Makassar Jadi Arena Adu Kekuatan 17 Provinsi di Kejurnas Soft Tennis Menuju SEA Games 2027

Journalist Independent
Kapolda Sulsel Irjen Pol M Awal Chairuddin membuka Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel 2026 di Lapangan Tenis Kodam XIV Hasanuddin, Makassar, Jumat (30/10/2026).
Kapolda Sulsel Irjen Pol M Awal Chairuddin membuka Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel 2026 di Lapangan Tenis Kodam XIV Hasanuddin, Makassar, Jumat (30/10/2026).

Journalist Independent, MAKASSAR – Sebanyak 17 provinsi mengirimkan atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Soft Tennis Piala Kapolda Sulawesi Selatan 2026 di Kota Makassar.

Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya menjaring atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan nasional dan internasional, termasuk SEA Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kejuaraan yang diselenggarakan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 30 Oktober sampai 1 November 2026. Seluruh pertandingan dipusatkan di Lapangan Tenis Kodam XIV Hasanuddin, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

Kapolda Sulsel Irjen Pol M Awal Chairuddin secara resmi membuka kejuaraan tersebut pada Jumat sore. Pembukaan ini sekaligus menandai dimulainya persaingan atlet soft tennis dari berbagai daerah untuk memperebutkan gelar juara dalam sejumlah nomor pertandingan.

Penyelenggaraan kejurnas tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana mengevaluasi perkembangan pembinaan olahraga soft tennis di Indonesia. Melalui kompetisi ini, kemampuan atlet dari berbagai provinsi dapat diukur berdasarkan performa dan hasil pertandingan.

Irjen Awal Chairuddin mengatakan, kejuaraan nasional memiliki peran penting dalam menemukan bibit atlet potensial, terutama dari kelompok usia junior. Pembinaan melalui kompetisi dinilai menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan atlet menghadapi persaingan olahraga pada tingkat internasional.

“Tim Putra Indonesia berhasil meraih medali perunggu. Dengan semangat itu, tentunya kita akan mencoret terus bibit junior sehingga bisa kita unggulkan nanti pada event-event internasional lainnya,” ujarnya.

Menurut Awal, keberadaan atlet junior menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan prestasi olahraga soft tennis Indonesia. Karena itu, kompetisi nasional perlu dimanfaatkan sebagai ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan pengalaman bertanding.

“Nah, salah satu tujuan pelaksanaan Kejurnas ini tentunya untuk menemukan atlet-atlet junior yang ada di berbagai daerah. Saat ini yang mengikuti adalah 15 provinsi, begitu kejurnas saat ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peserta yang datang dari berbagai daerah menunjukkan adanya perkembangan pembinaan soft tennis di sejumlah provinsi. Keikutsertaan kontingen tersebut juga memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengukur kemampuan melalui pertandingan dengan lawan yang memiliki karakter permainan berbeda.

Dalam kejurnas kali ini, panitia mempertandingkan beberapa nomor untuk memberikan kesempatan kepada atlet putra maupun putri. Nomor yang dilombakan meliputi beregu, tunggal putra, tunggal putri, ganda campuran, serta beregu putra dan putri.

Baca Juga  Mobil Tahanan Terparkir saat Eks Bupati Gowa, Husniah Talenrang Diperiksa di Mapolda Sulsel, Apakah Ditahan?

Selain persaingan antarkontingen, kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelatih untuk memantau perkembangan kemampuan atlet. Hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebutuhan pembinaan dan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

Awal juga menyinggung capaian atlet Sulawesi Selatan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Menurutnya, prestasi yang diraih daerah tersebut menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pembinaan soft tennis ke depan.

“Perkembangan olahraga ini di Sulawesi Selatan atau di Sulawesi daerah, Pada PON yang kemarin, Sulawesi Selatan dapat satu medali perunggu kalau tidak salah, PON yang di Aceh kemarin,” ujarnya.

Perolehan satu medali perunggu tersebut menjadi catatan penting bagi perkembangan soft tennis di Sulawesi Selatan. Prestasi itu sekaligus menunjukkan bahwa atlet daerah memiliki potensi untuk bersaing dengan pemain dari provinsi lain dalam kompetisi nasional.

Namun, capaian tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan. Kompetisi seperti kejurnas diharapkan mampu membantu menemukan atlet yang memiliki kemampuan teknis, mental bertanding, serta konsistensi dalam meraih prestasi.

“Tentu olahraga adalah pembinaan. Bagian kejurnas ini bagian adalah pembinaan untuk menemukan atlet-atlet yang betul-betul bisa mengharumkan nama bangsa,” imbuhnya.

Kapolda Sulsel berharap penyelenggaraan kejurnas soft tennis tidak berhenti pada kegiatan tahun ini. Menurutnya, agenda kompetisi perlu dilaksanakan secara rutin agar proses penjaringan dan pengembangan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Oleh karena itu, kejurnas-kejurnas seperti ini ya kita harapkan berlanjut terus. Dan memang menggunakan kalender tetap dari persatuan soft tenis Indonesia atau PESTI. Karena PON-nya kita budget kan terkait soft tenis yang ada di PON,” tuturnya.

Konsistensi penyelenggaraan kejuaraan juga dinilai penting untuk menjaga kesiapan atlet menghadapi agenda olahraga yang memiliki tingkatan lebih tinggi. Dengan adanya kalender pertandingan yang teratur, atlet dan pelatih memiliki acuan dalam menyusun program latihan serta menentukan target prestasi.

Awal menegaskan, pembinaan soft tennis harus diarahkan untuk melahirkan pemain yang mampu membawa nama Indonesia dalam kompetisi internasional. Selain SEA Games, Asian Games dan PON juga menjadi sasaran yang perlu dipersiapkan melalui proses pembinaan sejak dini.

