PSM Makassar Takluk 0-1 dari Madura United, Darije Kalezic Sayangkan Penalti Terbuang

Journalist Independent
PSM Makassar vs Madura United
PSM Makassar vs Madura United
Journalist Independent, MAKASSAR — PSM Makassar kehilangan kesempatan menjaga tren positif setelah Madura United mencuri kemenangan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.
Gol cepat Iran Junior pada menit ketujuh menjadi penentu hasil akhir 0-1 dalam pertandingan pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027, Sabtu (31/10/2026).
Juku Eja sebenarnya memiliki peluang untuk menyelamatkan poin di kandang sendiri, tetapi kegagalan mengeksekusi penalti membuat upaya mereka berakhir tanpa gol.

Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi PSM karena sebelumnya mereka melewati tiga pertandingan tanpa kekalahan.

Dalam periode tersebut, tim berjuluk Juku Eja meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Namun, catatan positif itu terhenti setelah Madura United tampil disiplin mempertahankan keunggulan sejak awal laga.

Gol penentu kemenangan lahir ketika pertandingan baru memasuki menit ketujuh. Gelandang asal Brasil, Iran Junior, berhasil membobol gawang PSM sekaligus mencetak gol pertamanya pada musim ini. Keunggulan tersebut membuat Madura United memiliki modal untuk mengatur strategi sepanjang pertandingan.

PSM berusaha merespons ketertinggalan dengan meningkatkan tekanan dan menguasai jalannya pertandingan. Sejumlah peluang tercipta, termasuk kesempatan emas melalui tendangan penalti. Sayangnya, pemain PSM gagal mengubah hadiah tersebut menjadi gol penyeimbang.

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengaku kecewa karena timnya tidak mampu memaksimalkan kesempatan dari titik putih.

“Kami mendapatkan penalti, tapi kami tidak bisa mencetak gol. Ini sangat sulit untuk dipercaya, kami tidak bisa memanfaatkannya,” ujar Kalezic dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Meski menyesali hasil akhir, Kalezic mengakui Madura United memiliki kualitas dan datang sebagai lawan yang patut diwaspadai. Dia menilai PSM sempat menunjukkan permainan yang baik dengan penguasaan bola dan mampu menciptakan tekanan di hadapan pendukung sendiri.

Baca Juga  Luka Modric Bawa Kroasia Menang Dramatis atas Ceko di Nations League

Di kubu lawan, pelatih Madura United Jose Gomes mengapresiasi kerja keras pemainnya. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, gol cepat Iran Junior membantu timnya menjalankan rencana pertandingan. Setelah unggul, Madura United fokus menjaga pertahanan, terutama ketika PSM mulai mengandalkan umpan panjang dan duel udara pada babak kedua.

“Babak pertama, kami bisa unggul duluan. Itu bagus. Babak kedua, kami tahu PSM mau long pass, jadi kami fokus ke pertahanan, karena mereka kuat bola atas juga. Itu yang buat kami dapat poin di sini,” kata Gomes.

Dia juga mengakui pertandingan di Parepare berlangsung sulit. Gomes menyebut PSM sedang menunjukkan performa bagus dalam tiga pertandingan sebelum pertemuan kedua tim.

“Pertandingan malam ini sangat sulit bagi kami. Karena, kami melawan tim yang pada tiga laga terakhir mereka bagus,” tambahnya.

Kemenangan ini sekaligus menjadi jawaban Madura United setelah kalah 1-3 dari Persebaya Surabaya pada pekan ketujuh di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (26/10/2026).

Tambahan tiga poin membawa Madura United mengoleksi 16 poin dari delapan pertandingan. Laskar Sape Kerrab mencatat lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Sementara itu, PSM harus segera berbenah agar kegagalan memanfaatkan peluang di kandang sendiri tidak kembali menghambat langkah mereka pada pertandingan berikutnya. (*)