NEWS  

Bhayangkara FC Belum Terkalahkan, PSM Makassar Gagal Curi Kemenangan di Lampung

Journalist Independent
Bhayangkara FC vs PSM Makassar
Bhayangkara FC vs PSM Makassar

Journalist Independent, JAKARTA — Bhayangkara Presisi Lampung FC mempertahankan status sebagai tim yang belum terkalahkan di Super League 2026-2027, tetapi kembali kehilangan kesempatan meraih tiga poin.

Menjamu PSM Makassar pada pekan ketujuh di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (26/10/2026), The Guardians harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir tanpa gol.

Hasil imbang 0-0 tersebut memperpanjang catatan Bhayangkara FC menjadi lima kali seri dari tujuh pertandingan.

Tim asuhan Oscar Bruzon itu mengumpulkan dua kemenangan dan lima hasil imbang sejak kompetisi bergulir.

Sementara itu, PSM Makassar gagal memanfaatkan peluang untuk mencuri kemenangan sekaligus mengakhiri rekor positif tuan rumah.

Pertandingan berlangsung ketat karena kedua kesebelasan sama-sama berusaha menemukan celah di pertahanan lawan.

Bhayangkara FC tampil agresif di hadapan pendukungnya, sedangkan PSM berupaya meredam tekanan sebelum melancarkan serangan balik.

Meski sejumlah peluang muncul sepanjang pertandingan, penyelesaian akhir kedua tim belum menghasilkan gol.

Milan Ristovski Gagal Menuntaskan Peluang Bhayangkara FC

Bhayangkara FC langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit-menit awal. Bermain di kandang sendiri, tuan rumah berusaha mengendalikan tempo permainan dan menekan lini belakang PSM Makassar.

Salah satu kesempatan terbaik Bhayangkara FC hadir melalui Milan Ristovski. Penyerang tersebut memperoleh peluang untuk mengarahkan bola ke gawang, tetapi Muhammad Ardiansyah mampu menggagalkan upayanya. Penyelamatan itu menjaga PSM tetap bertahan dari tekanan awal tuan rumah.

PSM tidak tinggal diam menghadapi agresivitas lawan. Tim berjuluk Juku Eja tersebut berusaha membangun serangan untuk keluar dari tekanan, tetapi kesulitan mengembangkan permainan secara konsisten pada fase awal pertandingan.

Persaingan kemudian berpusat di lini tengah. Bhayangkara FC berusaha mempertahankan penguasaan bola dan menciptakan ruang untuk menyerang, sementara PSM mencari kesempatan melancarkan serangan balik yang dapat mengancam pertahanan tuan rumah.

Baca Juga  Kerusakan Dua Kamera ETLE di Makassar Tembus Rp1,06 Miliar Usai Demo Ricuh

Kedua tim saling berusaha mematahkan pola permainan lawan. Bhayangkara FC memiliki keuntungan bermain di depan pendukung sendiri, tetapi PSM mampu menjaga pertahanan sehingga tuan rumah tidak leluasa mengonversi peluang menjadi gol.

Hingga wasit mengakhiri babak pertama, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0. Kedua kesebelasan harus meningkatkan efektivitas serangan jika ingin membawa pulang kemenangan dari pertandingan tersebut.

Lars Veldwijk Hampir Membawa PSM Makassar Unggul

Memasuki babak kedua, pertandingan tetap berlangsung ketat. Bhayangkara FC berusaha mempertahankan tekanan, sedangkan PSM mulai mencari kesempatan untuk mengejutkan tuan rumah melalui serangan yang lebih berbahaya.

Peluang penting bagi PSM muncul pada menit ke-70. Lars Veldwijk mendapatkan kesempatan melalui sontekan di depan gawang Bhayangkara FC. Namun, penyelesaian penyerang tersebut belum mengarah tepat ke sasaran sehingga bola melenceng dari gawang.

Kesempatan itu menjadi salah satu peluang terbaik PSM untuk mengubah jalannya pertandingan. Jika Veldwijk mampu menuntaskan peluang tersebut, Juku Eja berpeluang memaksa Bhayangkara FC bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Sayangnya, kegagalan tersebut membuat PSM harus kembali mencari celah di pertahanan lawan. Bhayangkara FC pun tetap memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan di kandang sendiri.

