NEWS  

Prabowo Akan ke Makassar Resmikan Sekolah Rakyat Pekan Ini

Journalist Independent
Presiden Prabowo Subianto memeluk seorang anak yang menjadi salah satu penampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI saat bertemu para petugas upacara di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).
Presiden Prabowo Subianto memeluk seorang anak yang menjadi salah satu penampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI saat bertemu para petugas upacara di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Presiden Prabowo Subianto akan berkunjung ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu 28 Oktober 2026, pekan ini. Prabowo ke Makassar akan meresmikan Sekolah Rakyat Permanen Tahap II seluruh Indonesia.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, meminta secara khusus Presiden untuk bisa meresmikan Sekolah Rakyat yang sudah dibangun secara permanen untuk seluruh Indonesia.

Gus Ipul sapannya memilih Makassar sebagai lokasi peresmian.

“Kami mengundang bapak Presiden untuk bisa mendapatkan laporan secara langsung tentang perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, dan kita harapkan meresmikan gedung permanen Sekolah Rakyat yang sudah dibangun,” ujarnya usai Apel Santiaji Taruna Siaga Bencana (Tagana) Makassar, Senin (26/10/2025) malam.

Gus Ipul menyebut, sebanyak 100 Sekolah Rakyat se-Indonesia yang masuk Tahap II ini akan diresmikan Prabowo.

“Proses pembangunan sudah selesai, beberapa di antaranya sudah digunakan, sebagian lagi sementara proses penyelesaian yang jumlahnya 100 yang bisa menampung lebih dari 1.000 siswa,” sebutnya.

Dia menyampaikan, Prabowo dijadwalkan akan meresmikan Sekolah Rakyat Tahap II ini pada Rabu (28/10/2026) pekan ini. Namun, ia menyampaikan bahwa masih menunggu kepastian dari jadwal resmi Presiden.

“Rencananya hari Rabu, tapi kami tunggu agenda resmi Presiden,” tukasnya.

Menteri PU Sudah Tinjau SR

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo juga sudah meninjau secara langsung lokasi peresmian Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar. Ia juga meninjau Sekolah Rakyat yang ada di Sudiang, Makassar dan Barru.

“Saya hampir tiap minggu saya koordinasi sama Pak Mensos, apa yang kurang-kurang segala macam nanti kita bantu bereskan. Termasuk kemarin kan ada permintaan untuk bikin akses ke sebelah itu, ke tempat peresmian (GOR Sudiang),” ungkap Dody di Makassar.

Baca Juga  Prabowo Ungkap KPK Pernah Datangi Dirinya Sebelum Tangkap Wamen

Selain berkunjung ke Makassar, ia juga sempat melihat sekolah rakyat di Barru yang masih tertinggal dari sekolah rakyat di Makassar. Dody menyoroti sekolah rakyat di sana.

“Saya sempat ke Barru, memang kalau Barru masih agak tertinggal daripada sini. Kan lain kontraktor, kualitasnya juga agak sedikit beda, tapi kita upayakan maksimal enggak terlalu terlalu drastis lah,” ungkap Dody.

Ia menyebut, ada beberapa kritikan yang ada di sekolah rakyat Barru, salah satunya adalah kemiringan lantai. KemenPU pun langsung meminta agar segera diperbaiki.

“Ada beberapa hal tadi yang saya sarankan untuk diperbaiki, ada kritik dari tenaga pendidik di situ. Misalnya lantainya kurang miring sehingga kemudian air menggenang dan susah lah. Itu nanti akan diperbaiki. Beberapa bangunan yang di Barru itu mesti diselesaikan secepatnya gitu,” terang Dody.

“Tapi secara keseluruhan bagus, baik. Ini benar-benar menunjukkan kepada kita semua bahwa keinginan Pak Presiden Prabowo itu untuk memuliakan keluarga prasejahtera itu benar-benar serius karena diberikan fasilitas yang nomor satu,” tambahnya.

