Lulusan Akpol 1994, Mengawali Karier di Korps Brimob
Irjen Pol. M. Awal Chairuddin dipercaya menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan dalam mutasi terbaru Polri. Perwira tinggi kelahiran Makassar tersebut menggantikan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro yang mendapat penugasan baru di Mabes Polri.
Penunjukan Awal menjadi Kapolda Sulsel menambah perjalanan panjang kariernya di institusi kepolisian. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu telah mengemban berbagai tugas, mulai dari satuan operasional, kepolisian kewilayahan, pengawasan internal, hingga jabatan strategis di tingkat Mabes Polri.
Selain pengalaman di bidang kepolisian, Awal juga memiliki latar belakang pendidikan akademik hingga jenjang doktoral. Ia meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik dari Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Januari 2024.
M. Awal Chairuddin lahir di Makassar pada 3 Desember 1971. Ia merupakan lulusan Akpol 1994 dan mengawali pengabdiannya sebagai perwira pertama di Korps Brigade Mobil (Brimob).
Dalam perjalanan kariernya, Awal kemudian menjalani sejumlah penugasan di lingkungan Polda Jawa Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), ia melanjutkan pengembangan karier melalui berbagai penugasan di institusi Polri.
Awal juga menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri pada Desember 2008. Setelah itu, ia bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya dan menempati sejumlah posisi penting.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya menduduki jabatan di tingkat yang lebih tinggi.
Awal Chairuddin memiliki pengalaman dalam berbagai jabatan kewilayahan dan struktural. Ia pernah menjabat Sekretaris Pribadi Wakapolri, Kapolres Subang, Wakapolrestabes Bandung, Kaden C Biro Paminal Divpropam Polri, Kapolres Bekasi, hingga Kapolres Metro Jakarta Utara.
Salah satu penugasan yang menonjol dalam perjalanan kariernya adalah ketika dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada periode 2017–2019.
Penugasan tersebut dijalankan setelah Awal menjabat Kapolres Metro Jakarta Utara. Sebagai ajudan wakil presiden, ia berada dalam lingkungan kerja yang berkaitan dengan aktivitas dan agenda pimpinan negara.
Pada akhir 2018, ketika masih menjalankan tugas sebagai ajudan Jusuf Kalla, Awal mendapat promosi menjadi Brigadir Jenderal Polisi. Ia kemudian ditugaskan sebagai Widyaiswara Madya di Sespim Lemdiklat Polri.
Promosi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya menuju jajaran perwira tinggi Polri.
Setelah itu, Awal kembali menjalani sejumlah penugasan di lingkungan kepolisian, termasuk sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri dan Analis Kebijakan Utama di Bareskrim Polri.
Ia kemudian mendapat penugasan di Divisi Hukum Polri sebelum memperoleh kepercayaan untuk memimpin Polda Sulawesi Selatan.
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Sulsel, Awal Chairuddin mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi pada Juni 2026. Pada periode yang sama, ia dipercaya menjabat Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I di Divisi Hukum Polri.
Kenaikan pangkat tersebut menempatkannya pada jenjang perwira tinggi dengan pangkat bintang dua.
Sepanjang kariernya, Awal telah menjalani penugasan di berbagai bidang, mulai dari operasional, pembinaan personel, pengawasan internal, pendidikan kepolisian, hingga bidang hukum. Pengalaman lintas fungsi tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum mendapat penugasan sebagai Kapolda Sulsel.
Sebagai pimpinan kepolisian di Sulawesi Selatan, jabatan Kapolda menempatkannya pada tanggung jawab untuk memimpin pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah tersebut, termasuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Di luar karier kepolisian, Awal Chairuddin juga menempuh pendidikan akademik hingga jenjang doktoral di Universitas Negeri Makassar.
Ia meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik setelah menjalani sidang promosi terbuka pada 9 Januari 2024. Disertasinya berjudul “Optimalisasi Peran Bhabinkamtibmas dalam Membangun Public Trust”.
Penelitian tersebut membahas peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap Polri.
Dalam kajian itu, kepercayaan masyarakat ditempatkan sebagai salah satu aspek penting dalam optimalisasi peran Bhabinkamtibmas.
Penelitian tersebut juga menyoroti pendekatan pemolisian masyarakat atau community policing, yakni kerja sama antara polisi dan masyarakat dengan melibatkan unsur terkait, seperti Babinsa dan lurah, untuk mendeteksi serta mencari solusi atas berbagai persoalan keamanan dan ketertiban.
Pendekatan tersebut menekankan pentingnya kedekatan aparat dengan masyarakat, komunikasi yang terbuka, serta keterlibatan warga dalam mengidentifikasi persoalan di lingkungannya.
Tema disertasi itu berkaitan dengan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian, yaitu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Kepercayaan publik menjadi unsur yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pelayanan, pencegahan gangguan keamanan, dan penyelesaian persoalan di tingkat komunitas.
Selain berkarier di kepolisian dan menempuh pendidikan akademik, Awal Chairuddin juga aktif dalam dunia olahraga.
Ia dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI) untuk periode 2023–2028.
Dalam kapasitas tersebut, Awal terlibat dalam kepengurusan organisasi yang menaungi cabang olahraga soft tennis di Indonesia. Keterlibatan itu menjadi bagian lain dari aktivitasnya di luar tugas kedinasan kepolisian.
Pada September 2026, Awal juga disebut mendampingi langsung tim Soft Tennis Indonesia dalam ajang Asian Games Nagoya.






