MUI: Film “Buya Hamka” Bukan Sekadar Tontonan, tapi Tuntunan

Journalist Independent
Film "Hamka: Awal Mula (Vol. 3)" tayang serentak 19 November 2026.

Journalist Independent, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat menyaksikan film terbaru “Hamka: Awal Mula (Vol. 3)” yang mengangkat perjalanan hidup Buya Hamka sejak masa kecil. Film garapan kolaborasi MUI, Starvision, dan Falcon Pictures itu dinilai tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membawa pesan moral dan keteladanan bagi masyarakat.

“Saya mengajak ya semua masyarakat untuk mengapresiasi, untuk ikut menonton film Buya Hamka volume yang ketiga ini ya, sekuel yang ketiga. Mengapa? Karena pertama di dalam film ini itu jelas banyak sekali pesan-pesan yang sangat bagus ya,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Seni Budaya, Erick Yusuf, dalam keterangannya dikutip laman resmi MUI, Jumat (30/10/2026).

MUI Nilai Film Buya Hamka Punya Pesan Moral

Erick menilai kisah hidup Buya Hamka yang diangkat dalam film tersebut relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, perjalanan sang ulama menunjukkan bahwa karakter dan pencapaian seseorang terbentuk melalui proses panjang yang diwarnai berbagai tantangan.

Film “Hamka: Awal Mula (Vol. 3)” mengambil latar kehidupan Hamka ketika masih kecil di Maninjau, Sumatra Barat. Ceritanya menelusuri proses pembentukan karakter Abdul Malik Karim Amrullah, nama asli Buya Hamka, sebelum dikenal sebagai ulama, sastrawan, dan tokoh nasional.

“Ini tontonan yang juga merupakan tuntunan. Bagaimana Buya Hamka itu ditempa ya dari masa kecilnya itu, jadi penuh dengan berbagai perjuangan. Jadi kita mesti paham orang besar itu ya itu melalui proses yang tidak mudah ya,” tambahnya.

Erick mengatakan film tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi penonton mengenai perjuangan dalam meraih cita-cita. Dia menilai perjalanan hidup Buya Hamka memperlihatkan bahwa seseorang tidak langsung mencapai keberhasilan tanpa melewati berbagai persoalan.

Baca Juga  Sarwendah Unggah Rekaman Video Call, Ruben Onsu: Terus Menjatuhkan

Angkat Konflik Hamka Muda dengan Ayahnya

Berdasarkan sinopsis film, cerita dimulai dari kehidupan Hamka kecil di Maninjau. Ketertarikannya terhadap tradisi dan sastra membuatnya memiliki pandangan serta keinginan sendiri, yang kemudian memicu persoalan dengan sang ayah, Haji Rasul.

Konflik keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan cerita. Hamka menghadapi perbedaan pandangan dengan ayahnya, termasuk terkait pendidikan dan pilihan hidup yang ingin ditempuhnya.

Kisah kemudian berlanjut ketika Hamka memutuskan merantau ke Makkah dengan usahanya sendiri. Di tanah suci, dia belajar berorganisasi, mengenal sistem manasik haji, dan menemukan misi yang ingin diperjuangkannya, yakni membangun Islam di Indonesia.

Perjalanan tersebut juga tidak langsung mengakhiri persoalan dengan keluarganya. Setelah kembali dari Makkah, Hamka masih menghadapi keraguan sang ayah terhadap pilihan dan cita-citanya.

Film ini turut mengangkat pertemuan Hamka dengan Siti Raham. Sosok tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pribadi dan kehidupan sang tokoh, termasuk dalam kisah cinta yang menyertainya.

Tampilkan Sosok Buya Hamka dari Berbagai Sisi

Erick menjelaskan Buya Hamka tidak hanya dikenal sebagai ulama. Sosoknya juga memiliki kiprah di bidang seni dan kepemimpinan, termasuk sebagai Ketua Umum MUI pertama.

Penggambaran tersebut menjadi salah satu sisi yang ingin ditampilkan melalui film “Hamka: Awal Mula (Vol. 3)”. Menurut Erick, perjalanan hidup Buya Hamka dapat memperlihatkan bagaimana berbagai pengalaman membentuk pemikiran dan peran seseorang di tengah masyarakat.

Seluruh proses penggarapan film tersebut, kata Erick, juga mendapat arahan dan pengawasan MUI. Dia menyebut lembaganya ikut memperhatikan nilai-nilai yang disampaikan dalam cerita.

“Jadi ini sudah di dalam arahan, di dalam pengawasan, di dalam nilai-nilainya itu sudah dilihat dan dituntun oleh MUI. Jadi insyaallah ini film yang sangat baik, film yang sangat bergizi ya dalam tanda petik, yang sangat lezat juga untuk ditonton,” ungkap Erick.

Baca Juga  Wajib Halal Mulai Oktober, Pemerintah Tegaskan Tak Langsung Hukum Pelaku Usaha

Film ini disutradarai Fajar Bustomi dengan skenario yang ditulis Alim Sudio dan Cassandra Massardi. Produksinya melibatkan Falcon Pictures dan Starvision bersama MUI.

Vino G Bastian kembali dipercaya memerankan Buya Hamka. Sejumlah aktor lain yang terlibat di antaranya Rey Bong, Laudya Cynthia Bella, Donny Damara, Reza Rahadian, Ayu Laksmi, Desy Ratnasari, Teuku Rifnu Wikana, Mathias Muchus, Marthino Lio, Mawar de Jongh, dan Wafda Saifan Lubis.

Erick Soroti Krisis Keteladanan

Erick juga menyoroti pentingnya sosok teladan di tengah kondisi masyarakat yang dinilainya sedang menghadapi krisis keteladanan. Dia berharap kisah hidup Buya Hamka dapat menjadi rujukan moral bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Menurut Erick, perjalanan hidup Buya Hamka menyimpan pelajaran tentang perjuangan, pendidikan, dan pembentukan karakter. Nilai-nilai tersebut dinilai dapat dipetik penonton melalui kisah yang disajikan di layar lebar.

Pesan tersebut menjadi salah satu alasan Erick mengajak masyarakat mengapresiasi film ini. Dia berharap penonton tidak hanya menikmati jalan cerita, tetapi juga memahami nilai kehidupan yang disampaikan melalui perjalanan sang tokoh.

Tayang Serentak 19 November 2026

Film “Hamka: Awal Mula (Vol. 3)” dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026. Film ini menjadi bagian ketiga dari rangkaian kisah kehidupan Buya Hamka yang sebelumnya diangkat melalui film “Buya Hamka” dan “Hamka & Siti Raham”.

Falcon Pictures dan Starvision telah memperkenalkan film tersebut melalui materi promosi, termasuk poster dan trailer. Cerita pada volume ketiga ini mengambil latar masa awal kehidupan Hamka, berbeda dari bagian sebelumnya yang menampilkan fase kehidupan sang tokoh pada periode berikutnya.

Erick kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melewatkan penayangan film tersebut. Dia berharap kisah Buya Hamka dapat menjadi tontonan yang memberi manfaat bagi penonton.

Baca Juga  Kapolri Minta Dukungan Fatwa MUI Haramkan Rokok Elektrik, Berikut Bahaya Vape

“Karenanya jangan lewatkan 19 November 2026, tonton di seluruh bioskop,” serunya. (*)