Data terbaru mencatat 51 individu orangutan telah diselamatkan dari wilayah terdampak karhutla di Ketapang dan Kayong Utara selama periode 6 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi BKSDA Kalimantan Barat, YIARI, pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra konservasi, mulai dari penyelamatan, pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi hingga persiapan pengembalian satwa ke habitat yang aman.
“Saat ini, operasi udara didukung 49 unit armada, terdiri atas 32 unit untuk water bombing serta 17 unit untuk patroli dan OMC. Enam provinsi prioritas, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, juga terus menjadi fokus pengendalian karhutla,” ungkapnya.
Penguatan OMC dilakukan dengan dukungan pendanaan BNPB. Pada Jumat (23/10), bahan semai dry ice telah dikirim sebanyak 3,3 ton ke Sumatera Selatan, 8,4 ton ke Kalimantan Selatan, dan 2 ton ke Lampung. Selain itu, sebanyak 5 ton NaCl dikirim ke Kalimantan Selatan untuk mendukung penyemaian awan.
Kemenhut bilang, armada penyemaian juga diperkuat. Pesawat TNI AU C-130 Hercules yang beroperasi dari Posko Sumatera Selatan dan CN-295 dari Posko Kalimantan Selatan mulai digunakan untuk mendukung operasi penyemaian awan.
OMC Terus Dilakukan
Di wilayah Sumatera Selatan, OMC dilakukan sebanyak sembilan sorti, terdiri atas enam sorti menggunakan dry ice dan tiga sorti menggunakan NaCl dari Posko Palembang dan Posko Lampung. Setelah intervensi OMC, terpantau adanya peningkatan jarak pandang di sekitar Palembang pada beberapa periode operasi.
Penyemaian juga dilakukan pada pertumbuhan awan di sekitar Taman Nasional Way Kambas, Lampung yang terdampak kebakaran. Berdasarkan pemantauan, hujan kemudian terpantau di kawasan TN Way Kambas serta sejumlah wilayah di Lampung Barat, Pringsewu, dan Pesawaran.
Sementara itu, untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dilakukan sembilan sorti OMC, terdiri atas tujuh sorti dry ice dan dua sorti NaCl menggunakan pesawat Casa-212, CN-295, Caravan, dan Pilatus. Berdasarkan pengamatan radar dan penakar hujan, hujan terpantau di Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Lamandau di Kalimantan Tengah, serta Kotabaru di Kalimantan Selatan.
BMKG memprakirakan potensi pertumbuhan awan mulai meningkat secara signifikan pada Sabtu (24/10). Kondisi ini akan dimanfaatkan dengan mengoptimalkan OMC menggunakan NaCl dengan pesawat Hercules dan CN-295 untuk memicu pertumbuhan hujan pada wilayah sasaran di Sumatera dan Kalimantan.
Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, segera laporkan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” seru Kemenhut.
Peningkatan hotspot hari ini menjadi dasar untuk semakin memperkuat respons di lapangan. Pengendalian tidak hanya ditujukan untuk menurunkan jumlah titik panas, tetapi memastikan api dan bara benar-benar padam, asap berkurang, masyarakat terlindungi, kualitas udara pulih, serta satwa liar dan habitatnya tetap terjaga. Kontak pelaporan informasi karhutla di Posko Karhutla Kementerian Kehutanan. (lam)






