Journalist Independent.com, MAKASSAR – Peta persaingan tokoh asal Kawasan Timur Indonesia (KTI) dalam simulasi Pemilihan Presiden (Pilpres) mulai tergambar melalui survei yang dilakukan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Sejumlah nama bermunculan, ada nama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menko Hilirisasi Bahlil Lahadalia, Tamsil Linrung, Zainul Majdi, Anis Matta hingga Natalius Pigai.
Berdasarkan hasil survei Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi, dan Pengembangan LPPM Unhas, Amran dan Sjafrie tercatat memperoleh dukungan yang berdekatan, sementara hampir separuh responden belum menentukan pilihan.
Dari survei tersebut, Andi Amran Sulaiman memperoleh dukungan 19,22 persen. Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin berada pada angka 18,67 persen.
Selisih keduanya hanya 0,55 poin persentase. Hasil ini memperlihatkan bahwa kedua nama tersebut sama-sama muncul dalam preferensi responden pada simulasi tokoh asal Indonesia Timur.
Namun, temuan yang paling menonjol justru datang dari kelompok responden yang belum menyampaikan pilihan. Sebanyak 47,21 persen masuk dalam kategori tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihan.
Angka tersebut menjadi bagian terbesar dalam hasil simulasi. Artinya, hampir separuh responden belum menyatakan pilihan secara terbuka terhadap tokoh-tokoh yang masuk dalam daftar survei.
Besarnya kelompok ini juga menunjukkan bahwa hasil simulasi belum menggambarkan pilihan yang telah ditetapkan oleh mayoritas responden. Preferensi terhadap tokoh asal KTI masih beragam, sementara banyak responden belum menyebutkan nama yang dipilih.
Amran dan Sjafrie Catat Dukungan Berdekatan
Kepala Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi, dan Pengembangan LPPM Unhas, Prof Imam Mujahidin Fahmid, mengatakan dalam hasil simulasi tersebut, Andi Amran Sulaiman mencatat dukungan sebesar 19,22 persen. Menteri Pertanian yang berasal dari Sulawesi Selatan itu menjadi salah satu nama yang memperoleh perhatian dalam pemetaan preferensi warga Indonesia Timur.
Di bawahnya, terdapat Sjafrie Sjamsoeddin dengan perolehan 18,67 persen. Selisih yang tipis membuat angka kedua tokoh tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik dari hasil survei.
“Mereka sudah punya nama di Indonesia Timur, mereka juga sering keliling ke seluruh Indonesia, termasuk di KTI,” kata Prof Imam, Rabu (21/10/2026).
Selain Amran dan Sjafrie, nama Bahlil Lahadalia juga tercatat dalam daftar tokoh yang diuji. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut memperoleh dukungan sebesar 7,20 persen.
“Jangan lupa, ada faktor ketua partai yang bisa memunculkan nama itu. Jadi wajar kalau pak Bahlil ada di atas,” kata Prof Imam.
Sejumlah Tokoh Lain Masuk dalam Simulasi
Hasil survei Unhas turut mencatat nama Sherly Tjoanda Laos dengan dukungan 1,70 persen. Berikutnya, TGB Zainul Majdi memperoleh 1,10 persen, Tamsil Linrung sebesar 1,00 persen, dan Anis Matta sebesar 0,90 persen.
Nama-nama lain, di antaranya Natalius Pigai, Nasaruddin Umar, dan Paulus Waterpauw, juga tercatat dalam simulasi tersebut dengan perolehan masing-masing di bawah satu persen, bersama sejumlah kepala daerah dan politikus nasional asal KTI lainnya.
Temuan ini memperlihatkan beragamnya tokoh yang masuk dalam pemetaan preferensi masyarakat. Namun, angka dukungan tersebut tidak bisa dilepaskan dari besarnya kelompok responden yang belum menyampaikan pilihan.
Dengan 47,21 persen responden berada dalam kategori tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihan, hasil simulasi ini juga memperlihatkan bahwa sebagian besar jawaban belum mengarah pada satu nama tertentu secara terbuka.






