SULSEL, โ- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan mencatat peningkatan signifikan pada pelaksanaan tugas Satuan Tugas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Satgas Kamseltibcarlantas) dalam pelaksanaan Operasi Lilin Pallawa 2025.
โ
โDirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol. Karsiman melalui Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Dr. Amin Toha SH, MH, selama 14 hari pelaksanaan, terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, menunjukkan optimalisasi upaya preemtif, preventif, hingga penegakan hukum di seluruh wilayah hukum Polres jajaran Polda Sulsel.
โ
โ “Pada aspek Dikmas Lantas (preemtif) terjadi lonjakan kegiatan secara menyeluruh dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya, Minggu (3/1).
โ
โDari kegiatan bimbingan dan penyuluhan (binluh) yang pada 2024 nihil, meningkat menjadi 19.482 kali pada 2025. Sementara penyuluhan langsung kepada masyarakat (penluh) naik 48,7 persen dari 42.725 kali menjadi 63.542 kali, serta penyebaran dan pemasangan media keselamatan lalu lintas melonjak 136,6 persen menjadi 64.254 kali.
โ
โDi bidang preventif, Ditlantas Polda Sulsel juga mengintensifkan pengamanan dan koordinasi lintas sektor.
โ
โ Sterilisasi tempat ibadah dilakukan sebanyak 3.236 kali, koordinasi dengan pengelola tempat wisata mencapai 3.056 kali, serta koordinasi pengamanan perayaan malam tahun baru sebanyak 1.834 kali.
โ
โ”Untuk kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli di lokasi ibadah, wisata, dan pusat perayaan malam pergantian tahun tercatat sebanyak 19.853 kali, yang seluruhnya menunjukkan peningkatan 100 persen dibandingkan tahun 2024,” tegasnya.
โ
โPada aspek penegakan hukum (gakkum), AKBP Amin Toha menyampaikan bahwa penindakan berbasis elektronik melalui ETLE mengalami kenaikan tajam sebesar 245,6 persen, dari 1.613 pelanggaran pada 2024 menjadi 5.574 pelanggaran di 2025.
โ
โ”Tilang konvensional menurun drastis hingga hampir tidak dilakukan, sementara tindakan berupa teguran juga mengalami penurunan 34 persen, mencerminkan pergeseran pendekatan penegakan hukum yang lebih berbasis teknologi dan preventif,” tambah Amin Toha.
โ
โSementara itu, data kecelakaan lalu lintas menunjukkan jumlah kejadian meningkat 28 persen dari 228 kasus menjadi 292 kasus. Namun, jumlah korban meninggal dunia justru menurun dari 21 orang menjadi 20 orang atau turun 5 persen.
โ
โ Korban luka berat dan luka ringan masing-masing meningkat, seiring dengan kenaikan kerugian materiil sebesar 129 persen menjadi Rp721.150.000.
โ
โ “Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi strategis untuk memperkuat kebijakan keselamatan lalu lintas ke depan, khususnya dalam menekan fatalitas kecelakaan di wilayah Sulawesi Selatan,” pungkas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel. (*)
Tilang Konvensional Turun 34 Persen Tandai Berakhirnya Ops. Lilin 2025
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





