NEWS  

Siapa Sangka Nokia 6300 Diutak-atik hingga Bisa Akses ChatGPT-Gemini?

Journalist Independent
Nokia 6300.

Journalist Independent – Ponsel lawas Nokia 6300 yang dirilis pada 2007 kini bisa digunakan untuk mengakses chatbot kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Gemini, Claude, hingga Grok. Kemampuan tersebut hadir berkat aplikasi bernama AIKON yang dikembangkan untuk menghubungkan ponsel berbasis Java dengan layanan AI modern.

Proyek AIKON dikembangkan oleh wirausahawan asal Turki, Emir Karşıyakalı. Berdasarkan dokumentasi proyek yang dipublikasikan melalui GitHub, aplikasi tersebut awalnya bernama Claude S40 dan hanya mendukung layanan Claude sebelum diperluas untuk mengakses beberapa penyedia AI lain.

Aplikasi ini tidak membuat Nokia 6300 menjalankan model AI secara langsung. AIKON memanfaatkan server perantara yang meneruskan permintaan dari ponsel ke layanan AI, kemudian mengirimkan jawaban dalam format yang dapat dibaca perangkat lawas.

Berawal dari Claude S40, Kini Dukung 4 Layanan AI

AIKON awalnya dibuat untuk mengatasi keterbatasan ponsel Nokia generasi lama ketika mengakses layanan internet modern. Nama Claude S40 digunakan saat aplikasi tersebut hanya terhubung dengan chatbot Claude.

Seiring pengembangan, dukungan layanan diperluas hingga mencakup OpenAI, Google Gemini, dan xAI Grok. Nama aplikasi kemudian berubah menjadi AIKON, yang merupakan kebalikan dari kata Nokia.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memilih model AI untuk setiap percakapan. Pengguna juga bisa mengganti model di tengah percakapan sesuai kebutuhan.

Proyek ini tidak hanya ditujukan untuk Nokia 6300. AIKON dirancang untuk perangkat yang menjalankan Java ME, termasuk ponsel Nokia Series 40 dan sejumlah perangkat Symbian S60.

Pengembang mencantumkan Nokia 6300 RM-217 sebagai perangkat yang telah diuji. Nokia E63 juga masuk dalam daftar perangkat yang sudah dicoba menjalankan aplikasi tersebut.

Server Perantara Jadi Kunci Hubungkan Ponsel Lawas

Tantangan terbesar menghubungkan Nokia 6300 dengan layanan AI modern terletak pada keterbatasan teknologi perangkat. Ponsel yang diperkenalkan pada 2007 itu menggunakan sistem operasi Series 40 dan memiliki kemampuan koneksi internet yang jauh berbeda dari smartphone saat ini.

Baca Juga  Ambil Alih Tugas Polri, UPTD Samsat Mappanyukki Dinilai Kangkangi UU 22 Tahun 2009, Ketegasan Kepala Bapenda Sulsel Dipertanyakan

Nokia 6300 hanya mendukung jaringan 2G dan tidak memiliki kemampuan untuk menangani standar keamanan internet modern seperti perangkat terbaru. Dokumentasi teknis AIKON menjelaskan ponsel tersebut menggunakan protokol TLS 1.0, tidak mengirimkan SNI, serta memiliki daftar sertifikat keamanan bawaan yang sudah lama.

Keterbatasan itu membuat ponsel tidak bisa begitu saja berkomunikasi dengan server layanan AI modern. Karena itu, AIKON menggunakan server perantara yang dibangun dengan bahasa pemrograman Go.

Alurnya, aplikasi di ponsel mengirimkan permintaan ke server AIKON. Server kemudian meneruskan permintaan tersebut ke API penyedia layanan AI, menerima hasilnya, lalu mengirimkan jawaban kembali ke ponsel.

Server juga menangani perbedaan protokol komunikasi antara perangkat lawas dan layanan modern. Jawaban chatbot dikirim dalam potongan data agar dapat diproses oleh perangkat dengan kemampuan terbatas.

Dengan metode tersebut, proses komputasi AI tetap berlangsung di server penyedia layanan, bukan di Nokia 6300. Ponsel hanya berfungsi sebagai perangkat untuk mengirim pertanyaan dan menampilkan jawaban.

