Peta kekuatan partai politik di Sulawesi Selatan tidak hanya terlihat dari komposisi kepala daerah. Persaingan juga tergambar dari keterwakilan partai di DPR RI, tempat 24 wakil rakyat asal Sulsel memperjuangkan aspirasi masyarakat dari tiga daerah pemilihan (dapil).
Pada Pemilu 2024, Sulsel terbagi menjadi tiga dapil DPR RI. Dapil Sulsel I memperoleh delapan kursi, Dapil Sulsel II sembilan kursi, sedangkan Dapil Sulsel III tujuh kursi. Totalnya, 24 anggota DPR RI terpilih mewakili Sulawesi Selatan untuk periode 2024–2029.
Jika dilihat berdasarkan partai politik, Gerindra dan Golkar menjadi dua kekuatan yang menonjol. Gerindra meraih enam kursi, disusul NasDem dengan lima kursi. Golkar memperoleh empat kursi, sementara PAN meraih tiga kursi.
Adapun PKB, PKS, dan Demokrat masing-masing mendapatkan dua kursi. PDIP memperoleh satu kursi. Dengan komposisi tersebut, delapan partai politik memiliki wakil dari Sulsel di DPR RI periode 2024–2029.
Berikut sebaran anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan berdasarkan dapil dan partai politik:
Dapil Sulsel I — 8 kursi
– Syamsu Rizal (PKB)
– Azikin Solthan (Gerindra)
– Andi Ridwan Wittiri (PDIP)
– Hamka Baco Kady (Golkar)
– Achmad Daeng Se’re (NasDem)
– Rudianto Lallo (NasDem)
– Meity Rahmatia (PKS)
– Ashabul Kahfi (PAN)
Dapil Sulsel II — 9 kursi
– Andi Muawiyah Ramly (PKB)
– Andi Amar Ma’ruf Sulaiman (Gerindra)
– Andi Iwan Darmawan Aras (Gerindra)
– Nurdin Halid (Golkar)
– Taufan Pawe (Golkar)
– Teguh Iswara Suardi (NasDem)
– Ismail (PKS)
– Andi Yuliani Paris (PAN)
– Andi Muzakkir Aqil (Demokrat)
Dapil Sulsel III — 7 kursi
– Unru Baso (Gerindra)
– La Tinro La Tunrung (Gerindra)
– Agustina Mangande (Golkar)
– Rusdi Masse Mappasessu (NasDem)
– Eva Stevany Rataba (NasDem)
– Muslimin Bando (PAN)
– Frederik Kalalembang (Demokrat)
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan partai di tingkat nasional tidak sepenuhnya sama dengan peta kepala daerah. Gerindra, misalnya, tercatat memiliki jumlah kepala daerah terbanyak dalam infografik yang dibahas, sekaligus memperoleh enam kursi DPR RI dari Sulsel.
Namun, NasDem juga memiliki posisi penting dengan lima wakil di Senayan. Sementara Golkar, yang memiliki sejarah panjang dalam politik Sulsel, masih mempertahankan empat kursi DPR RI.
Jika disandingkan dengan dinamika politik di daerah, peta ini menunjukkan bahwa persaingan partai di Sulsel berlangsung di beberapa lapisan sekaligus: kepemimpinan eksekutif daerah, perolehan kursi DPRD, dan keterwakilan di DPR RI. Ketiganya menjadi ukuran berbeda untuk membaca kekuatan politik partai di provinsi ini.
Gerindra Unggul dalam Sebaran Kepala Daerah
Sebaran kepala daerah menjadi salah satu gambaran penting untuk melihat jangkauan partai politik di daerah. Dengan 12 dari 24 daerah dalam daftar, Gerindra tercatat memiliki jumlah kepala daerah terbanyak dibandingkan partai lainnya.
Namun, angka tersebut perlu dibaca sesuai konteks. Infografik mengelompokkan kepala daerah berdasarkan partai politik yang dicantumkan, sehingga data itu tidak otomatis menunjukkan seluruh partai pengusung dalam Pilkada 2024. Selain itu, afiliasi politik kepala daerah dapat berubah setelah pemilihan.
Untuk melihat kekuatan politik secara lebih utuh, jumlah kepala daerah perlu dibandingkan dengan perolehan kursi DPRD di setiap kabupaten/kota, bukan hanya kursi DPRD provinsi. Data kursi lokal untuk seluruh 24 daerah perlu diperiksa satu per satu agar perbandingan tidak keliru.
Dengan demikian, peta politik Sulsel memperlihatkan dua hal berbeda: Gerindra unggul dalam jumlah kepala daerah yang tercantum pada infografik, sedangkan NasDem masih menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD provinsi. Kedua indikator ini memberi gambaran berbeda tentang kekuatan partai di Sulawesi Selatan.
Gowa Beralih ke Gerindra, Darmawangsyah Pimpin Pemerintahan Usai Husniah Diberhentikan
Kabupaten Gowa juga menjadi sorotan dalam peta politik kepala daerah di Sulawesi Selatan. Daerah yang sebelumnya dipimpin Sitti Husniah Talenrang kini berada di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Darmawangsyah Muin, kader Partai Gerindra.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan pemberhentian Husniah pada 14 Oktober 2026. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan permohonan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian bupati. Dalam keputusan yang sama, Darmawangsyah ditunjuk sebagai Plt Bupati Gowa.
Perubahan kepemimpinan ini membuat posisi Gerindra di Gowa semakin menarik untuk dicermati. Dalam infografik sebaran kepala daerah berdasarkan partai politik yang digunakan dalam pemberitaan ini, Gowa tercatat sebagai salah satu daerah yang dipimpin kader Gerindra. Darmawangsyah, yang sebelumnya menjabat wakil bupati, kini menjalankan roda pemerintahan setelah pemberhentian Husniah.
Situasi di Gowa sekaligus menunjukkan bahwa peta politik daerah tidak hanya ditentukan oleh hasil Pilkada, tetapi juga dapat berubah akibat proses hukum dan mekanisme pemerintahan. Bagi Gerindra, kepemimpinan Darmawangsyah menjadi bagian penting dari konstelasi politik di Sulawesi Selatan, terutama karena Gowa merupakan salah satu daerah dengan jumlah pemilih dan pengaruh politik yang besar.
Meski demikian, pergantian dari Husniah ke Darmawangsyah perlu dibaca secara tepat: perubahan kepemimpinan pemerintahan tidak serta-merta berarti seluruh konfigurasi politik di Gowa ikut berubah. Dinamika partai di DPRD, dukungan politik, dan proses penetapan bupati definitif tetap menjadi faktor yang perlu dicermati.





