Bercermin Dari Kapolres Nunukan Dan T. Tinggi, Kabid. Propam Polda Sulsel Harapkan Bhayangkari Sulsel Bisa Selaraskan Kinerja Kapolres

  • Bagikan
responsive.txt

SULSEL, — Bercermin dari kejadian Kapolres Nunukan dan Kapolres Tebing Tinggi, peran serta ibu Bhayangkari (Istri) Kapolres, khususnya dijajaran Polda Sulsel. Kabid Propam Polda Sulsel. Kombes. Pol. H. Agoeng Hadi Koerniawan SH, mengharapkan peran serta ibu Bhayangkari dalam mendukung kinerja daripada suaminya (Kapolres) bukan malah sebaliknya.

Hal tersebut diungkapkannya via Whatssapp pribadinya, (02/11/2021) sekira 10.00 Wita, dirinya berharap agar ibu Bhayangkari mampu menyelaraskan diri dengan suaminya dalam mengemban tugas diwilayah hukum masing-masing khususnya djajaran Polda Sulsel

“Alhamdulillah, kita bercermin dari kejadian Kapolres Nunukan dan Kapolres Tebing Tinggi, dimana seharusnya ibu Bhayangkari mampu menjaga dan menyelaraskan diri dengan Kapolres dalam mengemban tugas diwilayah hukum mereka. Khususnya dijajaran Polda Sulsel, kita semua berdoa agar kejadian itu tidak terjadi disini, kita tau sendiri klo ibu Bhayangkari Polda Sulsel hingga saat ini mampu menunjukkan kredibilitas mereka dalam mendukung kinerja suaminya, dan ini berlaku untuk semua ibu Bhayangkari  “kata Kombes. Pol. H. Agoeng Hadi Koerniawan SH.

responsive.txt

Dan seyogyanya seorang Kapolres mampu berfikir lebih jernih dalam bertindak dan menelaah setiap laporan-laporan yang ada ke diri mereka sehingga tidak berefek ke jajaran Internal Polres yang dipimpin.

“Seyogyanya dan sebaiknya seorang Kapolres mampu berfikir jernih bertindak dalam menelaah setiap laporan-laporan yang masuk sehingga tidak berefek kejajaran internal Polres. Dan ada baiknya kalo ibu Bhayangkari tidak mencampuri urusan internal Polres dan kinerja suaminya, cukup dilingkup Bhayangkari saja dan jalan sesuai SOP, “tambahnya.

Dirinya juga berpesan kedepannya apabila terdapat konflik internal dikalangan internal Bhayangkari agar tidak menyangkut pautkan ke Kapolres apalagi sampai melapor yang tidak-tidak, dikarenakan seorang Kapolres itu memikirkan banyak hal.

“Yach klo jadi Kapolres kan banyak laporan-laporan yang masuk, mumet lah klo orang jawa bilang. Jangan ditambah dengan urusan internal Bhayangkari klo ada konflik intern, selesaikan dengan baik agar tidak berefek ke pemegang tongkat komandonya, dan hal itu sudah disampaikan sebelumnya baik oleh Kapolri, Wakapolri, Kapolda, Kadiv Propam dan Waka Polda melalui TR maupun Vikon dan dikumpulkan oleh Kapolda maupun Kabid Propam, “tutup Kombes. Pol. H. Agoeng Hadi Koerniawan SH.

 

responsive.txt


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan