oleh

Ketua DPP APKLI Ajak Pemerintah Perhatikan Masyarakat, ‘Jauhi Politik Dekati Masyarakat’

-News-148 views

JAKARTA, — Pemerintah RI secara resmi per 24 April 2020 melarang rakyatnya mudik ke daerah masing-masing menghadapi bulan suci ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1441 H.

 

“Namun demikian, yang mendasar bukan boleh atau tidak untuk mudik melainkan rakyat bisa makan atau tidak hari ini dan ke depan akibat dampak wabah corona. Rakyat juga tidak bisa atau tidak mampu menunggu terlalu lama menahan lapar isi perut keluarga mereka, “kata dr. Ali Mahsun Atmo.

 

Oleh karena itu, dimohon dengan sangat untuk selekasnya menghentikan perdebatan soal istilah mudik atau pulkam karena bukan hal yang penting apalagi mendasar.

 

Demikian pula, semua pihak diharap untuk menanggalkan sama sekali atau menghindarkan diri dari interest politic dalam menghadapi wabah corona yang bisa memperkeruh kondisi yang semakin menyandra saat ini.

 

“Karena yang dibutuhkan adalah adanya kebersamaan, kesahajaan dan kejujuran dari segenap pemangku kepentingan dinegeri ini untuk dapat mempercepat memutus rangkaian penyebaran dan penanganan wabah corona sehingga lekas usai dari bumi Indonesia.
‘RAKYAT BISA MAKAN YES, POLITIC NO!!!’., “tegas Presiden Gumregah Nusantara, dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed. yang juga Ketua Umum DPP APKLI.

 

seusai memimpin Teleconference with Zoom Claude Meeting membahas Pendampingan PKL dan Pekerja Informal Se-Jawa Barat Hadapi Wabah Corona beserta Ketua DPW APKLI Propinsi Jawa Barat, Ridwan Sudirmansyah dan Ketua DPD APKLI Kab./Kota Se-Jawa Barat di Jakarta, Sabtu dini hari, 25 April 2020.

 

Dampak wabah corona ini sangat buruk, bersifat mendalam dan panjang. Jauh lebih buruk dibanding krisis ekonomi 1997/98 bahkan bisa lebih buruk dibanding krisis ekonomi 1965.

 

Lebih dari itu, wabah corona juga mengancam Indonesia mengalami krisis pangan. Dan yang harus garis bawahi dengan warna merah tebal oleh siapapun, sekali lagi, ini soal keselamatan jiwa dan isi perut ratusan juta rakyat Indonesia.

 

Serta integrasi bangsa dan eksistensi negeri ini ke depan. Oleh karena itu, tidak boleh ada interest dan inlfiltrat politik tertentu dalam menhadapi wabah corona karena bisa memperburuk situasi dan kondisi ke depan.

 

Skema apapun yang dihadirkan pemerintah dalam menangani  wabah Corona harus tetap berada pada koridor bahwa jiwa rakyat Indonesia harus selamat. Isi perut rakyat Indonesia harus tercukupi. Tidak boleh ada rakyat yang kelaparan.

 

“Tidak boleh terjadi krisis pangan dinegeri ini, “tutup Ali Mahsun Atmo, Dokter Ahli Kekebalan tubuh putra asli Mojokerto Jawa Timur.

Musmulyadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed