SULSEL, — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau kredit usaha pedesaan pada BRI Unit Mappasaile, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), periode 2018–2021. Perkara tersebut diduga menyebabkan kerugian keuangan Bank BRI mencapai Rp1,55 miliar.
Kelima tersangka terdiri atas FF, yang bertugas sebagai mantri di BRI Unit Mappasaile, serta empat orang yang diduga berperan sebagai perantara atau calo, yakni H, MS, SM, dan S. Kejati Sulsel menetapkan mereka sebagai tersangka melalui surat bernomor 128/P.4/Fd.1/05/2023 tertanggal 22 Mei 2023.
Setelah penetapan tersangka, kelimanya menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, menjelaskan bahwa perkara ini berkaitan dengan pengajuan kredit menggunakan identitas orang lain.
“Dimana pada tahun 2018 sd 2021, pada BRI Unit Mappasaile FF selaku Mantri menerima pengajuan kredit sejumlah debitur melalui tersangka H, melakukan pengajuan kredit dengan menggunakan atas nama orang lain dan diproses mudah oleh FF,” kata Soetarmi.
Menurut penyidik, para tersangka diduga mengajukan kredit menggunakan nama orang lain dengan melibatkan FF dalam proses pengajuan. Setelah bank mencairkan kredit, transaksi dilakukan melalui agen BRILink. Uang tunai, kartu ATM, dan buku tabungan kemudian diserahkan kepada pihak yang mengendalikan rekening tersebut.
“Masing-masing pencairan dilakukan di agen Brilink, uang tunai diserahkan kepada calo beserta ATM dan buku tabungan, nasabah diberi imbalan Rp. 1.000.000,–(Satu Juta Rupiah) sampai dengan Rp. 2.000.000, (Dua Juta Rupiah) sebagai tanda terima kasih,” tambahnya.
Kejati Sulsel menyebut H menguasai 27 rekening KUR yang menggunakan nama orang lain. Dokumen pengajuan kredit, kartu ATM, dan buku tabungan dari rekening tersebut juga disebut berada dalam penguasaannya. Nilai kerugian yang dikaitkan dengan rekening-rekening itu mencapai Rp818.581.105.
Penyidik juga mencatat 11 rekening yang dikaitkan dengan MS, dengan nilai kerugian Rp319.252.479. Sementara itu, empat rekening yang dikaitkan dengan S disebut menimbulkan kerugian Rp134.523.522.
Secara keseluruhan, Kejati Sulsel menyebut dugaan penyalahgunaan dalam penyaluran kredit tersebut menyebabkan kerugian Bank BRI sebesar Rp1.558.658.846 atau sekitar Rp1,56 miliar.
Dalam perkara ini, FF diduga menyalahgunakan kewenangannya saat menjalankan tugas di BRI Unit Mappasaile. Penyidik perlu mendalami proses pengajuan dan pencairan kredit, penggunaan identitas debitur, serta peran setiap tersangka untuk mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana tersebut.
Soetarmi menyatakan kelima tersangka dijerat dengan undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi.
“Kelima tersangka didakwa melanggar UU RI nomor 31 tahun 99,” tutup Soetarmi.
Proses hukum selanjutnya diperlukan untuk menguji bukti, memperjelas peran masing-masing tersangka, dan memastikan besaran kerugian dalam perkara tersebut. Penetapan tersangka merupakan bagian dari proses penyidikan dan tidak dengan sendirinya berarti seseorang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.






