Journalist Independent, ROMA – Real Madrid meraih kemenangan dramatis setelah menaklukkan AS Roma dengan skor 4-3 dalam pertandingan Liga Champions di Stadion Olimpico, Kamis (15/10) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol pada babak kedua, Los Blancos menunjukkan mentalitas pantang menyerah dengan mencetak tiga gol pada menit-menit akhir pertandingan.
AS Roma sebenarnya berada di posisi menguntungkan setelah unggul 3-1 melalui gol Marten de Roon dan dua gol Donyell Malen. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Real Madrid bangkit melalui Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger.
Hasil ini memberikan tambahan tiga poin bagi Real Madrid dalam persaingan fase liga Liga Champions. Berdasarkan informasi klasemen dalam laporan pertandingan, Madrid menempati peringkat kedelapan dengan enam poin. Sementara itu, AS Roma berada di posisi ke-25 dengan koleksi satu poin, demikian laporan laman resmi UEFA.
Kemenangan tersebut menjadi bukti pentingnya menjaga konsentrasi hingga peluit akhir. Bagi Roma, kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi pukulan besar setelah mereka sempat mengendalikan jalannya pertandingan dan membuat pertahanan Madrid berada dalam tekanan.
AS Roma Menekan Sejak Awal Pertandingan
Bermain di hadapan pendukung sendiri, AS Roma langsung memperlihatkan permainan agresif. Tim tuan rumah berusaha mengambil inisiatif serangan dan memanfaatkan dukungan suporter untuk menekan pertahanan Real Madrid.
Peluang pertama hadir pada menit kelima ketika Mario Hermoso melepaskan tembakan melengkung ke arah gawang. Namun, kiper Madrid, Thibaut Courtois, tampil sigap dengan menepis bola sehingga ancaman tersebut tidak menghasilkan gol.
Roma kembali mendapatkan kesempatan sembilan menit kemudian. Paulo Dybala melepaskan tembakan yang mengarah ke sisi kiri gawang, tetapi bola melebar tipis. Peluang itu memperlihatkan kemampuan tuan rumah menciptakan ancaman melalui pergerakan pemain depan.
Tekanan Roma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-20. Berawal dari umpan terobosan Matias Soule, Marten de Roon berhasil menyelesaikan peluang dan membawa timnya unggul 1-0.
Real Madrid tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Lima menit setelah gol pembuka Roma, Kylian Mbappe mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan Yan Diomande, Mbappe melepaskan tembakan keras yang berubah arah setelah mengenai kaki Gianluca Mancini.
Perubahan arah bola membuat Pierluigi Gollini kesulitan mengantisipasi tembakan tersebut. Skor pun berubah menjadi 1-1 dan membuka kembali persaingan kedua tim.
Madrid bahkan hampir berbalik unggul pada menit ke-31. Marc Cucurella mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan mendatar, tetapi bola melebar tipis dari tiang kiri gawang Roma. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih berusaha mencari celah untuk mencetak gol tambahan.
Dua Gol Malen Bawa Roma Menjauh
Memasuki babak kedua, AS Roma kembali meningkatkan intensitas serangan. Perubahan pendekatan permainan membuat tuan rumah mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya di area pertahanan Madrid.
Pada menit ke-51, Donyell Malen membawa Roma kembali unggul. Ia berhasil memaksimalkan umpan terobosan Rodrigo Mora dan menuntaskannya menjadi gol untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain Roma. Mereka terus menekan dan memanfaatkan celah yang muncul di lini belakang Los Blancos.
Enam menit kemudian, Malen kembali mencetak gol. Kali ini, ia menerima umpan terobosan Matias Soule sebelum menaklukkan Courtois. Roma pun menjauh dengan keunggulan 3-1 pada menit ke-57.
Keunggulan dua gol membuat Roma berada dalam posisi yang menjanjikan. Sebaliknya, Real Madrid menghadapi tantangan besar untuk membalikkan keadaan di tengah waktu pertandingan yang semakin terbatas.
Madrid sempat merayakan gol tambahan melalui Mbappe pada menit ke-67. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit Francois Letexier karena posisi offside. Keputusan itu membuat Madrid harus melanjutkan perjuangan untuk mengejar ketertinggalan tanpa tambahan gol.
Kebangkitan Madrid Dimulai Menit Ke-83
Real Madrid terus berusaha menekan meski Roma masih unggul 3-1. Perjuangan tim tamu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83 melalui Carlos Espi.
Gol tersebut bermula dari situasi kemelut di depan gawang Roma setelah Endrick menyambut bola dengan sundulan. Carlos Espi kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2.
Wasit meninjau situasi gol sebelum akhirnya mengesahkannya. Keputusan tersebut menjaga peluang Madrid untuk menyamakan kedudukan dan memberikan dorongan bagi para pemain untuk terus menyerang.
Hanya dua menit berselang, Real Madrid kembali mencetak gol. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Arda Guler, Endrick menyambut bola melalui sundulan yang gagal dihalau Gollini.
Gol pada menit ke-85 itu membuat skor berubah menjadi 3-3. Dalam waktu singkat, Madrid berhasil menghapus keunggulan dua gol Roma dan mengubah tekanan pertandingan menjadi milik tim tamu.
Roma yang sebelumnya tampak menguasai keadaan kini harus menghadapi tekanan besar. Para pemain tuan rumah dituntut menjaga pertahanan ketika Madrid terus mencari peluang untuk mencetak gol penentu kemenangan.
Rudiger Jadi Penentu Kemenangan Dramatis
Drama di Stadion Olimpico belum berakhir setelah kedua tim kembali berada dalam kedudukan imbang. Real Madrid terus memanfaatkan bola mati sebagai salah satu cara untuk menembus pertahanan Roma.
Pada menit ke-90, Arda Guler kembali mengambil tanggung jawab mengeksekusi sepak pojok. Antonio Rudiger berhasil memenangi duel udara dan mengarahkan sundulan ke gawang Roma.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 4-3 untuk keunggulan Real Madrid sekaligus melengkapi kebangkitan luar biasa Los Blancos. Setelah tertinggal 1-3, mereka berhasil mencetak tiga gol untuk membalikkan keadaan menjelang berakhirnya pertandingan.
Kemenangan ini memperlihatkan bahwa peluang Madrid tetap terbuka selama pertandingan belum selesai. Ketajaman dalam memanfaatkan situasi bola mati menjadi salah satu faktor penting yang membantu mereka membalikkan keadaan.
Sebaliknya, AS Roma harus mengevaluasi kemampuan mempertahankan keunggulan, terutama ketika memasuki fase akhir pertandingan. Keunggulan 3-1 yang sempat terlihat aman akhirnya hilang akibat tiga gol Madrid dalam rentang waktu singkat.
Tambahan tiga poin membuat Real Madrid menjaga persaingan di papan klasemen fase liga Liga Champions. Dengan kemenangan 4-3 tersebut, Los Blancos meninggalkan Stadion Olimpico membawa hasil penting, sedangkan Roma harus menerima kekalahan menyakitkan setelah gagal mempertahankan keunggulan di hadapan pendukungnya sendiri.






