Kosmetik NRL Diduga Tanpa BPOM beredar Di Makassar, Polrestabes Makassar Diminta Turun Tangan

MAKASSAR, — Maraknya peredaran kosmetik tanpa sertifikasi dan legalitas dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), membuat bisnis didunia kecantikan ini, salah satunya yakni produk dari NRL, yang diduga kuat belum disertai label BPOM.

Hasil penelusuran dimasyarakat, dimana dominan pemakainya adalah kalangan perempuan, sebagian dari mereka mengaku cocok selama memakai produk tersebut dan ada pula yang malah membuat kuli muka mereka rusak sehingga beralih ke produk lain.

“Pernah lama saya pakai, pesan lewat teman harganya Rp. 140.000,00,-(Seratus Empat Puluh Ribu Rupiah), lumayan lama saya pake. Tapi lama kelamaan perih diatasnya bibir, area sekitaran sisi hidung. Sudah perih langsung merah, jadi na bilang suamiku berhenti pakai itu produk, jadi langsungka berhenti, “kata salah seorang sumber kepada media ini.

Menurutnya, dia juga pernah ditelfon temannya yang berhenti menggunakan produk NRL itu. Dikarenakan kulit wajah mereka tidak cocok dan menimbulkan rasa perih, gatal dan bekas memerah disekitaran wajahnya.

“Ade’nya temanku juga pernah pake, tapi berhentimi karena merah juga mukanya baru pedis, apa itu memang efeknya harus pengelupasan dulu, “lanjut sumber.

Sementara itu dari pihak BPOM sendiri kemudian memberikan tanggapannya bahwa terkait kosmetik tanpa ijin BPOM itu telah ditangani oleh bagian penindakan.

“Terkait kosmetik tanpa izin edar, sudah ditangani oleh teman-teman dari bagian penindakan, “jawab ibu Adilla.

Dengan beredarnya kosmetik tanpa ijin edar ini, olehnya itu bisa mendapat perhatian khusus dari jajaran Kepolisian, khususnya Polrestabes Makassar. Sebelum terjadi adanya korban oleh produk-produk kecantikan tanpa sertifikasi/lisensi atau ijin edar dari pihak berwenang.

“Pihak Kepolisian harus turun tangan terkait adanya peredaran kosmetik tanpa ijin atau lisensi dari pihak berwenang, sebelum ada korban, khususnya dikota Makassar, Polrestabes bisa langsung melakukan kordinasi dengan pihak terkait, “tutup Ismar.



Tinggalkan Balasan