Jumat Keliling Polres Luwu Jadi Tempat Warga Adukan Kelangkaan BBM hingga Tambang Ilegal

Journalist Independent
Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin berdialog dengan warga dalam kegiatan Jumat Keliling di Masjid Agung Belopa, Jumat (23/10/2026).
Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin berdialog dengan warga dalam kegiatan Jumat Keliling di Masjid Agung Belopa, Jumat (23/10/2026).

JournalistIndependent, LUWU – Kepercayaan masyarakat tidak tumbuh hanya dari seragam dan kewenangan, tetapi juga dari kesediaan mendengar keluhan mereka.

Hal itu yang dibangun Polres Luwu melalui dialog bersama jamaah Masjid Agung Belopa, Jumat (23/10/2026), ketika warga menyampaikan persoalan mulai dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) hingga dugaan pertambangan ilegal.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari kebutuhan pengamanan tempat ibadah, pelayanan kepolisian, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), hingga dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dikhawatirkan berdampak terhadap lingkungan.

Kegiatan itu dihadiri Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin, S.H., yang mewakili Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si. Sejumlah pejabat utama Polres Luwu turut hadir bersama sekitar 100 jamaah Masjid Agung Belopa.

Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada jajaran kepolisian. Berbagai masukan yang muncul selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi.

“Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar setiap aspirasi dan keluhan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian,” ujar Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin.

Warga Minta Pengamanan Masjid Ditingkatkan

Salah satu aspirasi disampaikan Sekretaris Masjid Agung Belopa, Mursalim. Ia berharap kehadiran personel kepolisian di lingkungan masjid dapat ditingkatkan, terutama saat pelaksanaan ibadah.

Menurut aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, kehadiran polisi di sekitar tempat ibadah diharapkan dapat membantu menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah.

Masukan itu menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai kebutuhan pengamanan di lingkungan masyarakat. Kehadiran personel kepolisian diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi keamanan di lapangan.

Baca Juga  Suyudi Ario Seto dan Jejak Pemberantasan Narkoba Sebelum Jadi Kapolri

Selain pengamanan masjid, jamaah juga menyampaikan masukan mengenai kualitas pelayanan kepolisian. Muh. Tahir berharap pelayanan aparat semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, ia mempertanyakan kelangkaan BBM meskipun sistem ganjil-genap telah diterapkan. Persoalan tersebut disampaikan sebagai salah satu keluhan yang membutuhkan penjelasan dan koordinasi dengan pihak terkait.

Ketersediaan BBM menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan dengan kebutuhan transportasi dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Kelangkaan bahan bakar dapat mengganggu aktivitas warga, sehingga penanganannya membutuhkan keterlibatan instansi yang berwenang.

Menanggapi persoalan tersebut, Polres Luwu menyatakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti persoalan yang disampaikan masyarakat, sehingga penanganannya dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Koordinasi tersebut diperlukan agar keluhan mengenai BBM dapat disampaikan kepada pihak yang memiliki tanggung jawab dalam penanganan ketersediaan dan distribusi bahan bakar.

Dugaan Tambang Ilegal dan Kondisi Air Keruh

Persoalan lingkungan juga menjadi bagian dari dialog antara jajaran Polres Luwu dan masyarakat. Abdullah Mas’ud mempertanyakan penanganan dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dikhawatirkan menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Ia turut menyoroti kondisi air yang keruh dan dikhawatirkan mengganggu kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat.

Keluhan tersebut berkaitan dengan kebutuhan air untuk menunjang aktivitas pertanian. Namun, penyebab kondisi air keruh dan dugaan keterkaitannya dengan aktivitas pertambangan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Polres Luwu menyatakan informasi mengenai dugaan pertambangan ilegal tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi di lapangan, termasuk mengetahui sumber perubahan kualitas air yang dikeluhkan masyarakat. Pemeriksaan juga dibutuhkan untuk menentukan apakah terdapat aktivitas pertambangan yang melanggar ketentuan.

Baca Juga  Satlantas Polres Bone Sebar Brosur Operasi Lilin 2023, Pengendara Diingatkan Tertib Berlalu Lintas

Penanganan persoalan tersebut melibatkan kewenangan yang berbeda antara kepolisian dan instansi teknis terkait. Karena itu, koordinasi diperlukan agar laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat, kondisi air yang keruh menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena dikhawatirkan memengaruhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. Kepastian mengenai penyebabnya diperlukan agar langkah penanganan dapat diarahkan secara tepat.

Hingga kegiatan tersebut berlangsung, belum terdapat informasi mengenai hasil pemeriksaan yang memastikan penyebab air keruh maupun keterkaitannya dengan dugaan aktivitas pertambangan ilegal.

Aspirasi Warga Menjadi Bahan Evaluasi

Berbagai persoalan yang disampaikan jamaah menjadi masukan bagi Polres Luwu untuk mengevaluasi pelayanan kepada masyarakat. Aspirasi tersebut mencakup pengamanan tempat ibadah, peningkatan pelayanan kepolisian, kelangkaan BBM, serta dugaan persoalan lingkungan.

Melalui kegiatan Jumat Keliling, jajaran kepolisian membuka kesempatan bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan pertanyaan secara langsung. Komunikasi tersebut juga menjadi sarana untuk mengetahui persoalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Polres Luwu mendorong pelayanan yang profesional, humanis, responsif, dan terbuka terhadap masukan masyarakat. Setiap aspirasi menjadi bahan perhatian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur dan kewenangan yang berlaku.

Untuk persoalan yang berada di luar kewenangan kepolisian, koordinasi dengan instansi terkait menjadi salah satu langkah yang ditempuh. Mekanisme tersebut diperlukan agar setiap laporan dapat diteruskan kepada pihak yang bertanggung jawab menangani persoalan tersebut.

Kegiatan Jumat Keliling merupakan bagian dari upaya Polres Luwu memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat. Melalui dialog langsung, kepolisian menerima masukan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang disampaikan warga.

Polres Luwu menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kemitraan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Luwu.

Baca Juga  Cegah Tawuran dan Geng Motor, Polsek Manggala Sisir Sejumlah Titik Rawan

Pada akhirnya, dialog di Masjid Agung Belopa menghadirkan ruang bagi warga untuk menyampaikan hal-hal yang mereka anggap penting. Keluhan mengenai BBM, dugaan pertambangan ilegal, kondisi air, dan pengamanan tempat ibadah kini menjadi masukan yang perlu ditindaklanjuti agar komunikasi antara kepolisian dan masyarakat tidak berhenti pada pertemuan semata. (*)