Bidik BLT Dan Bedah Rumah, Dirreskrimsus Polda Sulsel Himbau Stop Sengsarakan Masyarakat Miskin

SULSEL, — Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel. KBP. Helmy Kwarta Kusuma Putra Rauf S. Ik, setelah menerima penghargaan Kemensos terkait penanganan BPNT, selanjutnya bakal mengusut penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bedah Rumah, 26 Desember 2022.

“Selain 3 kabupaten yang kemarin, masih ada 2 kabupaten lagi bakal diperiksa terkait BPNT, dugaan keterlibatan pejabat pemerintah kemungkinan besar itu ada, “kata KBP. Helmy Kwarta Kusuma Putra Rauf S. Ik.

Selain pengembalian uang negara, jajaran Ditreskrimsus juga bakal fokus pada hak masyarakat yang masuk dalam kategori tidak mampu. Dimana apa yang menjadi hak masyarakat harus dikembalikan dan sampai serta harus tepat sasaran.

“Kita lebih fokus kepada apa yang menjadi hak negara kemudian apa yang menjadi hak masyarakat yang masuk dalam kategori tidak mampu. Sehingga apa yang kita kejar betul-betul di periode ini, bagaimana kemudian hak masyarakat harus benar-benar sampai sebagaimana negara arahkan, “lanjutnya.

Selain BPNT, Ditreskrimsus juga menerima laporan terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta bantuan bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu.

“Selain BPNT ini, bakal kita garap juga yang penyaluran dikantor pos, karena itu bersentuhan dengan masyarakat kurang mampu. Informasi ada, data yang diberikan oleh Kementrian Sosial juga ada, itu akan kita tindak lanjuti, “tambah KBP. Helmy Kwarta Kusuma Putra Rauf S. Ik.

Pemerintah telah memberikan perhatian luar biasa kepada masyarakat kurang mampu, karena berhubungan dengan jumlah masyarakat yang banyak. Luas wilayah, proses pembuktian tidaklah mudah, olehnya itu penyidik harus ekstra kerja keras.

“Ini bantuan pemerintah, bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kurang mampu sehingga harus kita kawal. Memang melibatkan jumlah yang banyak, luasan wilayah sehingga proses pembuktiannya tidak mudah, olehnya itu penyidik harus kerja keras dengan sistem Bottom-Up, bagaimana kemudian mereka bisa menggali informasi awal dari penerima manfaat, “tegasnya.

Dengan menyatukan persepsi, komitmen dan konsisten bahwa bantuan pemerintah harus tepat sasaran dan sampai kepada penerima manfaat. Atensi keras Dirreskrimsus Polda Sulsel agar semua bantuan berkaitan dengan masyarakat miskin untuk tidak lagi dimanipulasi, ditilap-tilep, maka dipastikan untuk penindakan tegas tanpa toleransi.

“Paling penting adalah kita satukan persepsi, konsisten dan komit, kita harus menunjukkan bahwa hak masyarakat penerima manfaat harus tepat sasaran. Kedepan, kita menghimbau bahwa penyaluran bantuan yang berkaitan dengan masyarakat miskin jangan lagi dimanipulasi, ditilap-tilep, korupsi hak orang miskin kita tidak ada toleransi, “tambahnya lagi.

Menutup pembicaraan, peringatan keras dikeluarkan perwira berpangkat tiga bunga tersebut agar tidak mengambil hak orang-orang miskin.

“Jangan pernah makan orang-orang miskin punya hak, “tutup KBP. Helmy Kwarta Kusuma Putra Rauf S. Ik.