Journalist Independent, SINJAI – Siming, 60 tahun, meninggal dunia setelah kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Karampuang, Desa Bontolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa dini hari.
Empat rumah semi permanen hangus terbakar dalam kejadian tersebut, dengan total kerugian materi ditaksir mencapai Rp750 juta.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.30 Wita itu diduga bermula dari hubungan pendek arus listrik di rumah yang ditempati Siming.
Api kemudian membesar dan merambat ke sejumlah rumah di sekitarnya sebelum petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kobaran.
Kepala Pemadam Kebakaran Sinjai, Tamzil Binawan, mengatakan petugas menemukan korban meninggal dunia ketika melakukan pencarian di antara puing-puing bangunan yang terbakar. Jenazah perempuan lanjut usia tersebut selanjutnya dievakuasi menggunakan kantong jenazah.
Petugas membawa jenazah korban ke puskesmas sebelum menyerahkannya kepada keluarga. Kabar mengenai penemuan tersebut membuat keluarga Siming menangis karena korban tidak berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran yang melanda rumahnya.
Berdasarkan keterangan warga yang diterima petugas, Siming diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Kondisi kesehatannya yang kurang baik diduga membuat korban kesulitan menyelamatkan diri ketika api mulai membesar.
Api Membesar Saat Warga Beristirahat
Kebakaran terjadi ketika sebagian besar warga sedang beristirahat pada dini hari. Api yang diduga berasal dari rumah korban dengan cepat membesar sebelum merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Bangunan yang didominasi material kayu membuat api mudah menjalar dan sulit dikendalikan ketika kobaran mulai membesar. Akibatnya, empat rumah semi permanen tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar.
Warga yang mengetahui kejadian itu sempat berusaha memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk membantu mengendalikan kobaran.
Namun, besarnya api membuat upaya awal warga tidak mampu menghentikan perambatan ke bangunan lain. Kondisi tersebut memperbesar dampak kebakaran, terutama karena rumah-rumah yang berada di sekitar titik awal api turut terancam.
Dugaan awal menunjukkan kebakaran berasal dari hubungan pendek arus listrik di rumah yang ditempati Siming. Meski demikian, informasi tersebut masih merupakan dugaan sementara dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama kebakaran.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber api dan penyebab kejadian. Karena itu, dugaan korsleting listrik belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan akhir mengenai kebakaran yang menewaskan seorang warga tersebut.
Kemarau dan Jarak Lokasi Hambat Pemadaman
Upaya pemadaman menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kejadian. Tamzil menjelaskan, kondisi kemarau menyebabkan ketersediaan air berkurang sehingga menyulitkan warga maupun petugas dalam mengendalikan api.
Keterbatasan air menjadi persoalan ketika petugas harus menghadapi kobaran yang telah menjalar ke beberapa bangunan. Di sisi lain, material rumah yang mudah terbakar membuat api berpotensi terus merambat selama proses pemadaman berlangsung.
Pemadam Kebakaran Sinjai mengerahkan dua unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran tersebut. Namun, jarak lokasi kejadian yang cukup jauh dari pos pemadam membuat petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk tiba di tempat kejadian perkara.
Waktu tempuh tersebut menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran. Ketika petugas tiba, api sudah membesar sehingga upaya pemadaman harus dilakukan untuk mengendalikan kobaran yang telah menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.
Tamzil menjelaskan kendala jarak tersebut turut memengaruhi kondisi penanganan kebakaran saat petugas tiba di lokasi.
“Jarak lokasi kebakaran dengan pos Damkar Sinjai menjadi kendala sehingga api sudah membesar ketika petugas tiba,” katanya.
Setelah tiba di lokasi, petugas pemadam kebakaran bekerja bersama warga untuk memadamkan api. Upaya tersebut dilakukan hingga kobaran berhasil dikendalikan, meskipun empat rumah semi permanen sudah telanjur hangus terbakar.
Korban Ditemukan di Antara Puing Bangunan
Setelah proses pemadaman berlangsung, petugas melakukan pencarian untuk memastikan keberadaan korban di dalam bangunan yang terbakar. Siming kemudian ditemukan meninggal dunia di antara puing-puing rumahnya.
Penemuan tersebut menjadi dampak paling serius dalam kebakaran yang melanda Dusun Karampuang. Korban tidak berhasil menyelamatkan diri, sementara kondisi bangunan yang terbakar menyisakan puing-puing yang harus diperiksa petugas.
Jenazah korban dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke puskesmas. Setelah proses tersebut, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk penanganan selanjutnya.
Petugas gabungan dari pemadam kebakaran, TNI, dan Polri turut melakukan penyisiran di sekitar bangunan yang terbakar. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi telah selesai.
Keluarga korban menangis ketika mengetahui Siming ditemukan meninggal dunia. Peristiwa tersebut menambah dampak kebakaran yang tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga merenggut nyawa seorang perempuan lanjut usia.
Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan bahwa Siming tinggal seorang diri dan memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Meski demikian, belum ada keterangan terperinci mengenai keadaan korban sesaat sebelum kebakaran terjadi.
Kerugian Kebakaran Ditaksir Rp750 Juta
Kebakaran tersebut menghanguskan empat rumah semi permanen dan menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp750 juta. Nilai tersebut menggambarkan besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh api di permukiman warga.
Namun, rincian kerugian untuk setiap rumah maupun jumlah harta benda yang ikut terbakar belum dijelaskan secara terperinci. Informasi yang tersedia baru menyebutkan perkiraan total kerugian dari kejadian tersebut.
Selain kerugian materi, kebakaran juga menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban merupakan Siming, perempuan berusia 60 tahun yang diketahui tinggal seorang diri di rumah yang diduga menjadi titik awal munculnya api.
Dugaan hubungan pendek arus listrik masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran. Informasi mengenai sumber api perlu dipastikan sebelum pihak berwenang dapat menetapkan penyebab kejadian tersebut.
Peristiwa di Kecamatan Sinjai Barat ini memperlihatkan besarnya dampak kebakaran ketika api cepat merambat, sumber air terbatas, dan lokasi kejadian cukup jauh dari pos pemadam. (*)