Kedua kesebelasan terus berusaha menciptakan peluang hingga pertandingan memasuki fase akhir. Namun, rapatnya pertahanan dan kurang efektifnya penyelesaian serangan membuat skor kacamata bertahan.

Sundulan Kevin Sibille Hanya Membentur Mistar

Bhayangkara FC hampir memecahkan kebuntuan menjelang akhir pertandingan. Tuan rumah memperoleh kesempatan emas melalui sundulan Kevin Sibille yang mengarah ke gawang PSM Makassar.

Sayangnya, bola hasil tandukan Sibille justru membentur mistar. Peluang tersebut menjadi kesempatan besar bagi Bhayangkara FC untuk mengamankan tiga poin, tetapi keberuntungan belum berpihak kepada tuan rumah.

Baca Juga  Longsor Kembali Terjadi di Poros Maros-Bone, Polisi Minta Pengendara Tetap Waspada

Kegagalan itu membuat para pemain Bhayangkara FC harus menerima kenyataan bahwa berbagai upaya mereka belum cukup untuk menghasilkan gol kemenangan. PSM juga mampu mempertahankan pertahanan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil akhir 0-0 memastikan kedua tim masing-masing memperoleh satu poin pada pekan ketujuh. Bagi Bhayangkara FC, hasil tersebut memperpanjang rekor tanpa kekalahan, tetapi sekaligus menambah catatan pertandingan yang berakhir tanpa kemenangan.

Rekor Positif Bhayangkara FC Berlanjut

Tambahan satu poin menjaga Bhayangkara FC tetap tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pertama Super League 2026-2027. Mereka mengawali musim dengan hasil imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya pada pekan pertama.

Setelah itu, The Guardians mencatatkan kemenangan kandang 2-0 atas Isenmulang Kalteng FC dan menang 1-0 ketika menghadapi PSIM Yogyakarta. Dua kemenangan tersebut menunjukkan kemampuan Bhayangkara FC mengamankan hasil positif ketika mampu memaksimalkan peluang.

Namun, lima hasil imbang menjadi pekerjaan rumah bagi Oscar Bruzon dan anak asuhnya. Catatan tersebut menunjukkan bahwa konsistensi menjaga pertahanan belum selalu diikuti ketajaman dalam menyelesaikan peluang.

Kegagalan memaksimalkan kesempatan seperti peluang Ristovski dan sundulan Sibille memperlihatkan pentingnya efektivitas serangan bagi Bhayangkara FC. Jika ingin terus bersaing di papan atas, mereka perlu mengubah lebih banyak peluang menjadi gol dan kemenangan.

PSM Makassar Perlu Evaluasi Penyelesaian Akhir

Bagi PSM Makassar, hasil imbang di Bandar Lampung memberikan tambahan satu poin, tetapi juga menyisakan evaluasi terhadap kemampuan tim memaksimalkan peluang.

Kesempatan Lars Veldwijk pada menit ke-70 menjadi salah satu momen yang berpotensi mengubah hasil pertandingan.

PSM juga patut mencatat keberhasilan mereka meredam serangan tuan rumah hingga pertandingan berakhir.

Namun, pertahanan yang solid perlu diimbangi kemampuan menciptakan ancaman secara konsisten agar tim dapat meraih kemenangan.

Baca Juga  PSM Makassar Bawa Modal Dua Kemenangan ke Lampung, Bhayangkara FC Justru Belum Terkalahkan

Kedua kesebelasan kini harus mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya di Super League 2026-2027. Bhayangkara FC berpeluang melanjutkan rekor tanpa kekalahan, sedangkan PSM Makassar perlu memperbaiki efektivitas serangan agar tidak kembali kehilangan poin penting.

Hasil di Stadion Sumpah Pemuda memperlihatkan persaingan yang seimbang. Bhayangkara FC mempertahankan rekor positif, tetapi PSM berhasil membawa pulang satu poin setelah menggagalkan upaya tuan rumah mencetak gol hingga peluit panjang berbunyi. (*)