AKBP. HM Yusuf Usman S. Ik, Ajak Massa Aksi AMPERA Duduk Bersama

PALOPO, — Aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Palopo berlangsung ricuh. Mahasiswa yang mengatas namakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) merangsek masuk ke kantor DPRD Palopo diblokade dengan pagar kawat berduri.

Itu tak menghalangi Mereka menerobos pagar kawat berduri dengan cara merusak dan membakar Ban dalam kawat tersebut dan diinjak Walaupun Aksi tersebut diketahui dan Kapolres Palopo AKBP H. Muh Yusuf SH., SIK., MT dan Dandim 1403 Palopo yang sempat melakukan Negosiasi dengan pihak Unras namun tetap lakukan pengrusakan sehingga dapat masuk melwati kawat berduri dan ke depan Kantor DPRD Palopo.

Tak sampai disitu, massa aksi kembali melakukan orasi secara bergantian didepan kantor DPRD Palopo lalu melakukan pengrusakan pagar besi kantor DPRD kemudian melakukan pelemparan batu ke arah kantor DPRD dan merangsek masuk ke Kantor DPRD namun pihak kepolisian memberikan himbauan untuk hentikan lemparan batu tetapi tidak dihiraukan sehingga dibalas dengan melontar gas air mata oleh pihak Kepolisian.

Mahasiswa bertahan di Lapangan Pancasila. Kemudian melontarkan batu ke arah aparat yang bertahan di dalam pagar kantor DPRD Palopo. Padahal sebelumnya, lantunan asmaul husna menyambut para pengunjuk rasa di Kantor DPRD Palopo, Senin (11/4/2022).

Selain bunyi suara nama-nama Allah SWT itu, tampak para polwan juga disiagakan paling depan mengenakan penutup kepala berwarna putih serta sejumlah personel polisi juga terlihat mengenakan peci putih.

Setelah Massa dipukul mundur, Kapolres Palopo bersama Dandim 1403 Palopo melakukan Patroli. Tiap titik kumpul mahasiswa tersebut Kapolres Palopo AKBP H. Muh. Yusuf Usman SH., SIK., MT menyempatkan waktunya memberikan penyuluhan secara humanis agar suasana bisa tenang dan bisa dibicarakan baik-baik tanpa ada gesekan.

“Mari tidak melakukan tindakan yang dapat beujung pada tindakan lain, bersama kita berbicara duduk bersama dan memfasilitasi pertemuan dengan Ketua dan anggota DPRD, Dandim untuk menciptakan Kota Palopo yang Berpendidikan” himbaunya.

“Kita Satu Tujuan menciptakan Kota Palopo yang kondusif, Mari saling hormat menghormati dan tunjukkan sebagai mahasiswa yang beretika untuk kepentingan masyarakat dan bangsa” tambahnya

Usai terjadinya aksi tersebut, keheninganpun terjadi seketika dimana pengunjuk rasa serta petugas Kepolisian merasa lelah. Mahasiswapun mendekat dan lakukan koordinasi serta lakukan duduk bersama dalam penyapaian aksinya untuk ke DPRD

Adapun persoalan yang disikapi, DPRD akan menindak lanjuti hal tersebut dengan mendukung apa yang menjadi Tuntutan para Mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA).

Adapun tuntutan yang disepakati yakni 1. Tolak Penundaan Pemilu 2024 dan Jabatan Presiden 3 Periode 2. Tolak Kenaikan BBM dan Kenaikan Bahan Pokok 3. Evaluasi Menteri di Kabinet Indonesia Maju 4. Wujudkan Reforma Agraria Sejahtera dan Tolak Omnibuslaw 5. Tolak Pembangunan Infrastruktur IKN 6. Tuntaskan Pelanggaran HAM dan 7. Mendesak Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pupuk Subsidi.

Akhir Pengamanan, dilakukan Apel Kosilidasi, Kapolres Palopo yang memimpin Apel tersebut menyampaikan “terima kasih atas kerjasamanya yang ikhlas dan humanis serta terukur dalam pengamanan Aksi Unjuk rasa yang masih dalam koridor Kondusif” tutupnya



error: Jangan Asal Comot Bro!!!