Berdasarkan prakiraan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV, cuaca pada pagi hari diperkirakan cerah berawan. Kondisi serupa berlanjut hingga siang dan sore hari, meski hujan ringan berpeluang turun di beberapa wilayah.
Daerah yang berpotensi mengalami hujan ringan pada siang hingga sore meliputi Barru, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Takalar, dan Tana Toraja.
Memasuki malam hari, cuaca diprakirakan berawan. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Luwu Timur dan Pinrang.
Sementara pada dini hari, potensi hujan ringan diperkirakan meluas ke sejumlah daerah, yakni Bone, Bulukumba, Luwu Utara, Luwu Timur, Sidrap, Sinjai, dan Wajo.
Waspada Angin Kencang dan Udara Panas
Selain potensi hujan, BBMKG Wilayah IV juga mengeluarkan peringatan dini terkait angin kencang dan udara panas di sejumlah wilayah Sulsel.
Masyarakat di Bantaeng, Bulukumba, Luwu Utara, Toraja Utara, Luwu, Sidrap, Pinrang, Takalar, Gowa, dan Jeneponto diminta mewaspadai potensi angin kencang.
Adapun potensi udara panas perlu diwaspadai di Gowa, Makassar, Maros, Barru, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Takalar, Wajo, dan Jeneponto.
Untuk kondisi atmosfer secara umum, suhu udara di Sulawesi Selatan diperkirakan berkisar antara 18 hingga 37 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 45–100 persen.
Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 10–30 kilometer per jam.
Sementara itu, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat berada pada rentang 15,5–55,4 mikrogram per meter kubik atau kategori sedang.
Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan. Warga juga perlu mewaspadai potensi angin kencang serta menjaga kondisi tubuh saat cuaca terasa panas.
Prakiraan cuaca ini diterbitkan Prakirawan BBMKG Wilayah IV pada 1 November 2026 pukul 06.30 WITA.
Kualitas Udara Makassar Sempat Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) makin memburuk. Berdasarkan laporan BMKG Wilayah IV Makassar Rabu (14/10/2029) pada pagi hari mencapai 156,5 µg/m3, masuk kategori sangat tidak sehat.
Angka itu terus meningkat. Sejak dini hari tadi, Rabu (14/10/2026), mencapai 127,7 µg/m3, meningkat pada pagi hari 158,7 µg/m3.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, membenarkan bahwa kualitas udara di Makassar masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
“Pada jam 9 WITA naik menjadi kategori sangat tidak sehat,” ucapnya, Rabu (14/10/2026). (bu)






