oleh

Catatan Kecil Dari Sulsel Untuk Presiden

-News-128 views

MAKASSAR, — Pandemi Virus Covid 19, yang kian meresahkan masyarakatnya berimbas pada pendapatan bagi masyarakat yang mengais rejeki dijalan. Baik itu Pedagang Kaki Lima (PK5), Ojek Online (Ojol) serta masyarakat lainnya. Efek daripada pandemi penyakit ini adalah, perputaran roda ekonomi kian melambat sehingga masyarakat lapisan terbawah semakin terkikis.

 

Dari hasil penelusuran media ini kebeberapa Ojek Online dan PK 5, Selasa (07/04/2020). Mereka mengaku bahwa pendapatan mereka turun drastis selama pandemi Covid 19. Namun mereka bukannya tidak mengikuti himbauan untuk tetap dirumah, akan tetapi ketakutan mereka dikalahkan oleh rasa prihatin mereka dengan keluarga mereka.

 

 

“Menurunki pemasukanka ini kodong pak, mulai dari masuk wabah corona, turunki. Tambah lagi ada kebijakan nda bisa ambil penumpang cuman gosend saja, takut tonjeki iya pak, tapi maumi diapa karena lebih takutki sama collector motor sama ana’-ana’ yang menangis dirumah minta uang, “kata Alam, salah seorang Ojol.

 

Menurut mereka, mereka tak pernah muluk-muluk untuk dibebaskan dari cicilan motor ataupun mobil selama setahun, cukup selama pandemi covid 19 agar mereka bisa lebih leluasa dalam mencari nafkah. Mereka akan tetap berada dirumah, dikarenakan penghasilan mereka dapat digunakan untuk anak dan keluarga mereka.

 

“Janganmi sampe Satu tahun pak, cukup 3 bulan saja, selama pandemi corona hilang. Karena kita ini masyarakat kecil rata-rata ada cicilan, itu yang bikinki kasian kelabakan cari uang, untuk sementara masih bisaki bertahan, tapi kedepannya, siapa bisa jamin. Pasti tingkat kriminalitas bertambah karena masyarakat kecil butuh makan sehari-hari, mana lagi orang-orang kaya beli perlengkapan sehari-hari seolah-olah dirinya ji mau hidup, nda na fikir kita dibawah kasian, “tambahnya.

 

Mereka berharap agar Presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo untuk memperhatikan masyarakat yang ada dibawah, dikarenakan mereka juga butuh untuk menghidupi keluarga mereka.

 

“Ituji saya minta pak, klo memang pak Presiden mau bantuki, nda usahmi 1 tahun, 3 bulanmo saja dibebaskanki dari tagihan, karena pembiayaan juga ada persyaratan khusus yang mau dibantu untuk ditangguhkan cicilannya. Klo begini keadaannya kodong, dimanaki mau ambil uang untuk cicilan, makan saja kita susah, “tutup Lulu salah seorang Pedagang Kaki Lima.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed