JAKARTA โ Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak semakin luas pada Senin (7/9) pagi. Sebaran abu terpantau mengarah ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, Lampung, dan Jawa Barat.
Gunung Anak Krakatau diketahui mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam. Dalam perkembangan terbaru, abu vulkanik terdeteksi bergerak menjauhi puncak gunung dengan arah berbeda pada dua lapisan ketinggian.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 04.00 WIB, sebaran abu pada lapisan rendah berada pada ketinggian sekitar 15.000 kaki atau 4,57 kilometer.
Pada lapisan tersebut, abu bergerak dari arah tenggara menuju barat laut. Sebarannya mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.
“Abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau, terdeteksi pada dua lapisan ketinggian dengan arah sebaran berbeda,” demikian laporan BMKG, Senin pagi.
BMKG menyebut sebaran abu pada lapisan rendah berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah yang dilaluinya. Kondisi tersebut membuat masyarakat di kawasan terdampak perlu memperhatikan perkembangan informasi dan kondisi lingkungan sekitar.
Sementara itu, pada lapisan yang lebih tinggi, yakni sekitar 50.000 kaki atau 15,24 kilometer, sebaran abu bergerak ke arah barat daya hingga barat. Abu terpantau mencakup wilayah Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Berbeda dengan lapisan rendah, sebaran pada ketinggian tersebut terutama menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan karena berada di jalur lintasan pesawat udara.
“Pada ketinggian ini, sebaran abu terutama berdampak pada penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara,” lanjut BMKG.
BMKG juga memperkirakan sebaran abu vulkanik pada Senin pagi masih berpotensi meluas ke arah barat.
Masyarakat di wilayah yang terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta instansi terkait. Kondisi udara dan jarak pandang juga perlu menjadi perhatian selama masyarakat menjalankan aktivitas.
Perkembangan sebaran abu ini menjadi bagian dari dampak erupsi Anak Krakatau yang sejak beberapa hari terakhir turut memengaruhi aktivitas masyarakat dan penerbangan di sejumlah wilayah. (*)






