Journalist Independent, ACEH – Gempa bumi bermagnitudo 5,4 mengguncang wilayah barat daya Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, Selasa, 20 Oktober 2026, malam. Getaran gempa yang berpusat di laut tersebut dirasakan di delapan wilayah Aceh, tetapi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Yoga Al Ma’ruf, menjelaskan lokasi pusat gempa berada di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Meulaboh, dengan kedalaman 74 kilometer.
“Lokasi gempa berada di 3.79 LU, 95.72 BT atau sekitar 59 km barat daya Meulaboh, Aceh Barat di kedalaman 74 km,” kata Yoga Al Ma’ruf, Selasa malam.
Berdasarkan data awal BMKG, gempa terjadi pukul 23.29.35 WIB dengan pusat pada koordinat 3,79 derajat Lintang Utara dan 95,72 derajat Bujur Timur.
BMKG menyatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat di wilayah yang merasakan getaran diminta tetap tenang dan memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas kegempaan.
Delapan Wilayah Aceh Merasakan Getaran
Berdasarkan laporan BMKG, getaran gempa dirasakan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Simeulue, Bener Meriah, Nagan Raya, Aceh Besar, serta Kota Banda Aceh.
Tingkat guncangan berbeda di setiap wilayah berdasarkan estimasi intensitas gempa yang disusun BMKG. Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Nagan Raya mengalami intensitas III–IV MMI.
Sementara itu, Kabupaten Aceh Selatan dan Simeulue tercatat mengalami intensitas III MMI. Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar berada pada skala II–III MMI, sedangkan Kabupaten Bener Meriah mengalami intensitas II MMI.
Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity menggambarkan tingkat guncangan berdasarkan dampak yang dirasakan masyarakat dan kondisi lingkungan. Skala tersebut berbeda dari magnitudo yang menunjukkan ukuran energi gempa.
Pada intensitas III MMI, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah, terutama oleh orang yang sedang beristirahat atau berada dalam keadaan diam. Getaran tersebut dapat menyerupai sensasi ketika kendaraan berat melintas di dekat bangunan.
Adapun intensitas IV MMI menunjukkan guncangan yang lebih kuat dan dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah. Benda-benda yang tergantung atau bagian tertentu dari bangunan juga dapat bergetar.
BMKG memperkirakan guncangan mencapai intensitas IV MMI di Kecamatan Samatiga, Johan Pahlawan, dan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat.
Meski demikian, estimasi intensitas tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh bangunan di wilayah terdampak mengalami kerusakan. Kondisi sebenarnya di lapangan perlu dipastikan melalui laporan masyarakat dan pemeriksaan pihak berwenang.
BMKG Perbarui Parameter Gempa
Dalam laporan awal, BMKG mencatat gempa bermagnitudo 5,4 dengan kedalaman 74 kilometer. Namun, analisis lanjutan memperbarui parameter gempa menjadi magnitudo 5,1 dengan kedalaman 56 kilometer.
Hasil pemutakhiran juga mencatat episenter pada koordinat 3,79 derajat LU dan 95,78 derajat BT, atau sekitar 55 kilometer barat daya Kota Meulaboh.
Perbedaan tersebut menunjukkan adanya pemutakhiran parameter setelah data seismik dianalisis lebih lanjut. Karena itu, data awal dan hasil pemutakhiran perlu dibedakan ketika menjelaskan karakteristik gempa tersebut.
BMKG mengategorikan kejadian ini sebagai gempa tektonik yang terjadi di Samudra Hindia, kawasan pantai barat Sumatra, Aceh Barat.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas subduksi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault.
Subduksi merupakan proses ketika satu lempeng tektonik bergerak menunjam ke bawah lempeng lainnya. Aktivitas tersebut dapat memicu gempa ketika tekanan yang terakumulasi di kawasan pertemuan lempeng dilepaskan.
Adapun mekanisme sesar naik menggambarkan pergerakan batuan akibat tekanan yang mendorong satu bagian naik relatif terhadap bagian lainnya.
Meski begitu, karakteristik sumber gempa tidak dapat digunakan sendirian untuk memastikan tingkat kerusakan di permukaan. Kedalaman sumber, jarak dari permukiman, kondisi tanah, dan kekuatan bangunan turut memengaruhi dampak guncangan.
Yoga Sampaikan Lokasi Pusat Gempa
Keterangan Yoga Al Ma’ruf menjadi penjelasan langsung dari petugas BMKG setempat mengenai lokasi dan kedalaman gempa yang mengguncang wilayah Aceh Barat.
Dalam laporan yang diberitakan ANTARA, Yoga menyampaikan koordinat pusat gempa beserta jaraknya dari Meulaboh kepada wartawan pada Selasa malam.
Sementara itu, BMKG melalui keterangan resminya menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“ Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian imbauan BMKG dalam keterangan resmi mengenai gempa tersebut.
Selain meminta masyarakat tetap tenang, BMKG mengimbau warga menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat guncangan.
Imbauan itu penting untuk mengurangi risiko cedera apabila terdapat bagian bangunan yang tidak lagi aman ditempati setelah gempa.
Belum Terdeteksi Gempa Susulan
BMKG menyampaikan bahwa hingga pukul 23.50 WIB pada Selasa, 20 Oktober 2026, pemantauan belum menunjukkan aktivitas gempa susulan setelah kejadian utama.
Namun, keterangan tersebut hanya menggambarkan kondisi pemantauan sampai waktu yang disebutkan. Informasi itu tidak menjamin bahwa gempa susulan tidak akan terjadi setelahnya.
Karena itu, masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.
Warga juga disarankan memeriksa kondisi rumah dan bangunan setelah guncangan berhenti. Jika ditemukan retakan pada bagian struktur atau kerusakan yang berpotensi membahayakan, masyarakat sebaiknya menghindari bangunan tersebut sampai dinyatakan aman.
Saat gempa terjadi, masyarakat perlu melindungi kepala dan tubuh serta berlindung di tempat yang aman. Setelah guncangan berhenti, warga dapat keluar dengan hati-hati apabila bangunan berisiko mengalami kerusakan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan kabar mengenai tsunami, korban jiwa, maupun kerusakan bangunan tanpa konfirmasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga laporan parameter gempa tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan terverifikasi dalam sumber yang dirujuk mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan akibat gempa Meulaboh. (*)






