Geger Ular Piton Hampir 7 Meter Ditemukan Bersarang di Bawah Kasur Bekas di Makassar

Journalist Independent
Penemuan ular piton di Jalan Bonto Cinde, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Penemuan ular piton di Jalan Bonto Cinde, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Journalist Independent, MAKASSAR – Tumpukan barang tak terpakai di lahan kosong belakang rumah warga Jalan Bonto Cinde, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyimpan kejutan yang membuat warga geger. Seekor ular piton berukuran hampir 7 meter ditemukan bersembunyi di bawah kasur rusak bersama sejumlah telur.

Penemuan ular berukuran besar itu terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Warga awalnya membersihkan lingkungan di sekitar permukiman sebelum menemukan ular tersebut di antara semak-semak dan barang bekas.

Ketua RT 02 Kelurahan Buakana, Rival, mengatakan ular itu ditemukan ketika warga memeriksa area tanah kosong di belakang rumah. Di lokasi tersebut, terdapat kasur rusak yang sudah lama tidak digunakan.

“Saat membersihkan, warga menemukan ular dan telurnya di bawah kasur bekas,” kata Rival.

Keberadaan ular piton itu membuat warga semakin waspada, terlebih karena ukurannya yang sangat besar. Temuan tersebut juga memperkuat kecurigaan warga yang sebelumnya beberapa kali mendapati ular berukuran kecil masuk ke rumah mereka.

Sebelum menemukan induk piton tersebut, warga mengaku sudah lama mencurigai keberadaan ular di sekitar permukiman. Kecurigaan itu muncul setelah sejumlah ular dengan ukuran berbeda terlihat di lingkungan mereka.

Menurut Rival, warga bahkan memperkirakan ada puluhan ular yang berkeliaran di sekitar lokasi. Sebagian berukuran kecil, sedangkan lainnya memiliki tubuh lebih besar.

“Sebenarnya sudah lama. Ular yang terlihat di sekitar sini banyak, sekitar 30-an, ada yang kecil dan besar,” ujarnya.

Kondisi itu mendorong warga untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekaligus memeriksa titik-titik yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular. Pencarian tersebut akhirnya mengarah ke lahan kosong yang dipenuhi semak-semak dan barang bekas.

Di tempat itulah warga menemukan ular piton berukuran hampir 7 meter. Keberadaan telur di bawah kasur rusak membuat warga menduga lokasi tersebut menjadi tempat ular bersarang.

Baca Juga  21 Siswa Diduga Terlibat Pengeroyokan di SMA Negeri 1 Gorontalo

Rival juga mengungkapkan bahwa dalam tiga hari sebelum penemuan induk piton, ular-ular kecil beberapa kali masuk ke rumah warga. Kemunculan ular tersebut menambah kekhawatiran masyarakat karena lokasi penemuan berada dekat dengan permukiman.

“Hampir 7 meter ukurannya. Tiga hari sebelumnya, banyak ular kecil masuk ke rumah warga,” tuturnya.

Warga sempat menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar untuk meminta bantuan evakuasi. Namun, karena petugas belum tiba saat warga menunggu, mereka akhirnya memutuskan mengevakuasi ular itu secara bersama-sama.

Rival mengatakan warga bergotong royong menangani ular tersebut setelah melaporkan penemuannya kepada petugas pemadam kebakaran.

“Tadi kami lapor damkar, tetapi terlambat datang. Akhirnya warga berbondong-bondong melakukan evakuasi,” katanya.

Penemuan ini menjadi perhatian warga di sekitar Jalan Bonto Cinde, terutama setelah munculnya laporan ular kecil yang masuk ke rumah-rumah. Warga pun perlu lebih berhati-hati ketika membersihkan semak-semak, memindahkan barang bekas, atau memeriksa lahan kosong di sekitar tempat tinggal.

Area yang dipenuhi tumpukan barang dan vegetasi lebat berpotensi menjadi tempat persembunyian satwa liar. Karena itu, warga sebaiknya tidak gegabah ketika menemukan ular, terlebih jika ukurannya besar atau terdapat telur di dekatnya.

Jika menemukan ular berukuran besar, warga sebaiknya menjaga jarak dan menghubungi petugas berwenang untuk mendapatkan penanganan yang aman. (*)