Dalam rangkaian GPM Nasional di Makassar, BULOG menyalurkan bantuan melalui program BULOG Peduli berupa 300 paket beras premium. Setiap paket memiliki berat 5 kilogram sehingga total beras yang disalurkan mencapai 1,5 ton.
Bantuan tersebut dibagi ke sejumlah lokasi agar dapat menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan. Sebanyak 100 paket dialokasikan untuk masyarakat di Kecamatan Tallo, sedangkan 200 paket lainnya disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Bara Baraya Utara dan Kelurahan Maradekaya.
Penyaluran ini menjadi bagian dari dukungan BULOG dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan. Melalui bantuan beras tersebut, masyarakat penerima dapat memperoleh tambahan pasokan pangan untuk kebutuhan rumah tangga.
Selain bantuan beras dari BULOG, ID FOOD turut membagikan 1.000 voucher belanja dengan nilai Rp15.000 per lembar. Total nilai voucher yang dibagikan mencapai Rp15 juta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 400 voucher dialokasikan untuk masyarakat di Kecamatan Tallo, sementara 600 voucher lainnya dibagikan di kawasan PD Pasar Makassar Raya.
Pembagian bantuan beras dan voucher belanja ini melengkapi pelaksanaan GPM yang menyediakan beragam kebutuhan pokok. Masyarakat tidak hanya dapat membeli komoditas yang tersedia, tetapi juga memperoleh manfaat dari dukungan yang disalurkan melalui program masing-masing BUMN pangan.
Kehadiran bantuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelaksanaan GPM dapat dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau hingga pemberian bantuan langsung kepada masyarakat.
UMKM Lokal Ikut Meramaikan GPM Makassar
Pelaksanaan GPM di Makassar juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menawarkan berbagai produk pangan lokal dan olahan.
Keterlibatan UMKM memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Selain menyediakan pilihan produk bagi masyarakat, kehadiran pelaku usaha lokal juga membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi produk yang mereka hasilkan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menemukan beragam produk pangan dalam satu lokasi, sementara pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada konsumen.
Keterlibatan UMKM juga memperkuat peran GPM sebagai kegiatan yang tidak hanya berkaitan dengan penyediaan pangan, tetapi turut melibatkan pelaku usaha di daerah. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai konsumen sekaligus mendukung pemasaran produk lokal.
Untuk memperkuat koordinasi di tingkat nasional, kegiatan GPM di Makassar juga dirangkaikan dengan telekonferensi yang menghubungkan pelaksanaan kegiatan di Jakarta, Medan, Merauke, Pacitan, Bandung, Semarang, dan Palangkaraya.
Koneksi antardaerah tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan GPM Nasional yang berlangsung serentak. Melalui koordinasi ini, pelaksanaan program di berbagai wilayah dapat terhubung dalam satu kegiatan nasional untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.
GPM Nasional tahun ini mengusung tema “Berinovasi Kini, Menjaga Pangan Masa Depan”. Tema tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat perhatian terhadap ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, serta keberlanjutan ketahanan pangan.
BULOG Siapkan Bantuan Pangan Beras Tahap III
Selain mendukung pelaksanaan GPM Nasional, Ahmad Rizal juga menyampaikan kesiapan BULOG untuk menjalankan penugasan penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahap III dengan alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.
Ia menjelaskan bahwa surat penugasan untuk pelaksanaan program tersebut telah diterima. Persiapan beras beserta kemasan juga telah dilakukan sehingga BULOG siap melaksanakan penyaluran setelah seluruh persyaratan administrasi dan data penerima tersedia.
Namun, proses penyaluran masih menunggu data nama penerima bantuan dari Kementerian Sosial. Data tersebut diperlukan sebagai dasar untuk memastikan bantuan disalurkan kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.
“Suratnya sudah keluar. Untuk kemasan dan berasnya juga sudah siap semuanya. Tinggal menunggu nama-nama penerima yang belum kami terima dari Kementerian Sosial. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ke depan sudah bisa keluar dan segera kita salurkan,” jelas Ahmad Rizal.
Menurutnya, kesiapan stok dan kemasan menjadi bagian penting agar pelaksanaan penyaluran dapat segera dilakukan ketika data penerima telah tersedia. Dengan persiapan tersebut, BULOG dapat melanjutkan tahapan distribusi sesuai mekanisme dan penugasan pemerintah.
Ahmad Rizal menegaskan, BULOG siap menjalankan berbagai penugasan pemerintah, mulai dari pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), penyaluran beras SPHP, hingga bantuan pangan kepada masyarakat.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pasokan beras sekaligus mendukung stabilitas pangan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan.
Menjelang akhir tahun, penguatan pengelolaan stok dan distribusi pangan menjadi salah satu perhatian penting untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang periode Natal dan Tahun Baru. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait terus diperlukan agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.
Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Pelaksanaan GPM Nasional di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Di Makassar, dukungan BULOG melalui penyediaan komoditas, penyaluran 300 paket beras premium, serta kolaborasi dengan ID FOOD dan pemerintah daerah memperkuat pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sinergi ini juga melibatkan mitra usaha dan UMKM lokal yang berpartisipasi menyediakan berbagai produk pangan bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk kerja bersama untuk mendekatkan akses pangan sekaligus memperluas manfaat kegiatan di daerah.
BULOG menegaskan akan terus mengoptimalkan pengelolaan stok dan distribusi pangan serta menjalankan berbagai program stabilisasi sesuai penugasan pemerintah. Dukungan tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan tetap tersedia, membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, serta memperkuat daya beli.
Melalui GPM Nasional dan berbagai program pangan lainnya, pemerintah bersama BULOG, ID FOOD, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait terus memperkuat koordinasi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui ketersediaan bahan pangan di lokasi kegiatan, tetapi juga melalui kesinambungan program stabilisasi dan bantuan pangan yang dilaksanakan sesuai penugasan pemerintah.
Dengan semangat Hari Pangan Sedunia melalui tema “Berinovasi Kini, Menjaga Pangan Masa Depan”, pelaksanaan GPM menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kepedulian terhadap kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendorong kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan secara berkelanjutan. (iz)






