MAKASSAR, — Keberadaan Pak Ogah atau palimbang-limbang kian merajalela dan hampir kita dapati disetiap ruas jalan yang ada di Kota Makassar, seakan mereka mencoba mengambil peran dari Satuan Lalulintas pada jam-jam tertentu, 28 Januari 2026.
”Sebenarnya ada plus-minusnya itu keberadaan pak Ogah, karena bagi mereka pengendara yang kejar waktu merasa terbantu. Akan tetapi bagi pengendara tertib, kasian. Dikarenakan Pak Ogah seenaknya saja menghentikan kendaraan demi mendapatkan uang, “kata Andi Idham Jaya Gaffar, Ketua Umum LMR-RI Sulsel saat diminta tanggapannya.
Salah satu contoh, Dijalan Poros Hertasning sebelum batas kota antara Kabupaten Gowa dan Makassar, para Pak Ogah disana kadang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kemacetan ditambah lagi kondisi jalan yang rusak.
”Coba chek dijalan poros Hertasning, dijung itu sebelum menuju gerbang masuk Kabupaten Gowa dekat Citra Land. Pak Ogah disana itu seenak jidat saja mengatur kendaraan yang mau putar arah dan imbasnya tentu terjadinya kemacetan panjang, itu hampir setiap hari ditambah lagi kondisi jalan rusak, “lanjut Idham.
Sepanjang jalan poros Hertasning dapat kita dapati ada sekitar 5 titik spot Pak Ogah, sementara dijalan Boulevard ada 3 Spot, jalan poros AP Pettarani 3 Spot, jalan Veteran ada 5 Spot, jalan Urip Sumoharjo depan jalan RS Primaya, dan hampir kita dapati disemua ruas jalan. Hal ini tentunya menjadi promblematik kota besar yang harus dicarikan solusi agar kota Makasaar tisak menjadi kota dengan julukan Seribu Pak Ogah.
”Ruas-Ruas jalan diatas itu hanya sampel, belum jalan poros lain. Ini problem kota menuju kota besar memang dan harus dicarikan solusi, jangan sampai kota Makassar ini sama seperti kota Tangerang Selatan yang mendapat julukan kota Seribu Pak Ogah, “tambah Idham.
Salah seorang warga yang pernah mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan dari Pak Ogah menuturkan bahwa mobil miliknya pernah dipukul dikarenakan tidak memberi uang lantaran mobilnya telah dibantu untuk putar arah.
”Itu hari depannya Kimia Farma Hertasning, pas ka putar arah baru nda ada uang kecilku, jadi langsung na bantuka mutar itu pak Ogah, bilangjek “Terima Kasih Bos”, langsung na pukul mobil karena nda dikasih uang, “papar Wahied,
Kasatlantas Polrestabes Makassar AKBP. Andi Husnaeni, yang dikonfirmasi oleh media ini enggan memberikan jawaban, termasuk saat diminta tanggapannya terkait kendaraan lawan arah, Perwira berpangkat Dua Bunga tersebut terkesan tutup mulut.
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





