oleh

Masyarakat Dusun Bategulung Bontonompo Keluhkan Maraknya Aktivitas Tambang ‘Abal-Abal’

GOWA, —¬†Maraknya aktivitas tambang yang diduga ilegal diwilayah hukum Polsek Bontonompo, dinilai sangat meresahkan masyarakat Dusun Bategulung.

Dari hasil penelusuran dilapangan, adanya aktivitas alat berat yang beroperasi, mobilisasi kendaraan pengangkut material mengakibatkan banyak rumah warga harus menanggung debu dan juga adanya kerusakan jalan akibat aktivitas tersebut, (10/03/2021).

“Lamami beroperasi ini, kalo jalanmi itu truck, banyak debunya. Jalanan juga banyakmi lobang-lobang napakamma, “kata S, salah seorang warga setempat.

Menurut Kapolres Gowa. AKBP. Budi Susanto S. Ik, dugaan aktivitas tambang tersebut sejak 2016 sudah tidak jalan, terkait hal itu dibentuk Tim Terpadu yang bertugas turun ke lapangan karena Pemerintah Kabupaten Gowa telah mengeluarkan PERDA untuk mengatur.

“Sejak 2016 itu tidak ada aktivitas disana, diwilayah palangga, bajeng dan Bontonompokan ada Tim terpadunya yg biasa turun ke Lokasi… kebetulan Kapolsek bontonompo yang baru memang orang sana bisa jadi klo sudah dilakukan tindakan agar tidak melakukan penambangan disana, “kata AKBP. Budi Susanto S. Ik.

Sementara itu, Narasumber yang juga masyarakat setempat mengaku bahwa aktivitas tambang tersebut masih berlanjut, untuk saat sekarang mereka memindah lokasi penambangan mereka. Hal ini tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata dikarenakan wilayah tersebut adalah wilayah padat penduduk.

“Masih menambangi pak (12/03/2021) kemarin. Klo sekarang sudah pindah lokasi, jadi tengah malam itu dia pindah alatnya. Banyak jalanan rusak karena mobil-mobil besar semua yang lewat, belum lagi debunya, padatki penduduk disini pak, “tutup S.