“Solusinya mungkin harapannya lahir para atlet-atlet soft tenis yang bisa berkiprah di baik di dunia internasional maupun di regional yaitu Asian Games dan PON tentunya di tingkat nasional,” ungkapnya.

Baca Juga  Kapolda Irjen M Awal Chairuddin Langsung Obrak-Abrik Kampung Narkoba di Makassar

Ia juga menyebut sejumlah provinsi telah mengirimkan perwakilan untuk mengikuti kejuaraan di Makassar. Kontingen tersebut berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga kawasan Indonesia bagian timur.

“Peserta kemarin ada 15 provinsi, ada 15 perwakilan provinsi, ada Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumbar, Kaltim, Lampung, Sulsel sendiri, Sulsebar, ada 15 provinsi yang mengikuti,” lanjutnya.

Kehadiran atlet yang memiliki pengalaman bertanding pada tingkat nasional maupun internasional turut menambah persaingan dalam kejuaraan tersebut. Para pemain berpengalaman diharapkan dapat memberikan standar permainan yang lebih kompetitif sekaligus menjadi motivasi bagi atlet junior.

Selain menekankan pentingnya pembinaan atlet, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Dukungan tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta Kodam XIV Hasanuddin yang menyediakan fasilitas pertandingan.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk mendukung pengembangan olahraga prestasi di daerah. Fasilitas pertandingan, dukungan organisasi, serta keterlibatan pelatih dan atlet menjadi unsur penting dalam menyukseskan penyelenggaraan kompetisi nasional.

Awal juga mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi agenda olahraga internasional dalam waktu dekat. SEA Games 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur menjadi salah satu sasaran persiapan atlet, sementara Asian Games berikutnya akan digelar di Doha, Qatar.

“Karena tahun 2027 kita akan menghadapi Sea Games di Kuala Lumpur, dan Asian Games masih 4 tahun lagi di Doha, Qatar kalau tidak salah,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Pria Budi selaku ketua panitia pelaksana menjelaskan, Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel 2026 merupakan bagian dari program pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga. Pelaksanaannya melibatkan Pengurus Besar Persatuan Soft Tennis Indonesia (PESTI), KONI daerah Sulawesi Selatan, serta Pengurus Provinsi PESTI Sulawesi Selatan.

Pria Budi mengatakan, salah satu sasaran utama kegiatan tersebut adalah menginventarisasi atlet berbakat dan berprestasi. Pendataan diperlukan untuk mengetahui potensi pemain yang dapat dipersiapkan mengikuti kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi.

“Tujuan Kegiatan menginventarisasi pemain-pemain yang berbakat dan berprestasi untuk mengikuti kegiatan pada event yang lebih tinggi, khususnya cabang olahraga soft tenis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kejurnas tersebut juga menjadi bagian dari proses pembibitan atlet junior. Melalui pertandingan yang mempertemukan pemain dari berbagai daerah, panitia berharap muncul atlet potensial yang dapat dikembangkan melalui program pembinaan jangka panjang.

Baca Juga  Polda Sulsel Bongkar TPPO Kerja Sawit di Malaysia, 8 Orang Diamankan di Bandara

Selain berorientasi pada prestasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarpemain soft tennis di Indonesia. Pertemuan atlet, pelatih, dan official dari berbagai provinsi diharapkan memperkuat komunikasi serta kerja sama dalam pengembangan cabang olahraga tersebut.

Berdasarkan data panitia, jumlah peserta keseluruhan mencapai 117 orang. Mereka terdiri atas 72 atlet, 20 pelatih, dan 25 official yang mewakili sejumlah kontingen dari berbagai provinsi.

Kontingen Sulawesi Selatan menjadi salah satu peserta dengan jumlah atlet terbanyak. Tuan rumah mengirimkan 25 atlet, enam pelatih, dan dua official untuk mengikuti sejumlah nomor pertandingan yang telah disiapkan panitia.

Kontingen lainnya berasal dari Sulawesi Utara, Jambi, Sulawesi Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Banten, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Riau, dan Aceh.

Kalimantan Timur mengikutsertakan delapan atlet, dua pelatih, dan empat official. Sementara itu, DKI Jakarta mengirimkan delapan atlet, dua pelatih, serta dua official untuk bersaing dalam kejuaraan nasional tersebut.

Dengan komposisi peserta dari berbagai daerah, kejurnas ini diharapkan menghadirkan persaingan yang kompetitif. Setiap kontingen memiliki kesempatan menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan sekaligus mengukur kemampuan atlet menghadapi lawan dari daerah lain.

Panitia juga menyiapkan penghargaan bagi atlet dan kontingen yang berhasil meraih prestasi. Untuk juara umum pertama, kedua, dan ketiga, panitia menyediakan piala tetap Kapolda Sulsel sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian masing-masing kontingen.

Sementara itu, atlet yang meraih juara pada nomor pertandingan lainnya akan memperoleh uang pembinaan, medali, dan sertifikat. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan kategori dan nomor pertandingan yang diperlombakan selama kejuaraan berlangsung.

Pria Budi menjelaskan, penghargaan juga disiapkan untuk nomor perorangan kelompok umur 33 tahun. Kategori tersebut mencakup tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, serta ganda campuran.

“Untuk nomor perorangan umur 33 tahun tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran mendapat hadiah uang pembinaan plus medali plus sertifikat,” pungkasnya.

Melalui Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel 2026, penyelenggara berharap pembinaan atlet di berbagai daerah semakin berkembang. Hasil kompetisi juga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan pemain potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi agenda olahraga nasional maupun internasional, termasuk SEA Games 2027. (MA)

(Gun)