JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkap alasan kapal induk pertama TNI diberi nama KRI Sriwijaya-100.
Menurut Ali, nama Sriwijaya dipilih karena memiliki kaitan kuat dengan sejarah kemaritiman Nusantara. Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai salah satu kekuatan maritim besar yang pernah berkembang di wilayah Nusantara.
“Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu,” kata Ali setelah acara peresmian nama KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).
Ali mengatakan Sriwijaya pada masanya merupakan kerajaan maritim yang berjaya dan memiliki pengaruh besar terhadap kekuasaan laut di kawasan Nusantara.
Karena itu, nilai-nilai sejarah tersebut diharapkan dapat menjadi semangat bagi Indonesia dalam memperkuat kembali identitas sebagai negara maritim melalui kehadiran KRI Sriwijaya-100.
“Harapannya dengan penamaan itu, kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu ya,” ujar Ali.
Alasan pemilihan nama Sriwijaya juga disampaikan dalam narasi upacara pemberian nama kapal Republik Indonesia (KRI) yang digelar di Tanjung Priok.
Dalam narasi tersebut disebutkan bahwa Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya.
“Berpusat di sekitar wilayah Palembang dan berkembang sejak sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi, Sriwijaya tumbuh sebagai kekuatan politik, perdagangan, dan keagamaan yang memiliki pengaruh luas,” kata narator dalam upacara.
Letak Sriwijaya yang strategis disebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan kerajaan tersebut menguasai jalur perdagangan penting, terutama di kawasan Selat Malaka.
Pengaruh Sriwijaya kemudian menjangkau berbagai wilayah di Sumatera, Semenanjung Malaya, Jawa, hingga kawasan Asia Tenggara lainnya.
Penguasaan terhadap jalur perdagangan laut dan kemampuan membangun jaringan hubungan antardaerah membuat Sriwijaya memiliki posisi penting dalam sejarah kemaritiman Nusantara.
“Penguasaannya terhadap jalur perdagangan laut dan kemampuannya membangun jaringan hubungan antardaerah, menunjukkan peran besar Sriwijaya dalam membentuk konektivitas wilayah Kepulauan Nusantara pada masa lampau,” jelas narator.
Narator dalam upacara tersebut juga menjelaskan bahwa setelah Indonesia merdeka, sejarah Sriwijaya semakin sering digunakan dalam narasi pembangunan identitas nasional.
Sriwijaya antara lain dipandang sebagai salah satu landasan historis bagi gagasan Indonesia sebagai negara kepulauan dan konsep Wawasan Nusantara.
Dengan latar belakang tersebut, pemberian nama Sriwijaya pada kapal induk pertama TNI tidak hanya merujuk pada sejarah sebuah kerajaan masa lampau.
Nama tersebut juga dimaknai sebagai simbol kekuatan maritim, persatuan wilayah, serta orientasi Indonesia sebagai bangsa kepulauan.
“Oleh karena itu, nama Sriwijaya tidak hanya mempresentasikan kejayaan sebuah kerajaan masa lampau, tetapi juga menjadi simbol kekuatan maritim, persatuan wilayah, dan orientasi Indonesia sebagai bangsa kepulauan,” tutup narator. (bun)