Bisa Kirim Foto hingga Pesan Suara 30 Detik

Meski berjalan di ponsel dengan layar kecil dan spesifikasi terbatas, AIKON menyediakan sejumlah fitur yang biasanya ditemukan pada aplikasi AI di smartphone. Salah satunya adalah mode membaca khusus agar jawaban chatbot lebih nyaman ditampilkan di layar Nokia 6300.

Pengguna juga dapat mengatur ukuran teks dan tampilan aplikasi. Jawaban yang dianggap penting bisa disimpan ke kartu memori untuk dibaca kembali tanpa harus terhubung ke internet.

Selain teks, AIKON mendukung pengiriman foto untuk dianalisis oleh chatbot. Pengguna dapat mengambil gambar menggunakan kamera ponsel yang mendukung fitur tersebut atau memilih foto yang tersimpan di perangkat.

Foto yang dikirim akan diteruskan melalui server untuk diproses oleh layanan AI. Fitur ini dapat digunakan, misalnya, untuk meminta chatbot mengenali objek atau membaca tulisan pada gambar.

Baca Juga  Refleksi Akhir Tahun Capaian Kinerja Jajaran Kejati Sulsel Periode 2023

AIKON juga menyediakan fitur pesan suara dengan durasi maksimal 30 detik. Rekaman suara diproses menggunakan layanan pengubah suara menjadi teks dari OpenAI sebelum pengguna mengirimkan hasil transkripsinya kepada chatbot.

Pengguna masih dapat memeriksa dan memperbaiki teks hasil transkripsi sebelum dikirim. Dengan begitu, fitur suara tidak langsung meneruskan rekaman sebagai pertanyaan tanpa pemeriksaan pengguna.

Dukung 8 Bahasa dan Bersifat Open Source

AIKON juga menyediakan antarmuka dalam sejumlah bahasa. Dokumentasi proyek mencantumkan dukungan bahasa Inggris, Turki, Spanyol, Portugis, Prancis, Jerman, Rusia, dan Indonesia.

Aplikasi tersebut dirilis sebagai perangkat lunak sumber terbuka atau open source dengan lisensi MIT. Artinya, pengembang lain dapat mempelajari kode sumber, mengembangkan fitur, maupun berkontribusi memperbaiki aplikasi sesuai ketentuan lisensinya.

Kode aplikasi dan server tersedia melalui repositori AIKON di GitHub. Dokumentasi yang disediakan juga memuat penjelasan arsitektur, kebutuhan perangkat, serta panduan pemasangan.

Keterbukaan kode memungkinkan pengembang lain memeriksa cara kerja aplikasi. Namun, status open source tidak otomatis membuat pengguna bisa menjalankan seluruh fitur tanpa menyiapkan kebutuhan teknis dan biaya layanan AI.

Pengguna Perlu Siapkan Server atau Beli Kredit

Ada dua cara yang dapat ditempuh untuk menggunakan AIKON. Pengguna dapat menyiapkan server sendiri beserta kunci API dari penyedia layanan AI, atau memakai layanan server yang disediakan melalui situs resmi AIKON dengan sistem kredit.

Untuk pemasangan mandiri, pengguna membutuhkan komputer atau server yang dapat diakses melalui internet, Docker, serta sejumlah perangkat pengembangan. Dokumentasi pengembang menyebut server dengan alamat IPv4 publik dan akses TCP 443 sebagai salah satu persyaratan.

Pengguna juga harus menyiapkan kunci API dari layanan AI yang ingin dipakai. Setiap penyedia layanan memiliki ketentuan biaya sendiri, termasuk perhitungan berdasarkan jumlah token yang digunakan.

Baca Juga  Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu, Harga Buyback Ikut Tertekan

Sementara itu, layanan yang disediakan melalui situs AIKON menawarkan pilihan pembelian kredit. Jumlah kredit yang terpakai bergantung pada model AI dan panjang percakapan, sehingga penggunaan layanan tetap dapat menimbulkan biaya.

Pengguna juga perlu memperhatikan koneksi jaringan. Nokia 6300 mengandalkan jaringan 2G, sehingga pengalaman mengakses chatbot akan bergantung pada ketersediaan jaringan tersebut di wilayah masing-masing.

Dengan demikian, AIKON bukan berarti mengubah Nokia 6300 menjadi smartphone modern. Aplikasi ini lebih tepat disebut sebagai jembatan yang memungkinkan ponsel lawas tetap berkomunikasi dengan layanan AI masa kini melalui bantuan server perantara. (*)