MAKASSAR, — Kasatlantas Polrestabes AKBP. Andi Husnaeni, mengklaim bahwa dirinya selama ini bekerja dan tidak mengakui bahwa pelanggar tidak memakai helm, Pak Ogah dan lawan arah semakin merajalela dikota ini, sementara fakta dilapangan berbicara lain, 29 Januari 2026.
“Gimana-gimana, kok sampe segitunya (pemberitaan media ini), justru kita berterima kasih klo diangkat seperti itu. Bukan berarti kita tidak ada kegiatan. Buktinya teman-teman disana itu setiap hari, kan kita ada Tim Patroli, kita tau sendiri yang di Frontage itu klo kita hadir, pada kabur semua (pak ogah), “jawab Husnaeni, yang ditemui di Aula Biru Ditlantas Polda Sulsel.
Akan tetapi, realita dilapangan justru berbanding terbalik dengan statement Andi Husnaeni, dimana Tim atau Patroli terkait penertiban Pak Ogah justru baru kemarin (28/01/2026) beraksi pada saat pemberitaan media ini naik. Sementara sebelumnya, dijalanan kota Makassar Pak Ogah justru semakin berjamur.
“Terkait pak Ogah itu bukan cuman Satlantas Polrestabes Makassar, tetapi Stakeholder, kita harus duduk bersama dengan Stake Holder untuk permasalahan itu, “lanjutnya.
Tetapi dengan secara tidak sadar, Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) pengaturan jalan serta Rekayasa lalulintas diambil alih oleh Pak Ogah yang dimana SDM mereka jauh dibawah SDM Personil Lantas. Sementara Kasatlantas Polrestabes mengakui telah menjabat selama 7 bulan, namun dari awal menjabat hingga saat ini tak pernah sekalipun mengagendakan pertemuan dengan Stake Holder terkait penanganan Pak Ogah.
”Nanti akan kami bahas dengan Stale Holder, saya baru 7 bulan menjabat pak, kegiatan kami setiap hari ada pak, “tambah Husnaeni dengan nada tinggi.
Bahkan Perwira Berpangkat Dua Bunga tersebut kedapatan berbohong kepada media ini, dimana dirinya menyebutkan jika Anggota Satlantas Polrestabes Makassar Rutin melakukan Mobile atau pemantauan arus disekitaran jalan Ir. Sutami (Samping Tol). Tapi pada kenyataannya dilapangan tidak sesuai dengan statementnya, hasil pantauan media ini tak satupun Personil yang melakukan Mobile pada jalur tersebut.
”Anggota kami sering Mobile disana (Ir. Sutami), mungkin pada saat bapak tidak ada anggota melintas atau tidak ketemu. Ada jam-jam tertentu, kan disana ada Pos Lantas 708 (Simpang Lima Bandara). Ada jam-jam tertentu pak, “ketusnya.
Bahkan dirinya ikhlas dianggap tidak bekerja atau tidur selama 7 bulan menjabat, dengan intonasi dan nada bicara yang agak tinggi, Andi Husnaeni seolah tidak setuju dengan pemberitaan media ini.
”Baik pak klo memang kami dianggap tidur, yang jelas kami bekerja, masa kami mau laporan sama bapak, “tegasnya.
Dirinya juga mengklaim bahwa dirinya punya banyak media dan akrab dengan beberapa media, bahkan didepan pintu ruangannya selalu ditunggu sekitaran 30 orang Wartawan.
”Saya akrab dengan media pak, bahkan setiap hari didepan pintu saya selalu ada sekitar 30 orang wartawan pak, “timpal Husnaeni.
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





