News  

Enam Bulan Lebih, 6.602 Kecelakaan 515 Nyawa Melayang di Sulawesi Selatan

Ilustrasi.

MAKASSAR – Delapan bulan berjalan, jalan raya di Sulawesi Selatan menyimpan catatan yang tak ringan. Sebanyak 6.602 kecelakaan lalu lintas terjadi di berbagai wilayah Sulsel sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Dari ribuan kejadian itu, 515 orang meninggal dunia, sedangkan 9.014 lainnya mengalami luka-luka. Angka tersebut merupakan laporan situasi kumulatif Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan hingga akhir Agustus 2026.

Data kecelakaan itu kini ditampilkan melalui papan informasi digital di lingkungan Ditlantas Polda Sulsel. Langkah tersebut menjadi bagian dari keterbukaan informasi sekaligus upaya mengingatkan masyarakat tentang kondisi keselamatan di jalan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel Kompol Mamat Rahmat mengatakan tingginya angka kecelakaan tetap menjadi perhatian kepolisian. Meski begitu, secara nasional posisi Sulsel menunjukkan perkembangan positif.

Menurut Mamat, Sulsel berhasil keluar dari zona lima bahkan 10 besar provinsi dengan jumlah kecelakaan lalu lintas terbanyak di Indonesia.

โ€œUpaya terpadu terus dioptimalkan melalui penguatan kegiatan preventif dan preemtif, mulai dari penggelaran patroli blue light pada jam serta jalur rawan, penyampaian imbauan keselamatan secara masif, hingga beragam bentuk edukasi langsung kepada seluruh lapisan masyarakat,โ€ kata Mamat, Kamis (3/9/2026).

Namun, membaiknya posisi Sulsel dalam peta nasional tidak serta-merta membuat persoalan kecelakaan selesai. Sebab, di tingkat daerah, ribuan kejadian masih tercatat hingga penghujung Agustus.

Catatan itu terus bergerak sepanjang tahun. Pada periode Januari-Februari 2026, jumlah kecelakaan di Sulsel tercatat 1.407 kasus, dengan 117 orang meninggal dunia.

Hingga akhir Agustus, angkanya melonjak menjadi 6.602 kejadian. Artinya, sepanjang Maret hingga Agustus 2026, terdapat tambahan sekitar 5.195 kasus kecelakaan.

Jika dihitung secara rata-rata dari total kumulatif Januari hingga Agustus, terdapat sekitar 825 kecelakaan setiap bulan, atau sekitar 27 kejadian setiap hari. Angka harian tersebut merupakan hasil perhitungan dari data kumulatif kepolisian, bukan angka kecelakaan harian yang dirilis secara terpisah.

Di balik pertumbuhan angka tersebut, tingkat fatalitas menjadi perhatian tersendiri. Sebanyak 515 nyawa melayang dalam kecelakaan lalu lintas yang tercatat selama delapan bulan pertama 2026.

Karena itu, Ditlantas Polda Sulsel tidak hanya mengandalkan penindakan setelah kecelakaan terjadi. Polisi juga memperkuat langkah pencegahan dengan memetakan titik rawan kecelakaan atau blackspot, menganalisis faktor penyebab kecelakaan, serta melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

Mamat mengatakan upaya pencegahan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur dan pemangku kepentingan.

โ€œKepolisian juga memperkokoh sinergi lintas instansi bersama pemangku kepentingan terkait guna menjaga Kamseltibcarlantas dan menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas di tengah masyarakat,โ€ ujarnya.

Menurut Mamat, keluarnya Sulsel dari zona lima maupun 10 besar nasional merupakan perkembangan yang harus dipertahankan. Namun, ukuran keberhasilan berikutnya adalah bagaimana angka kecelakaan dan korban meninggal dunia dapat terus ditekan.

Karena itu, patroli pada jam dan jalur rawan, edukasi keselamatan, serta pengawasan terhadap lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terus diperkuat.

Papan informasi digital yang menampilkan data kecelakaan juga menjadi bagian dari upaya Ditlantas Polda Sulsel membuka data kepada publik. Masyarakat dapat melihat perkembangan situasi lalu lintas sekaligus mengetahui titik persoalan yang masih harus dibenahi.

Bagi kepolisian, keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas di lapangan. Pengendara, pejalan kaki, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya memiliki peran dalam menekan risiko kecelakaan.

Mamat berharap tren kecelakaan dapat terus menurun hingga penghujung tahun.

โ€œMudah2n di akhir tahun jumlah laka bisa turun serta MD turun jg,โ€ pungkas mantan Kasat Lantas Polrestabes Makassar itu.

Hingga Agustus 2026, Sulawesi Selatan masih mencatat 6.602 kecelakaan, 515 korban meninggal dunia, dan 9.014 orang luka-luka.

Angka tersebut menjadi pekerjaan bersama agar perjalanan di jalan raya tidak berakhir menjadi kabar duka bagi keluarga yang menunggu di rumah. (*)

Sponsored ยท Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis