggu keamanan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang berupaya menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Pesan tersebut disampaikan Arya dalam kegiatan Polisi Kumpul Masyarakat yang mempertemukan unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dan warga untuk membicarakan persoalan keamanan di Kecamatan Tallo.

Kegiatan itu turut dihadiri Camat Tallo Andi Husni, Danramil Tallo Mayor Arh Agus Rohmat Hidayat, Kapolsek Tallo AKP Asfada, para pejabat utama Polrestabes Makassar, lurah, ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kecamatan Tallo, serta delapan anak binaan.

Dalam sambutannya, Camat Tallo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap suasana nyaman di lokasi pertemuan dapat mencerminkan kondisi masyarakat Kecamatan Tallo yang senantiasa menjaga kedamaian dan keamanan lingkungan.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari kelompok perang hingga penyalahgunaan narkoba dan konsumsi minuman keras.

Pemerintah kecamatan bersama Kapolsek Tallo dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Tripika) terus melakukan pendekatan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah persoalan sosial berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Sementara itu, Arya menyebut pertemuan dengan warga menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk mengetahui secara langsung persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Baca Juga  Ops. PEKAT LIPU 2023 Resmob Polda Sulsel Geruduk Judi Sabung Ayam, I Orang Bawa Busur

“Tujuan kami berkumpul di sini adalah untuk bersilaturahmi dan mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat. Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan warga, sehingga setiap permasalahan yang ada di lingkungan dapat kita cari solusinya bersama,” ujar Kombes Pol Arya Perdana.

Selain membahas pencegahan tawuran, Kapolrestabes juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan gangguan keamanan atau peristiwa yang membutuhkan penanganan polisi.

Warga dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 maupun Bantuan Polisi Polrestabes Makassar melalui nomor WhatsApp 082133669110 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Arya memastikan jajaran Polrestabes Makassar dan polsek terbuka terhadap setiap pengaduan masyarakat. Ia bahkan meminta warga menyampaikan langsung kepadanya apabila mengalami kendala ketika melaporkan suatu kejadian kepada petugas.

“Kami dari Polrestabes Makassar dan Polsek selalu terbuka menerima laporan masyarakat. Jika ada warga yang merasa laporannya tidak diterima dengan baik, silakan sampaikan langsung kepada saya. Kami ingin masyarakat merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan kepolisian yang baik,” tegasnya. (MA)