JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 42 kali gempa bumi mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak Rabu, 16 September 2026. Gempa terbaru terjadi pada Kamis pagi dengan magnitudo 2,6.
Berdasarkan data BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 04.59 WIB. Episenter berada di koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur.
Gempa berpusat di darat, sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung. BMKG mencatat kedalaman gempa mencapai 3 kilometer.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, dalam keterangan tertulis BMKG.
Gempa Bandung Terasa di Pangalengan dan Kertasari
BMKG mencatat warga di wilayah Pangalengan dan Kertasari merasakan getaran gempa dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah. Warga juga dapat merasakan guncangan seperti truk melintas.
Meski gempa terasa di sejumlah wilayah, BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan akibat aktivitas seismik tersebut.
BMKG Catat 42 Kejadian Gempa
Ana menjelaskan, gempa M 2,6 menjadi bagian dari rangkaian aktivitas seismik di Kabupaten Bandung. BMKG mencatat 42 kejadian gempa sejak 16 September hingga 17 September 2026 pukul 05.30 WIB.
“Sejak tanggal 16 September 2026 hingga tanggal 17 September pukul 05.30 WIB, tercatat sebanyak 42 kejadian gempa bumi,” jelas Ana.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan rangkaian gempa terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari kanal resmi. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi terbaru dari BMKG terkait perkembangan gempa. (*)






