Lelah Kawal Ambulance Dan Mobil Jenazah, Satuan PJR Milih Kawal Mobil Partai. Kapolda Sulsel Ditantang Copot AKBP Maslahuddin

SULSEL, — Satuan PJR nampaknya sudah lelah mengawal mobil ambulance dan mobil jenazah, mereka memilih mengawal mobil mewah dan mobil partai. Dimana didalam UU sudah jelas mengatur bahwa ambulance dan mobil jenazah adalah kendaraan yang diprioritaskan dibanding kendaraan partai.

Tepatnya kemarin (04/02/2022) sekira pukul 09.49 Wita, disekitaran jalan Perintis Kemerdekaan 1 mobil Satuan PJR Polda Sulsel melaju dengan kecepatan sedang mengawal 1 unit mobil Alphard dan 1 unit mobil dengan branding partai politik. Selang beberapa menit dibelakangnya melaju seorang bapak menggunakan jaket Ojek Online membuka jalan untuk mobil ambulance yang diduga membawa pasien kritis dari suara sirinenya.

“Minggirka pak karena kukira ambulance ternyata mobil alphard sm mobil partai, tapi nda berapa lama lewatmi itu Grab buka jalan untuk mobil ambulance, “kata Kadir, salah seorang pengguna jalan.

Namun pagi tadi, tepat didepan kantor Telkom Indonesia jalan AP. Pettarani. Salah seorang wartawan media lokal menyempatkan dirinya untuk mengambil video terkait aksi pengantar jenazah yang dinilai ugal-ugalan tanpa pengawalan dari Satuan PJR Polda Sulsel. Nampak pengendara motor Beat putih tanpa menggunakan helm menghentakkan bendera putih untuk membuka jalab buat mobil ambulance dibelakangnya.

“Terpaksa langsungka minggir ka mallakka sebentar na tappe’ki kayu. Dari jauh memang berteriak-teriakmi sambil ma’ gas-gas motor, nda ada kawalki Polisi sodara baru nda ada pake helm, “ungkap moko.

“Takutnya nantu terulang kembali seperti dijalan Sunu, itu Dosenka yang di massa sama pengantar jenazah, harus dikawal supaya tidak ada anarkis, “tambahnya.

Semenjak kemarin, Kasat PJR Polda Sulsel. AKBP. Maslahuddin enggan untuk memberikan komentarnya dan memilih untuk tidak menggubris pertanyaan media ini. Dari beberapa informasi yang beredar bahwa dirinya merupakan titipan dari salah satu mantan petinggi Polri, dirinya mengabdikan dirinya kepada Purnawirawan tersebut selama ini.

“Tentunya ini tantangan kepada Kapolda Sulsel. Irjen. Pol. Nana Sudjana, untuk mencopot Kasat PJR Polda Sulsel. AKBP. Maslahuddin. Dimana dirinya dinilai tidak memiliki konsistensi dan kompetensi mengawal marwah Undang-Undang dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, sudah seharusnya untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Justru dengan membawa label nama seseorang, dirinya harus lebih bisa memperlihatkan kredibilitasnya untuk layak duduk sebagai Kasat PJR, bukan malah sebaliknya, “tutup Ismar, saat dimintai keterangannya.



Tinggalkan Balasan