Hasil ini terasa mengecewakan karena PSM sebenarnya mengendalikan sebagian besar jalannya pertandingan. Tim tuan rumah mencatatkan penguasaan bola 53 persen dan melancarkan 23 tembakan. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat seluruh upaya tersebut gagal menghasilkan gol.
Sebaliknya, Madura United hanya membutuhkan satu tembakan tepat sasaran untuk membawa pulang tiga poin. Gol cepat Iran Junior pada menit ketujuh menjadi pembeda sekaligus menghentikan tren positif PSM dalam tiga pertandingan sebelumnya.
Kemenangan ini juga memperlihatkan efektivitas permainan Madura United yang mampu memanfaatkan peluang tanpa harus mendominasi penguasaan bola.
PSM Kehilangan Momentum
Madura United langsung mengejutkan tuan rumah melalui serangan balik cepat pada awal pertandingan. Iran Junior sukses menyelesaikan peluang setelah bekerja sama dengan Gali Freitas. Gol pada menit ketujuh tersebut membuat PSM harus mengejar ketertinggalan sejak pertandingan baru berjalan.
Juku Eja kemudian meningkatkan tekanan dan berusaha membongkar pertahanan lawan. Statistik memperlihatkan keunggulan PSM dengan 23 tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang. Madura United hanya menghasilkan delapan tembakan dengan satu peluang tepat sasaran.
PSM juga mendapatkan 11 tendangan sudut, sedangkan tim tamu hanya memperoleh dua kesempatan. Namun, keunggulan tersebut tidak menghasilkan gol bagi tuan rumah.
Peluang terbaik PSM datang pada menit ke-23 ketika wasit menunjuk titik putih setelah memberikan hadiah penalti. Stefan Jevtoski mendapat kepercayaan sebagai eksekutor untuk menyamakan kedudukan.
Sayangnya, Angga Saputro tampil gemilang di bawah mistar Madura United. Kiper tersebut berhasil membaca arah tendangan Jevtoski dan menggagalkan penalti. Kegagalan itu membuat PSM kehilangan kesempatan emas untuk mengembalikan momentum pertandingan.
Setelah penalti gagal, Luka Bulatovic dan Rizky Eka Pratama sempat memperoleh peluang. Namun, keduanya belum mampu mengubah skor hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, pelatih PSM melakukan sejumlah perubahan. Resky Fandi dan Rasyid Bakri masuk pada menit ke-58 untuk menggantikan Navarone Foor serta Achmat Fahrul Aditia.
PSM kembali menambah kekuatan serangan dengan memasukkan Kodai Tanaka pada menit ke-71 menggantikan Luka Bulatovic. Namun, perubahan tersebut belum mampu membongkar pertahanan Madura United.
Dusan Lagator sempat mendapatkan kesempatan mencetak gol. Sementara itu, tembakan Victor Luiz pada menit-menit akhir berhasil diblok pemain lawan.
Hingga pertandingan berakhir, Madura United mampu mempertahankan keunggulan 1-0.
Pelatih PSM, Darije Kalezic, sebelumnya sudah mengingatkan anak asuhnya agar mewaspadai kualitas lawan.
“Madura United adalah tim bagus yang memulai musim ini dengan sangat baik dan mencetak banyak gol,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Madura United, Ze Gomes, optimistis timnya mampu membawa pulang kemenangan.
“Kami sudah bermain dengan positif. Fokus kami adalah tetap bisa mencuri tiga poin,” katanya.
Kekalahan ini menghentikan catatan positif PSM setelah sebelumnya menang 2-1 atas PSIM Yogyakarta, mengalahkan Persebaya Surabaya 1-0, serta bermain imbang tanpa gol melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Tambahan tiga poin membuat Madura United mengoleksi 16 poin dari delapan pertandingan. Sebaliknya, PSM tertahan di angka sembilan poin dari jumlah laga yang sama.
Pada pertandingan berikutnya, PSM akan menghadapi Borneo FC pada 7 November 2026. Madura United lebih dahulu menjamu Arema FC pada 6 November 2026.
Juku Eja kini harus segera berbenah, terutama memperbaiki penyelesaian akhir agar dominasi permainan tidak kembali berakhir dengan kekalahan. (*)






