SULSEL  

Investasi Makassar Capai Rp5 Triliun hingga September 2026, Kontribusi Terbesar ke Sulsel

Journalist Independent
Kota Makassar mencatatkan penanaman modal sebesar Rp5.003.864.386.458 hingga September 2026.

Journalist Independent, Makassar – Kota Makassar mencatatkan penanaman modal sebesar Rp5.003.864.386.458 hingga September 2026. Nilai tersebut menyumbang sekitar 32,80 persen dari keseluruhan investasi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mencapai Rp15,25 triliun.

Capaian itu sekaligus menempatkan Makassar sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Sulsel. Nilainya tumbuh 22,07 persen dibandingkan periode Januari-September 2025 yang berada di kisaran Rp4,10 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Makassar Mario Said menyebut peningkatan tersebut tercatat dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Data itu merangkum aktivitas penanaman modal perusahaan selama sembilan bulan pertama 2026.

“Realisasi investasi Kota Makassar berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode Januari–September 2026 mencapai Rp5 triliun. Angka ini meningkat 22,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Mario, Selasa (3/11/2026).

Modal Dalam Negeri Jadi Penopang

Besarnya investasi yang masuk ke Makassar terutama ditopang penanaman modal dari dalam negeri. Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp4,32 triliun atau mengambil porsi 86,43 persen dari keseluruhan investasi.

Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp678,80 miliar. Porsinya berada di angka 13,57 persen dari total realisasi investasi.

Mario mengatakan pertumbuhan modal dalam negeri juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikannya tercatat mencapai 34,32 persen.

“Pertumbuhan PMDN bahkan mencapai 34,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Mario.

Sepanjang Januari-September 2026, aktivitas penanaman modal tersebut tercatat dalam 12.343 proyek usaha. Laporan itu mencakup berbagai bidang bisnis yang beroperasi di Makassar.

Sarana Kesehatan Pimpin Realisasi Sektor Usaha

Jika dilihat berdasarkan bidang usaha, investasi pada sektor jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar. Kelompok usaha yang terutama mencakup sarana kesehatan tersebut mencatatkan nilai penanaman modal Rp1,41 triliun.

Baca Juga  Pria di Makassar Ditangkap Nekat Curi iPhone Pedagang dengan Modus Pesan Nasi Kuning

Bidang transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi berada di urutan berikutnya dengan nilai Rp793 miliar. Sementara itu, sektor perumahan dan perkantoran membukukan investasi Rp751 miliar.

Industri makanan juga mencatat perkembangan yang menonjol dari sisi pertumbuhan. Nilai investasinya mencapai Rp507 miliar dengan kenaikan sebesar 271 persen.

“Sementara itu, industri makanan mencatatkan pertumbuhan paling pesat, yakni mencapai 271 persen dengan nilai investasi sebesar Rp507 miliar,” tuturnya.

Dari sisi perusahaan, PT Siloam International Hospitals tercatat sebagai investor dengan penanaman modal terbesar. Nilai investasi perusahaan tersebut mencapai Rp966 miliar.

Sementara untuk kategori PMA, penanaman modal di Makassar antara lain berasal dari Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Tiongkok. Negara-negara tersebut masuk dalam daftar penyumbang investasi asing di kota ini.

Makassar Bidik Realisasi Rp6 Triliun

Pemerintah Kota Makassar kini mengarahkan upaya untuk meningkatkan nilai investasi pada penghujung 2026. DPMPTSP memasang target realisasi penanaman modal dapat menembus Rp6 triliun pada triwulan IV.

“Memasuki triwulan IV 2026, kami DPMPTSP Makassar semakin optimistis dapat meningkatkan capaian realisasi investasi hingga menembus Rp6 triliun,” jelas Mario.

Untuk mengejar sasaran tersebut, DPMPTSP menyiapkan pendampingan pelaporan LKPM bagi perusahaan yang masuk kategori PMDN maupun PMA. Pelaporan tersebut menjadi salah satu instrumen pemantauan aktivitas penanaman modal.

Pemerintah kota juga berencana membentuk desk khusus untuk mempercepat proses perizinan. Tim tersebut akan membantu mengurai kendala proyek melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Selain membenahi layanan perizinan, promosi proyek yang siap ditawarkan kepada investor juga akan ditingkatkan. Pemerintah kota berharap penawaran proyek tersebut dapat menarik penanaman modal baru sebelum tahun anggaran berakhir.

“Kami menargetkan realisasi investasi pada triwulan IV bisa menembus Rp6 triliun sehingga target pertumbuhan investasi dapat tercapai,” ucapnya.

Baca Juga  Fenomena Pak Ogah Makassar-Maros, Tanggung Jawab Siapa ?

Mario berharap peningkatan penanaman modal tidak berhenti pada besarnya nilai uang yang masuk ke Makassar. Aktivitas investasi diharapkan ikut menggerakkan kegiatan usaha dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga.

“Dengan capaian realisasi investasi ini, kita harapannya memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat,” tukasnya. (*)