SULSEL  

Malino Sempat Diguyur Hujan, Ini Prakiraan Cuaca Sulsel 24 Oktober 2026

Journalist Independent
Ilustrasi hujan ringan. (dok. Journalist Independent)

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) berpotensi diguyur hujan ringan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Di sisi lain, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang yang mengancam 15 wilayah, termasuk Makassar.

Berdasarkan prakiraan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV, cuaca Sulsel pada pagi hari diprakirakan cerah berawan. Kondisi serupa berlanjut pada siang hingga sore hari, meski hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan meliputi Bone, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo.

Staf Prakirawan BMKG Makassar, Farid, menjelaskan bahwa hujan yang terpantau radar BMKG pada Jumat (23/10) terjadi di sebagian wilayah Gowa, Maros, dan Pangkep. Hujan tersebut umumnya terjadi di daerah dataran tinggi, termasuk Malino, Kabupaten Gowa.

Menurut Farid, hujan di kawasan dataran tinggi seperti Malino dapat berkaitan dengan pembentukan awan di wilayah laut yang kemudian terbawa menuju daratan.

Ketika awan bergerak ke daratan dan menghadapi kenaikan ketinggian wilayah, awan tersebut dapat berkembang hingga menghasilkan hujan di daerah pegunungan atau dataran tinggi.

Pada malam hingga dini hari, cuaca Sulsel secara umum diprakirakan cerah berawan.

Angin Kencang Ancam 15 Wilayah

BMKG mengeluarkan peringatan waspada potensi angin kencang di Bantaeng, Barru, Gowa, Kepulauan Selayar, Maros, Makassar, Pangkep, Pinrang, Parepare, Sidrap, Soppeng, Takalar, Tana Toraja, dan Wajo.

Sementara itu, Kabupaten Jeneponto masuk kategori siaga potensi angin kencang.

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area terbuka dan lokasi yang rawan terdampak angin kencang.

Suhu Maksimal 37 Derajat Celsius

Selain potensi hujan dan angin kencang, suhu udara di Sulsel diprakirakan berkisar 20–37 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 62–100 persen. Angin bertiup dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 13–32 kilometer per jam.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Jalan Sehat di Sorowako-Resmikan Kopdes

BMKG juga mengeluarkan peringatan waspada potensi udara panas di Barru, Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sinjai, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.

Di sisi lain, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat pada kisaran 55,5–98,2 mikrogram per meter kubik dengan kategori tidak sehat. Masyarakat, khususnya kelompok sensitif, perlu memperhatikan kondisi kualitas udara saat beraktivitas di luar ruangan.

Prakiraan dan peringatan tersebut berdasarkan informasi BBMKG Wilayah IV yang dibuat pada Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 14.00 WITA.

Kualitas Udara Makassar Sempat Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) makin memburuk. Berdasarkan laporan BMKG Wilayah IV Makassar Rabu (14/10/2029) pada pagi hari mencapai 156,5 µg/m3, masuk kategori sangat tidak sehat.

Angka itu terus meningkat. Sejak dini hari tadi, Rabu (14/10/2026), mencapai 127,7 µg/m3, meningkat pada pagi hari 158,7 µg/m3.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, membenarkan bahwa kualitas udara di Makassar masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

“Pada jam 9 WITA naik menjadi kategori sangat tidak sehat,” ucapnya, Rabu (14/10/2026).

Udara Makassar Tidak Sehat

Hari ini, Senin (15/10/2026) kualitas udara di Sulsel kembali dalam katergori tidak sehat. Sejauh ini, sejumlah daerah masuk dalam kategori ini, kecuali Sulsel bagian Utara. Penurunan kualitas udara ini terjadi terutama pada pagi hingga menjelang siang hari.

Rizky Yudha, menyatakan penyebaran partikulat hampir merata di setiap Kabupaten/Kota di Sulsel yang berbeda-beda nilai PM2.5 nya.

“Secara penyebaran partikulatnya hampir merata Se Sulsel, kecuali Sulsel bagian Utara. Tapi untuk melihat nilai masing-masing kabupaten perlu dicek juga datanya di Dinkes atau DLH,” kata Rizky kepada wartawan, Senin (12/10/20206).

Baca Juga  Cuaca Makassar Hari Ini, Berawan dan Hujan Ringan Berpotensi Malam

Rizky mengatakan, saat ini, kualitas udara berada pada konsentrasi PM2.5 di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros, tercatat mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m3) dengan kategori tidak sehat.

“Partikulatnya, sampai hari ini PM2.5 dan untuk hari ini, masih menunjukkan kategori Tidak Sehat. Potensinya seperti itu, tapi  hal ini juga bergantung dari sumber polutannya dan arah anginnya. Jika sumbernya berkurang atau anginnya berubah, kualitas udaranya bisa lebih membaik,” jelasnya.

Disebabkan Asap Karhutla-Pergerakan Angin