Journalist Independent, JAKARTA — Peugeot membawa kembali semangat mobil reli legendaris ke era elektrifikasi melalui E-T16, sebuah mobil konsep yang menggabungkan desain agresif khas Grup B dengan kemampuan performa mobil listrik modern.
Kendaraan ini menawarkan tenaga hingga 805 hp, akselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam 2,5 detik, serta teknologi penggerak yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara berkarakter sport.
E-T16 mengambil inspirasi dari Peugeot 205 T16, mobil yang pernah menjadi salah satu ikon reli dunia pada dekade 1980-an.
Namun, Peugeot tidak sekadar menghidupkan kembali bentuk klasik kendaraan tersebut. Pabrikan asal Prancis ini menerjemahkan identitas mobil reli berperforma tinggi ke dalam konsep kendaraan listrik dengan teknologi baterai, sistem kendali elektronik, dan rancangan aerodinamika modern.
Peugeot E-T16 Hadirkan Tenaga 805 HP dan Tiga Motor Listrik
Daya tarik utama Peugeot E-T16 terletak pada sistem penggeraknya. Mobil konsep ini menggunakan tiga motor listrik, terdiri atas satu motor di bagian depan dan dua motor di bagian belakang.
Konfigurasi tersebut memungkinkan sistem kendaraan mengatur distribusi tenaga sesuai kebutuhan pengemudi, kondisi permukaan jalan, dan mode berkendara yang dipilih.
Dengan tenaga maksimum mencapai 805 hp, E-T16 menempatkan performa sebagai salah satu prioritas utama.
Kemampuan melesat dari posisi diam hingga 100 km per jam dalam 2,5 detik memperlihatkan potensi akselerasi yang sangat cepat untuk sebuah kendaraan listrik berorientasi sport.
Peugeot juga menyiapkan pengaturan berkendara yang mencakup distribusi tenaga dan karakter suspensi. Salah satu pilihannya adalah mode Track, yang dirancang untuk memberikan respons lebih agresif ketika pengemudi membutuhkan performa maksimal di lintasan.
Pendekatan ini membedakan E-T16 dari Peugeot 205 T16 yang menjadi sumber inspirasinya. Mobil reli klasik tersebut mengandalkan mesin pembakaran internal dengan turbocharger, sedangkan E-T16 sepenuhnya menggunakan energi listrik.
Meski teknologi penggeraknya berbeda, keduanya membawa gagasan yang sama, yakni memadukan tenaga besar dengan karakter kendaraan yang mendukung pengendalian dinamis.
Baterai 85 kWh dan Pengisian Cepat 350 kW
Di balik performanya, Peugeot E-T16 menggunakan baterai berjenis nikel mangan kobalt atau NMC dengan kapasitas 85 kWh. Paket baterai tersebut dipadukan dengan arsitektur kelistrikan 800 volt, yang mendukung pengisian daya berdaya tinggi.
Peugeot menyematkan kemampuan pengisian cepat hingga 350 kW. Dalam kondisi yang sesuai, sistem tersebut diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 15 menit. Kemampuan ini dapat membantu mengurangi waktu tunggu ketika pengemudi perlu mengisi ulang energi dalam perjalanan.
Untuk jarak tempuh, E-T16 memiliki perkiraan kemampuan mencapai 399 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP.
Angka tersebut memberikan gambaran mengenai efisiensi dan daya jelajah konsep ini, meskipun hasil pemakaian sehari-hari dapat berbeda akibat kecepatan, suhu, kondisi jalan, serta penggunaan sistem kendaraan.
Kapasitas baterai dan teknologi pengisian cepat menunjukkan bahwa Peugeot tidak hanya mengejar akselerasi. Pabrikan juga memasukkan aspek penggunaan energi ke dalam rancangan E-T16.
Meski demikian, karena masih berstatus mobil konsep, kemampuan tersebut belum otomatis menggambarkan spesifikasi kendaraan produksi yang mungkin hadir pada masa mendatang.
Desain Peugeot E-T16 Menghidupkan Karakter Reli Grup B
Dari luar, E-T16 menonjolkan bodi lebar dengan proporsi yang mengingatkan pada mobil reli berperforma tinggi. Dua lubang udara besar pada kap mesin dan sayap belakang berukuran mencolok memperkuat identitas sporty kendaraan ini.