Minta Presiden Tambah Anggaran

Dody meminta tambahan anggaran kepada Presiden Prabowo Subianto untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap III. Kementerian PU semula merencanakan pembangunan 60 Sekolah Rakyat, tetapi Dody mengupayakan jumlahnya bertambah menjadi 100 sekolah.

“Kalau gelombang ketiga SR (Sekolah Rakyat) ini baru ada sekitar 60-an, kita lagi mengupayakan ada tambahan dana dari Pak Presiden menjadi 100. Tapi, ini lagi berproses semua, ya,” ujar Dody.

Dody mengatakan pembangunan 60 Sekolah Rakyat tetap menjadi sasaran awal sambil menunggu persetujuan tambahan anggaran. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2027.

“Sementara kita fokus 60 dulu. Nah, itu akan kita kerjakan dan targetnya selesai pada Juni 2027. Pokoknya target Pak Presiden 1 kabupaten 1 Sekolah Rakyat, sebelum 2029 insyaallah bisa kita capai bersama-sama,” kata Dody.

Baca Juga  Momen Hangat Prabowo Memeluk Bocah Penampil Perayaan Kemerdekaan di Hambalang

Sulsel Dapat 7 SR

Di Sulawesi Selatan (Sulsel), pemerintah merencanakan pembangunan tujuh Sekolah Rakyat di tujuh daerah. Lokasinya berada di Gowa, Pangkep, Pinrang, Luwu, Toraja Utara, Enrekang, dan Luwu Timur.

Dody mengatakan penambahan lokasi Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program tersebut juga disebut sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

“Sulsel (dapat) 7, jadi inilah gambaran Pak Presiden itu benar-benar beliau menyiapkan Indonesia Emas 2045 salah satunya pondasinya ini sekolah rakyat makanya adik-adik kita dari yang pra sejahtera disekolahkan,” sebutnya.

Soroti Kondisi Sekolah Rakyat di Barru

Dody juga mengunjungi Sekolah Rakyat di Barru dan menemukan sejumlah bagian yang masih perlu diperbaiki. Dia menilai kualitas bangunan di Barru sedikit berbeda dibandingkan dengan Sekolah Rakyat di Makassar.

“Saya sempat ke Barru, memang kalau Barru masih agak tertinggal daripada sini. Kan, lain kontraktor, kualitasnya juga agak sedikit beda, tapi kita upayakan maksimal enggak terlalu terlalu drastis lah,” kata Dody.

Salah satu catatan yang disampaikan tenaga pendidik berkaitan dengan kemiringan lantai. Kementerian PU meminta bagian tersebut segera diperbaiki agar air tidak menggenang.

“Ada beberapa hal tadi yang saya sarankan untuk diperbaiki, ada kritik dari tenaga pendidik di situ. Misalnya, lantainya kurang miring sehingga kemudian air menggenang dan susahlah. Itu nanti akan diperbaiki. Beberapa bangunan yang di Barru itu mesti diselesaikan secepatnya gitu,” terang Dody.

Dody tetap menilai fasilitas Sekolah Rakyat secara keseluruhan sudah baik. Dia mengatakan fasilitas tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keluarga prasejahtera.

“Tapi, secara keseluruhan bagus, baik. Ini benar-benar menunjukkan kepada kita semua bahwa keinginan Pak Presiden Prabowo itu untuk memuliakan keluarga prasejahtera itu benar-benar serius karena diberikan fasilitas yang nomor satu,” tambahnya.

Baca Juga  Indonesia Dikepung Bencana Alam, Prabowo Sebut Takdir Kita

Dia juga membandingkan fasilitas Sekolah Rakyat dengan fasilitas yang tersedia di sekolah swasta. Menurutnya, sejumlah fasilitas tersebut memberikan manfaat langsung bagi para murid.

“Di sini, kan, anak-anak juga diberikan baju lengkap gitu, terus juga laptop, makan tiga kali sehari plus dua kali snack,” tutupnya. (iz)