Peugeot memilih warna abu-abu Gris Winchester sebagai penghormatan terhadap 205 T16. Pilihan tersebut membantu menghubungkan tampilan modern E-T16 dengan sejarah kompetisi yang menjadi sumber inspirasinya.
Bagian belakang mobil juga memiliki rancangan yang menarik. Panel belakang dapat dibuka untuk memperlihatkan motor listrik dan struktur berbahan karbon. Selain memberikan akses visual terhadap komponen teknis, rancangan tersebut menegaskan pendekatan desain yang menempatkan teknologi sebagai bagian dari daya tarik kendaraan.
Sektor pengereman turut mendapat perhatian. E-T16 memakai empat cakram rem berdiameter 380 milimeter untuk membantu mengendalikan laju kendaraan bertenaga besar. Peugeot juga membekalinya dengan ban Michelin berukuran lebar 275 milimeter di depan dan 315 milimeter di belakang.
Kombinasi ban lebar dan sistem pengereman tersebut mendukung kebutuhan pengendalian ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Peugeot bahkan mempertahankan rem tangan hidrolik vertikal yang identik dengan mobil reli. Komponen ini memperkuat karakter E-T16 sebagai penghormatan kepada dunia reli, bukan sekadar mobil listrik dengan desain futuristis.
Kabin Futuristis dengan Layar 21 Inci
Peugeot membawa pendekatan digital ke dalam kabin E-T16 melalui layar panorama berukuran 21 inci. Layar besar tersebut menjadi salah satu elemen utama antarmuka kendaraan, sekaligus mempertegas nuansa futuristis yang membedakannya dari mobil reli generasi lama.
Sistem kemudinya menggunakan Hypersquare dengan teknologi steer-by-wire. Teknologi ini menggantikan hubungan mekanis konvensional antara roda kemudi dan roda kendaraan dengan sistem kendali elektronik. Perintah pengemudi diteruskan melalui sistem elektronik, sehingga karakter respons kemudi dapat dirancang secara berbeda dibandingkan sistem mekanis biasa.
Penerapan teknologi tersebut menunjukkan bagaimana Peugeot mengeksplorasi pengalaman berkendara baru melalui elektrifikasi dan digitalisasi. Namun, efektivitasnya dalam penggunaan sehari-hari, termasuk kenyamanan dan respons kemudi, masih memerlukan pembuktian apabila konsep ini kelak berkembang menjadi kendaraan produksi.
Warisan Peugeot 205 T16 Menjadi Inspirasi Utama
Peugeot 205 T16 memiliki posisi penting dalam sejarah motorsport. Mobil tersebut membantu Peugeot meraih gelar juara konstruktor World Rally Championship pada 1985 dan 1986. Untuk memenuhi persyaratan homologasi pada era Grup B, Peugeot juga memproduksi 200 unit versi jalan raya dengan tenaga sekitar 200 bhp.
Warisan itulah yang coba diterjemahkan melalui E-T16. Jika 205 T16 merepresentasikan era ketika mesin turbo dan kemampuan mekanis menjadi pusat perhatian, E-T16 menggambarkan bagaimana karakter performa serupa dapat dieksplorasi melalui motor listrik, baterai bertegangan tinggi, dan kendali elektronik.
Meski desain dan spesifikasinya sudah diperkenalkan, Peugeot belum memastikan rencana produksi massal E-T16.
Karena itu, tenaga 805 hp, akselerasi 2,5 detik, serta kemampuan pengisian baterainya masih perlu dipahami sebagai spesifikasi yang diklaim untuk kendaraan konsep tersebut, bukan jaminan spesifikasi model produksi.
Kehadiran Peugeot E-T16 tetap menjadi gambaran menarik tentang arah pengembangan mobil listrik berperforma tinggi.
Melalui konsep ini, Peugeot berusaha menjaga hubungan dengan sejarah reli legendaris sekaligus menunjukkan bahwa identitas mobil sport dapat terus berkembang tanpa bergantung pada mesin pembakaran internal. (*)






